Suami Idaman

Suami Idaman
22


__ADS_3

Rima menyusul malik kekamar mereka, ia berniat akan menyiapkan pakaian ganti untuk malik.


saat Rima membuka pintu kamar dengan perlahan ia mematung saat melihat malik tengah telanjang dada, sedangkan malik yang tak menyadari keberadaan rima didalam kamar terus melanjutkan kegiatannya yang akan membuka celananya namun tertahan karena rima bersuara.


"permisi.. " ucap rima canggung dengan pura-pura mengetuk pintu.


Malik tak menyahut namun ia dengan santainya melanjutkan kegiatannya untuk melepaskan celana panjangnya dan hanya menyisakan boxer yang di pakai, sedangkan rima tak melihat ke arah malik lagi karena ia langsung berjalan ke arah lemari pakaian memilihkan baju santai untuk malik,ia meletakannya di atas ranjang.


Rima berjalan menuju meja rias ia bercermin untuk membuka cepolan rambutnya, rambut hitam serta panjang milik rima tergerai bebas serta agak berantakan namun terkesan seksi, lalu ia duduk untuk menghapus riasan tipis yang ada diwajahnya, kemarin selain baju-baju baru dan segala ***** bengeknya untuk rima.


Rima yang lupa mengambil baju nya dilemari langsung berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju lemari saat rima sedang memilih baju nya sendiri, malik yang selesai mandi dengan masih menggunakan handuk yang menutupi aset pribadinya tengah berdiri di belakang rima, ia kembali mengejutkan rima dengan memeluk rima dari belakang.

__ADS_1


"m-mas.. " ucap rima saat merasakan tangan malik di perutnya, ia juga merasa kan rambut malik yang masih basah dipundaknya.


Malik mengeratkan pelukanya dari belakang pada rima dengan kepala yang masih menyender dipundak rima, kalo rima hanya bisa pasrah toh yang meluk juga suaminya sendiri, lagian dia juga berfikir mungkin malik kelelahan seharian bekerja di kantor.


"mas lepas dulu.. " pinta rima dengan melepaskan tangan malik dari perutnya.


malik berdecak kesal lalu mengambil pakaian yang rima siapkan diatas ranjang dan memakainya.


setelah berpakaian malik tanpa bicara keluar dari kamar meninggalkan rima yang masih berdiri mematung memperhatikan suaminya.


rima berjalan menuju kamar mandi dengan membawa pakaian gantinya, ia ingin mengguyur tubuhnya agar segar kembali.

__ADS_1


selesai mandi dan berpakaian rima yang menggunakan kaos over size nya serta celana training nya berjalan menuju meja rias dengan sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil lalu mengambil sisir dan mulai menyisir rambut nya.


rima keluar dari kamar dan menuju ke lantai satu untuk bergabung dengan nenek dimeja makan, namun disana hanya ada nenek tak ada suaminya.


"nenek, mas malik mana ya.. perasaan tadi udah duluan keluar kamar? " tanya rima begitu ia duduk.


"palingan suamimu lagi diruang kerjanya, udah kita makan duluan aja nanti kalo udah selesai kamu tinggal antarkan saja makanan untuk suamimu itu, dia tuh suka banget Lama-lama di ruang kerjanya. " saran nenek pada rima.


Pada akhirnya rima dan nenek melanjutkan makan malam mereka hanya berdua dengan berbincang bincang riang.


selesai makan rima menemani nenek ngobrol di ruang keluarga, rima juga mengupaskan buah untuk nenek, mereka berdua selalu asik mengobrol sampai nenek merasa sedikit mengantuk karena jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam.

__ADS_1


dengan telaten rima mengantarkan nenek ke kamar dan menyelimuti nenek, serta tak lupa juga memberikan vitamin yang tersedia di meja kecil samping tempat tidur untuk diminum oleh nenek.


rima menaikan selimut untuk menyelimuti tubuh nenek agar tidak kedinginan dan itu yang membuat nenek tersenyum, lalu rima pamit pada nenek untuk keluar namun sebelum keluar rima mengucapkan selamat malam pada nenek.


__ADS_2