
Selama satu minggu dinegara x malik bekerja siang malam tanpa ber istirahat, tujuannya karena ingin segera merampungkan pekerjaannya agar cepat pulang ke rumah, si asisten nya juga seringkali menceramahi bosnya itu untuk beristirahat, namun malik tak menghiraukan ia hanya beristirahat selama 2 jam,sisanya ia akan menyelesaikan pekerjaannya.
"Tuan muda kenapa anda keras kepala sekali, jadwal anda kan sehari hanya 2 sampai 3 pertemuan saja, lah ini anda malah menggabungkan jadwal 2 hari menjadi satu, anda ini bukan robot tuan... anda juga butuh tidur.! " cerocos Bima mengomeli bos nya, jujur saja pekerjaan satu hari yang menjadi dobel membuatnya jadi kurang beristirahat.
Malik membuang nafas dengan kasar, ia memandang ke arah Bima dengan tatapan datar.
"Tidak usah cerewet bim,semakin cepat pekerjaan ini selesai semakin cepat juga kau bisa liburan... "
Mata Bima berbinar ketika mendengar ucapan bos nya.
"Liburan tuan...?, serius.. ! " ucap Bima antusias, itu artinya ia bisa berleha-leha.
"Tentu saja, tinggal dua hari lagi pekerjaan kita selesai disini, jika kau mau kau bisa berlibur disini untuk 5 hari. "
"B-boleh tuan..? "
"Hem, lagian setelah pekerjaan ku disini selesai aku akan pulang untuk mengajak nenek serta isteriku berlibur ke villa, kau tak perlu ikut bim, nikmati saja liburan mu disini anggap saja hadiah untuk mu. "
"Terimakasih banyak tuan, wahhh jika seperti ini saya sanggup begadang sampai pagi. " tutur Bima dengan semangat lalu melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai,lumayan bisa liburan untuk beberapa hari, jadi dia harus menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin.
Malik menggelengkan pelan kepalanya saat melihat keantusiasan dari asisten nya, tiba-tiba malik mengingat sesuatu ia harus memberi hadiah untuk sang isteri.
Dirumah besar.
__ADS_1
Nenek serta rima tengah menanam tomat dan beberapa sayuran lain, mereka sepakat untuk membuat kebun sayur juga, jadi tak hanya kebun bunga saja yang ada disana.
Huh..
"Nenek apakah nenek capek? "
"Lumayan nak, matahari hari ini sungguh terik ya.. "
"Minum dulu nek.. " rima menyodorkan mineral dingin kepada nenek.
"Terimakasih nak.. "
Nenek dan rima meminum mineral dingin itu untuk memuaskan dahaga mereka, mereka berbincang ringan namun nenek penasaran dengan satu hal.
"tolong jawab dengan jujur. "
Rima terdiam ia menunduk lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan nenek tadi.
Hahhh
"Anak nakal itu benar-benar deh sikapnya, masa isterinya sendiri nggak diberi kabar sama sekali, sabar ya anak cantik terkadang nenek juga lelah karena harus nenek lebih dahulu yang menghubunginya dan menanyakan keadaannya ketika suamimu itu dinas keluar kota atau keluar negeri seperti ini. "
"Tenang saja nenek akan memarahinya. " ucap nenek dengan memegang tangan rima.
__ADS_1
Rima tersenyum tulus ia beruntung mendapatkan nenek mertua seperti nenek hani, selain perhatian beliau juga selalu baik pada nya.
Nenek memanggil kepala pelayan untuk mengambilkan ponselnya yang ia letakan di meja kecil dalam kamarnya, saat ponselnya sudah ditangan nenek segera menekan nomor cucunya untuk melakukan panggilan video.
tuutt.
Sekali melakukan panggilan langsung dijawab oleh sangat cucu, kini wajah sangat cucu terpampang di layar ponsel nya.
"Nek ada apa kau menelpon ku, aku sedang rapat!. " to the point yang malik ucapkan membuat nenek menatap datar ke arah layar ponselnya.
"Hei anak nakal, kenapa kamu tidak menghubungi isterimu selama seminggu ini? , kau menganggap dia tidak sih?,apa kau tidak memperdulikan perasaanya dia pasti khawatir dan ingin tahu kabar dari suaminya. " cecar nenek pada cucu lelakinya itu.
Malik menghela nafas..
"Nek pekerjaaan ku sangat padat, jujur aku tak ada waktu tapi tolong sampaikan pada isteriku jika aku baik-baik saja dia tak perlu khawatir. "ucap malik dengan melihat ke layar ponsel nya.
" Sampaikan saja sendiri..! "ucap nenek dengan menyerahkan ponselnya pada rima,malik terdiam sesaat karena baru lagi melihat wajah isterinya meski secara virtual,karena selama seminggu ini ia hanya menatap foto sangat isteri yang ia ambil secara Diam-diam dengan ponselnya.
" H-Hai m-mas.. "sapa rima dengan gugup, meski tak bertemu langsung namun kini wajah tampan suaminya yang memenuhi layar ponsel cukup membuat jantungnya berdebar.
" Hemm, "sahut malik seadanya, karena kini ia tengah menatap wajah sangat isteri yang memenuhi layar ponselnya, raut wajah isterinya terlihat kaku,dan memerah itu cukup membuat malik merasa gemas dalam hati.
" a-eem a-ku tutup telponnya dulu mas takut ganggu kamu...! "tukas rima cepat mematikan panggilan vidio itu sepihak, jantungnya nggak sehat karena melihat wajah tampan suaminya yang selalu terbayang-bayang di dalam mimpinya.
__ADS_1
Malik tersenyum kecil, lalu menyimpan kembali ponselnya ia meminta maaf kepada kliennya karena pembicaraan mereka sempat berhenti sebentar.