
Perjalanan ke villa membutuhkan waktu selama 4 sampai 5 jam diperjalanan dan selama itu pula malik menyuruh isterinya rima untuk tidur saja sepanjang jalan, sedangkan ia sendiri mengecek ponselnya untuk memastikan kembali jika tak akan ada pekerjaan mendadak yang akan mengganggu liburannya.
Setelah cukup lama mobil yang membawa mereka kini telah tiba di villa pribadi keluarga malik, tempatnya masih asri karena bangunan itu berdiri diatas bukit milik pribadi jadi pemandangan disana pun sudah pasti masih sangat asri.
"Tuan muda kita sudah sampai. " ucap sang sopir
Malik yang tak tertidur membuka kedua matanya ia menoleh kearah sang isteri yang masih nyenyak dalam tidurnya, ia sengaja menjadikan bahunya sebagai sandaran ang isteri agar tidur isterinya tidak terganggu.
Malik menggerakan sedikit bahunya yang ternyata terasa kebas karena dipakai untuk senderan kepala isterinya.
"𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯𝘢𝘯" 𝘪𝘵𝘶 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘴𝘪𝘩.....
Malik menyandarkan kepala rima di sandaran kursi mobil dengan perlahan agar Tidak membangunkan rima, ia akan keluar terlebih dahulu lalu menggendong rima untuk masuk kedalam villa.
"Apa tuan muda perlu bantuan saya.? " ucap sopir menawarkan diri.
__ADS_1
"Tak usah !,urus saja barang - barang ku yang lain. .. " ucap malik dingin dan jangan lupakan tatapan tajam nya, yang mambuat si supir susah menelan ludahnya sendiri.
Malik menggendong tubuh rima dan membawanya masuk kedalam kamar pribadinya di villa itu, dengan perlahan malik menyelimuti tubuh isterinya kemudian ia mengecek ponselnya yang ternyata jam menunjukan pukul setengah 10 malam.
Ia tersenyum melihat ke arah sang isteri yang sangat nyenyak dalam tidur nya malik juga memberikan kecupan di kening sang isteri, malik tak langsung tidur ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum tidur menyusul sang isteri ke alam mimpi.
Saat baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang menutupi area pribadinya samar - samar malik mendengar suara isak tangis dari luar kamar mandi, sontak saja ia langsung keluar dan mendapati sang isteri yang tengah menangis sambil memeluk kedua lututnya sendiri dengan erat.
"Sayang hei.... " malik mendekati rima sang isteri yang kini mengangkat wajahnya untuk melihat ke arah dirinya yang mendekat.
"Sayang sudah jangan menangis disini ada aku hem.... " ucap malik dengan lembut sambil mengusap - usap punggung sang isteri agar isterinya itu merasa agak tenang.
Dengan sesegukan rima menatap wajah tampan suaminya, ia membelai lembut pipi sang suami dan kemudian kembali memeluk erat tubuh suaminya seakan-akan takut kehilangan.
Setelah agak tenang rima melepaskan pelukannya dari sang suami ia dengan mata sembab nya dan sedikit sesegukan berkata.
__ADS_1
"K-kamu j-janji ya mas...j-jangan t-tinggalin a-aku. " ucap rima dengan suara serak nya karena habis menangis guys.
"Aku nggak akan kemanapun sayang, aku akan selalu bersama kamu sampai kita tua jadi kamu jangan khawatir, memangnya apa yang membuatmu sampai menangis seperti ini hem....? "
Rima menarik nafas nya sebentar lalu ia menceritakan apa yang ia mimpikan, mimpi buruk yang ia lihat saat suaminya tertabrak mobil didepan matanya sendiri dan itu berhasil membuatnya sangat takut kehilangan sang suami.
"A-ku takut banget mas, pokonya kamu mulai sekarang harus hati-hati, aku takut.....! " ucap rima kembali menangis.
"Sayang mimpi itu bunga tidur, lebih baik kamu doakan saja aku untuk selalu sehat dan baik-baik saja yah... ya sudah sekarang sudah malam kita tidur yuk. "
Malik merebahkan tubuhnya yang belum sempat berpakaian ketempat tidur dan ia membawa sang isteri kedalam pelukannya, usapan lembut yang ia berikan untuk sang isteri perlahan - lahan membuat isterinya memejamkan matanya kembali.
Malik mengecup kening isterinya lama dan ia membisika
do'a ditelinga sang isteri agar isterinya itu merasa tenang dan tak bermimpi buruk kembali.
__ADS_1