Suami Idaman

Suami Idaman
63


__ADS_3

Saat malik dan rima duduk kembali tiba-tiba terdengar pengumuman dengan suara yang sangat nyaring.


**tes.... tes...


asalamualaikum.... pengumuman kepada seluruh warga tercinta dimohon kehadirannya nanti malam dilapangan balai desa dikarenakan ada pertunjukan seni wayang kulit, yang digelar untuk merayakan pesta panen desa kita tercinta ini.


sekian dan terimakasih**.


"Mas kita nonton yuk nanti malem. " ajak rima dengan antusias setelah mendengar pengumuman keliling tadi.


"Tapi yang.. " malik tak melanjutkan perkataan yang saat melihat raut muka isterinya yang tiba-tiba berubah kecewa, padahal nanti malam ia ingin minta jatah kepada isterinya namun melihat wajah sangat isteri membuat ia akhirnya mengalah saja.


"Ya udah nanti malam kita pergi nonton acara itu. "


"Serius mas! "dan malik menganggukan kepalanya sebagai jawabannya, sontak saja rima kembali tersenyum senang karena sudah lama ia tak menonton acara wayang kulit.


Tak lama kemudian malik dan juga rima memutuskan untuk pulang karena matahari sudah akan terbenam dan langit juga mulai gelap.


...****************...


...Setelah sampai di villa mereka berdua masuk dan didalam villa tampak sepi, malik dan rima saling pandang beberapa detik lalu raut muka khawatir tergambar dieajah keduanya, sontak saja mereka berdua langsung bergegas menuju ke kamar nenek untuk mengecek nya. ...

__ADS_1


cklek.


" Hei kalian sudah pulang! "


Malik dan rima menghembuskan nafas lega ketika melihat keadaan nenek mereka baik-baik saja, malah si nenek tengah maskeran wajah sambil duduk disofa kamar dan menonton TV.


"Nenek maaf ya aku sama mas malik pulangnya kelamaan. " ucap rima dengan posisi yang masih berdiri di tengah pintu kamar bersama suaminya.


"Nggak papa nak santai saja, wajar kan jika kalian ingin menghabiskan waktu berdua. " ucap nenek.


"Nek kami berdua akan menonton wayang kulit di balai desa, apa nenek mau ikut? "ucap malik yang mengajak neneknya.


" Wah beneran ada wayang kulit. "


"okeh nenek ikut. "


"Kalau begitu aku dan rima akan ke kamar dulu untuk beristirahat sebentar nek, yuk sayang. " ajak malik pada rima dan berlalu dari kamar nenek unuk menuju ke kamar mereka dilantai dua.


Sampai dikamar malik melepaskan baju atasanya dan meletakan nya di keranjang baju kotor, lalu ia mengambil handuk bersih yang tersedia di dalam lemari dan mauk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


sedangkan rima menyimpan tas kecil, handphone nya dan sang suami di atas meja lalu ia membuka lemari untuk mengambilkan baju yang akan dipakai suaminya.

__ADS_1


lalu setelah itu rima memilih baju ganti untuknya sendiri, rima yang merasa gerah pun melepaskan kaos yang ia pakai dan tampaklah tanktop berwarna hitam yang mencetak jelas lekuk tubuh bagian atasnya.


"Sayang apa kamu sedang menggodaku. " bisik malik di telinga rima.


Rima terkejut lalu berbalik dan mendapati sang suami yang berdiri dibelakangnya dengan tampilan yang menggoda iman.


Glek


waduh pemandangan yang indah terpampang didepan mata.


Malik yang tengah menggosok rambutnya menggunakan handuk kecil melihat tatapan sang isteri yang mengarah ke roti sobeknya.ia pun tersenyum miring dan berjalan mendekati isterinya.


Malik mensejajarkan wajahnya dengan wajah rima, mereka berdua bertatapan lekat sekali dengan jarak yang sangat dekat.


Deg... deg... deg


Jantung keduanya berdetak cepat serta hembusan nafas hangat menerpa wajah malik dan malik tak menyia-nyiakan kesempatan ia menempelkan bibirnya dan bibir sang isteri lalu mulai memangutnya.


Rima yang terkejut dengan serangan dadakan si suami hanya membelakkan matanya tanpa berniat menolak, karena sesungguhnya ia telah rela jika sang suami tengah menginginkannya.


Perlahan dan pasti ciuman itu saling berbalas dan berakhir diatas ranjang untuk menuntaskan apa yang seharusnya dilakukan sepasang suami isteri.

__ADS_1


Hallooo pakabar gessss🤗🤣🤭


__ADS_2