
Keesokan paginya samar-samar malik mendengar suara orang muntah di kamar mandi nya,sontak saja ia langsung bangun karena menyadari jika isterinya lah yang sedang di kamar mandi.
Malik buru-buru mendekat dan melihat sang isteri yang tengah menuntahkan sesuatu.
''sayang kamu kenapa?''
Rima tak menjawab dia membasuh mulutnya di wastafel kamar mandi lalu perlahan berjalan keluar dengan lemas,sehingga membuat malik dengan sigap membantu sang isteri untuk keluar dari kamar mandi.
Malik mendudukan isterinya di tempat tidur dan menarik selimut untuk menyelimuti isterinya.
''Tetap disini ya aku akan buatkan teh hangat untuk kamu.''rima mengangguk lemah mendengar ucapan suaminya karena ia merasa lemas sekali setelah muntah tadi.
Malik turun dari kamarnya dan menuju daput tak disangka disana sudah ada neneknya yang tengah sarapan dengan roti dan secangkir teh.
''Selamat pagi nek.''
''Pagi juga,kau mau sarapan?''ucap nenek menawarkan.
''Tidak aku hanya ingin membuat kan teh hangat untuk isteriku.''
''Memangnya kau bisa?''ucap nenek meremehkan cucu tampannya itu.
''Teh hangat saja apa susahnya,apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Malik.''dengan nada sombongnya malik membuat kan teh saat sedang mencari gula ia menemukan toples berwarna putih yang ia sangka gula dan memasukan tiga sendok makan penuh lalu mengaduknya.
''Tuh kan aku itu serba bisa,seperti ini saja gampang untuk ku.''ucapnya lagi lalu membawa teh yang telah ia buat ke kamarnya.
Nenek hanya menggeleng lalu ia mendekat ke arah toples yang barusan di pegang malik dan membaca label kecil yang bertuliskan garam disana.
''Tampan,mapan,idaman ...tapi sanyang nggak bisa baca yang jelas tuh anak ckckck....''cibir nenek lalu ia mengambil gelas bersih dan membuat teh baru untuk ia bawa kepada cucu menantunya.
Setelah selesai nenek berjalan menuju kamar rima dan malik dengan membawa secangkir teh ditangan nya.
Tok..tok...tok...
cklek.
Malik membuka pintu kamarnya dengan menunjukan wajah masam nya.
''Minggir nenek mau membawakan teh untuk isterimu.''
Nenek masuk dan mendekti rima yang tengah duduk lemas di atas tempat tidur.
''Kamu kenapa nak?''tanya nenek khawatir karena melihat dengan jelas wajah pucat rima.
''nggak papa nek cuman masuk angin.''sahut rima dengan suara pelan.
__ADS_1
''Ini nenek bawakan teh untukmu,pasti teh buatan suamimu tadi rasanya seperti air laut kan''
''Benar sekali nek,tadi saja aku sampai mual lagi.''
''Mual lagi?''
Rima mengangguk membenarkan karna memang betul setelah mencicipi teh yang dibawa sang suami ia kembali mual dan muntah .
''Malik panggil dokter dong!,kamu ini gimana sih jadi suami keadaan isterinya kayak gini kok nggak dipanggilin dokter.''
Malik hanya diam acuh mendengarkan omelan neneknya bukannya mengabaikan namun tadi ia sudah menelfon mamang villa untuk mencarikan dokter setempat guna memeriksa keadaan isterinya.
''Nek mas malik udah nelfon dokter kok.''ucap rima menjelaskan karena ia tak mau suaminya mendapatkan amukan dari nenek.
Nenek mengembuskan nagas lega ternyata cucu tampan nya sudah bergerak cepat.
...****************...
Dokter yang dibawa si mamang telah selesai memeriksa keadaan rima ia mengatakan jika rima hanya kelelahan dan membutuhkan istirahat yang cukup,namun ia juga menyaran kan untuk sebaiknya rima di periksa ke rumah sakit untuk mengecek keseluruhan nya.
Setelah berpamitan kini tinggal rima dan malik lagi didalam kamar mereka karena sang nenek juga ikut keluar bersama dokter dan mamang villa tadi.
''Sayang lebih baik kita pulang ke kota hari ini saja yuk aku ingin segera membawa mu kerumah sakit .''
Rima mengangguk menuruti saja keinginan suaminya meskipun ia sudah mengatakan tidak apa-apa seperti kata doket tadi,namun melihat wajah suaminya dan nenek yang mengkhawatirkan nya membuat ia hanya bisa menurut.
Siang itu mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah mereka,beberapa jam telah mereka tempuh namun di tengah perjalanan malik membelokan mobilnya ke arah rumah sakit kekuarga milik nya.
Malik turun dari mobil terlebih dahulu yang diikuti nenek serta rima juga namun malik langsung memengang bahu isterinya dan menuntun nya untuk masuk.
Disana para pegawai rumah sakit bergegas berkumpul untuk menyambut si pemilik rumah sakit.
''Selamat datang tuan,nyonya''sapa mereka serempak dengan hormat dan memasang wajah tegang karena si pemilik rumah sakit datang tanpa pemberitahuan.
''Bawakan kursi roda dan panggilkan dokter tya untuk segera ke UGD!''
''Baik tuan.''mereka berbagi tugas ada yang memanggil dokter tya di rungan ny dan ada juga yang mengambilkan kursi roda yang di minta tuan nya,sedangkan yang lain kembali bekerja.
''Duduklah sayang''
''Mas aku masih bisa jalan.''namun bantahan itu tak ia dengarkan ia mendudukan sang isteri di kursi roda lalu mendorong nya ke ruang UGD.
Saat sampai disana mereka yang tengah menunggu dokter dikejutkan dengan pintu yang dibuka kasar.
Brak..
__ADS_1
hosh...hosh..hosh....
Ternyata dokter tya yang masuk dengan nafas yang tak teratur kemungkinan dia habis lari.menyadari tatapan tajam dari si tuan membuat nya tak enak hati.
''Tuan,nyonya maaf saya lancang dan kurang sopan karna tadi saya panik dan langsung berlari ke sini tadi.''
''Tak apa dokter tya,oh iya tolong kamu periksa isterinya malik.''ucap nenek sebelum keluar dari ugd karena tak mau mengganggu pemeriksaan dokter.
''Nona muda?,wah selamat tuan tapi kenapa tidk ada pemberitaan jika anda telah menikah.''
''Periksa saja isteriku jangan banyak tanya!''geram malik dengan mata tajam nya.
Dokter Tya tersenyum kikuk lalu mendekat dan mulai memeriksa kondisi si nona muda,dokter tya memegang tangan rima dan mengecek denyut nadinya,ia menyengit.
dokter tya meminta suster untuk mempersiapkan alat usg,lalu mengoleskn gel diperut bagian bawah sang nona dan mulai memperhatikan layar monitor.
Disana terlihat lima titik kecil yang membuat dokter tya menunjukan ekspresi wajah terkejut lalu menatap ke arah rima dan malik secara bergantian.
Yang membuat Malik serta Rima penasaran.
''A-ada apa dok..?''tanya rima.
''Luar biasa sekali nona, selamat tuan dan nona kalian akan menjadi orang tua sebentar lagi.''mendengar ucapan dokter tya membuat malik dan rima diam mematung karena terkejut.
itu artinya.....Hamil!
''M-maksud dokter saya hamil?''pertanyaan rima langsung dijawab dengan anggukan antusias dari sang dokter.
Rima tersenyum haru lalu memegang tangan sang suami yang kini tengah menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Malik langsung memeluk isterinya,mengecup kening dan mengucapkan terimakasih.dokter yang melihat pemandangan didepan mata nya ikut tersenyum dan meneteskan air mata.
''Tapi tuan nona....''ucapan nya terhenti sebentar dan menarik nafasnya lalu melihat wajah si tuan dan nona nya lalu tesenyum lebar.
''Selamat karena anak kalian kembar....dan''ucapan dokter membaut malik dan rima semakin bahagia kembali namun saat mendengar kelanjutanya mereka berdua dibuat takjub dan semakin bersyukur.
''Anak yang dikandung nona muda kembar 5 tuan''
''subahanallah sayang''malik semakin mengeratkan pelukannya dan mengucapkan banyak terimakasih kepada isteri tercinta nya.
''Terimakasih sayang,aku nggak bisa bilang apa-apa tapi satu hal yang harus kamu tahu aku sangat bersyukur karena nenek membawamu menjadi isteriku,aku mencintaimu.''
Mendengar ungkapan dari sang suami membuat rima terharu,ia pun bersyukur karena mendapatkan suami dan nenek yang sangat baik, belum lagi kehadiran buah hati yang tengah hadir di kandung nya membuat rima semakin melebarkan senyum nya.
''aku juga cinta kamu mas!''
__ADS_1
Berita bahagia pun disampaikan kepada nenek yang tengah menunggu di luar ruangan,tangis bahagia nya pecah dan langsung memeluk rima serta mengucapkan banyak terimakasih,ia bersyukur akhir nya kehidupan cucu lelaki nya kini semakin bertambah lengkap.
Tomat....eh tamat.