Suami Idaman

Suami Idaman
39


__ADS_3

𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘴..


𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘦𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯?


𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩.


𝘥𝘳𝘦𝘵𝘵𝘵........... 𝘚𝘜𝘈𝘔𝘐 𝘪𝘴 𝘤𝘢𝘭𝘭𝘪𝘯𝘨


Rima berdehem sebentar dan menerima panggilan telepon dari suaminya, ia juga berjalan ke dalam rumah karena suara di taman belakang sangat ramai jadi dia agak tidak terlalu mendengar apa yang akan suaminya katakan.


"Maaf mas, tadi suaranya agak ramai jadi agak tidak kedengeran. "


"kenapa ramai sekali?, apa kau sedang pergi keluar. . .?" tanya malik sedikit penasaran.


"Nggak mas, aku dirumah kok...itu si bang joni ngadain syukuran gitu,ngajak semua yang ada dirumah ini barbeque an katanya sih itu syukuran kecil-kecilan gitu karena bentar lagi pembukaan butiknya yang ke lima. "


"hemm, jadi gitu. "malik mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Sayang, apa kau tidak merindukan ku..? " tanya malik tiba-tiba.


Rima menahan senyumnya dia gugup dan malu untuk menjawabnya, karena sejujurnya ia memang agak merindukan suaminya itu.

__ADS_1


"Ng-nggak." jawab rima tak mengaku.


"Isteriku, jujur saja kamu tak perlu menutup nutupi jika kamu memang sangat merindukan ku,yah aku tahu sih suami tampan rupawan dan mapan sepertiku mana bisa tak dirindukan barang sedetik pun oleh isterinya...! "ucapan yang terdengar menyebalkan namun benar.


𝘩𝘶𝘧𝘵... 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘧𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘥𝘦 𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘴...𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘭 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘯𝘢𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘫𝘦𝘯𝘨𝘬𝘦𝘭 𝘵𝘢𝘶.! (dalam hati rima)


"Mas... bisa tidak kamu jangan terlalu percaya diri sekali..! " protes rima.


"Nggak bisa sayang, aku memang seperti ini adanya. " ucap malik santai.


Huft .


"Aku merindukan mu sayang... " gumam malik disertai helaan nafas lelah, namun masih terdengar jelas oleh rima.


"Nggak sayang.. "


"Jangan bohong!, kalo kamu lelah istirahatlah mas jangan terlalu memaksakan untuk bekerja, tubuhmu juga perlu beristirahat. " ucap rima mengingatkan, disebrang sana malik tersenyum kecil mendengar perhatian dari sang isteri.


"Terimakasih atas perhatian mu, haaahh sebenarnya aku ada meeting lima menit lagi, mendengar suaramu membuat ku kembali bersemangat sayang... terimakasih ya.." ucap malik dengan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Kamu jaga kesehatan disana mas..! " ucap rima mengingatkan.

__ADS_1


"iya sayang ,sayang disana pasti sudah larut malam, kamu beristirahatlah jangan lupa nenek juga ya, jangan biarkan nenek terjaga sampai larut ya sayang. "


"Iya mas, ya sudah kututup telfon nya ya.. "


"Hem, i love u sayang... " ucap malik pelan ketika sambungan telponnya terputus.


Sedangkan Rima tak mendengar kata cinta yang malik ucapkan saat menutup telpon nya, rima kembali ke taman ternyata mereka semua sudah selesai bermain dan kini tengah membersihkan taman belakang agar kembali seperti semula.


"Nenek ayok istirahat ini sudah malam. " ajak rima kepada nenek yang tengah duduk dan masih berbincang ringan dengan jennny alias joni.


"Ya udah deh nomud ay juga pamit ya... nyobes ay pamit pulang ya, ay juga mau bobo cantik. " jenny pamit dengan cipika cipiki kepada nyobes dan juga rima,


setelah mengantarkan jennny sampai pintu depan rumah.


Rima mengantarkan nenek ke kamarnya ia juga membantu nenek untuk meminum vitamin sebelum tidur, begitu selesai dari kamar nenek rima juga kembali melihat ke arah taman belakang yang ternyata masih ada beberapa pelayan yang tengah beberes.


"Mbak-mbak, beresin nya dilanjut besok pagi aja ya, kalian juga harus istirahat ini sudah malam. " ucap rima kepada para pelayan.


"tapi nona.. " sela kepala pelayan.


"Nggak ada tapi, kalian juga butuh istirahat, ayok semua keluar dari taman belakang dan kembali kekamar kalian masing-masing. " rima menyuruh semua pelayan dan termasuk kepala pelayan untuk pergi beristirahat, ia tau mereka semua pasti lelah ditambah lagi ini sudah larut malam.

__ADS_1


Saat semua sudah pergi rima melanjutkan untuk membereskan beberapa karpet, bantal, serta meja-meja kecil yang ada disana, sedangkan piring, gelas, makanan yang tersisa dan alat pemanggang sudah dibereskan terlebih dahulu oleh pelayan.


Setelah beres, rima melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kamarnya, ia merebahkan badanya untuk tidur.


__ADS_2