Suami Idaman

Suami Idaman
24


__ADS_3

Sebenarnya malik sangat tak tahan dengan keindahan yang sempat ia lihat tadi, apalagi yang menampilkan keindahan itu adalah isterinya sendiri, mana kuat makkk.


tenang!, tarik nafas... hembuskan...


bagaimana bisa dia memakai baju itu?, dan apa katanya tadi... nenek minta cicit?...


Malik mengumpat dalam hati, pria tampan paripurna itu belum terlalu memikirkan tentang anak, karena baginya menikahi Rima untuk menjadi teman sang nenek saja itu sudah cukup pikirnya.


keesokan harinya.


saat rima masuk kamar ia melihat suaminya tengah berbicara lewat telepon dengan satu tangannya yang mencoba memasang dasi namun tak kunjung berhasil.


rima berinisiatif sendiri membantu merapihkan penampilan suaminya,malik juga mematikan panggilan telepon nya saat rima telah selesai membantu nya.


"Nanti sore asisten ku akan datang untuk menjemput mu, bersiaplah karena kau akan menemani ku ke sebuah acara penting..! "


"baik."


Mereka berdua turun untuk bergabung sarapan bersama dengan nenek, setelah mengantarkan malik sampai depan teras kini rima tengah membantu nenek yang sedang mengganti pot bunga.


saat rima dan nenek tengah asik dengan kegiatan mereka Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tak asing.


"Yuhuuu.... nyonya besar... ay datang..." pemilik suara itu tak lain dan tak bukan adalah joni alias jenny.

__ADS_1


"nenek bukanlah itu suara mas joni eh mis jenny..? " ucap rima.


"ya kau benar rim, ayo kita cuci tangan terus lihat ada apa dia ke sini. "


setelah mencuci tangan rima beserta nenek menuju ruang tamu bisa mereka lihat jenny alias joni datang dengan membawa tas-tas besar yang membuat nenek serta rima saling pandang karena bingung.


"makesong ya mas udah bantuin bawa barang ay.... ntar ay kasih bintang sepuluh dech.....bahkan plus-plus..." ucap jenny dengan mengedipkan satu matanya pada mas go car yang terlihat masih muda, serta tampan sehingga membuat mas-mas itu bergidik ngeri, lalu ngacir pamit untuk pergi karena tugasnya telah selesai.


Nenek menghampiri Joni yang sibuk dengan barang-barang nya dan rima pun juga ikut ingin melihat apa yang dibawa oleh joni alias jenny itu.


"Bawa apa si jon repot banget?, lagian seingat nenek tak memesan barang apa-apa darimu.. "


"Nenek, barang yang ay bawa ini bukan untuk nenek tapi untuk menantu you tuh.. " rima bingung ketika joni berkata seperti itu, begitu juga nenek.


"Ck nyobes, si tuan muda tampan itu meminta ay secara langsung untuk membuat isterinya menjadi sangat cantik dan anggun di acara nanti malam, jadinya ay bawa gaun-gaun terbaik dan terbaru dari butik ay beserta seperangkat alat touch up nya. " tutur Jenny.


"Loh emang suamimu sama kamu nanti malem mau pergi? " tanya nenek pada rima.


"Kalo nggak salah mas malik emang bilang gitu sih nek " jawab rima.


"ya sudah kalau begitu kamu harus mandi terus bersiap-siap sana... ! " perintah nenek pada rima.


"t-tapi kalo aku sama mas malik pergi nenek sendirian dong.. "ucap rima cemas, yang membuat nenek tersenyum kecil karena itu menandakan cucu menantunya mengkhawatirkan nya.

__ADS_1


"hey nomud yey nggak lihot ada ay disini, yey kira ay jurik gitu..! " omel joni dengan gaya seakan mengibaskan rambut panjang nya padahal sih rambutnya cepak pendek potongan lakik banget.


"tuh denger kan, nenek disini ada joni yang nemenin jadi kamu nggak usah khawatir lagian banyak pelayanan dirumah ini kamu tenang saja nak, sudah sana mandi lah terlebih dahulu !,karena nanti membantumu untuk bersiap-siap saja pasti akan memakan waktu beberapa jam. " ucap nenek dengan menepuk lengan joni, yang membuat lakik itu agak meringis.


selesai mandi dan berpakaian,saat rima keluar kamar kepala pelayan memberitahukan jika nenek dan joni menunggu rima di kamar tamu, benar saja saat sampai di kamar tamu kasur dikamar itu penuh dengan baju, disana juga ada nenek serta joni yang sedang duduk berbincang.


"nenek.. "


"nah nomud udah siap waktunya ay eksekusi penampilan you.. " Joni menghampiri rima lalu mendorong rima dari belakang untuk melangkah ke arah meja rias.


tangan terampil joni me make up wajah rima,riasan yang ringan namun terkesan anggun dan menambah kadar kecantikan dari rima.


"wah cucu nenek cantik sekali, Malik pasti pangling melihat mu nak. " nenek memuji kecantikan rima.


"terimakasih pujiannya nenek. " ucap rima tersenyum dengan sesekali menatap cermin yang ada di hadapannya.


itu sungguh aku?, cantik sekali, apa mas malik akan suka.


"hei-hei simpan dulu kekaguman nya, nomud belum pakai gaunnya. "


"oh iya, nak pilih lah sendiri nenek dan joni akan keluar agar kamu bisa mengganti baju dengan nyaman, ayo jon.. " ajak nenek pada joni, mereka keluar dari kamar tamu dan sedang duduk di sofa dekat kolam renang.


"nyobes ay kan udah bilang sebut ay dengan nama jennny!... jenny! " protes joni dengan memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"sudahlah lagian hanya salah sebut.. " ucap nenek santai.


__ADS_2