Suami Idaman

Suami Idaman
50


__ADS_3

Keesokan paginya rima membuka kedua matanya saat silau cahaya dari luar masuk kedalam kamar, ia bangun untuk duduk sebentar agar dapat sadar sepenuhnya dari rasa ngantuk yang masih melanda kedua matanya.


Setelah benar-benar melek rima turun dari tempat tidur karena tak melihat keberadaan suaminya, ia juga mengecek kamar mandi namun disana pun kosong.


Saat rima akan memegang handel pintu untuk keluar dari kamar, tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar dari luar dan munculah sosok suaminya yang ia cari dari tadi.


Malik masuk ke kamar dengan membawa sarapan roti bakar dan segelas teh hangat untuk isterinya.


"Mau kemana sayang..? "


"Aku nyari kamu. " jawab rima apa adanya.


Dalam hati malik bersorak gembira karena sangat isteri sudah mulai bergantung padanya.


"Aku bawakan sarapan untukmu sayang nanti setelah sarapan aku akan mengajak mu keluar untuk melihat sesuatu. "


"Beneran mas..? " tanya rima exited.

__ADS_1


Malik menganggukan kepalanya sebagai jawaban, lalu mengajak rima untuk duduk di sofa dan memberikan rima isterinya itu untuk sarapan.


Sambil menemani sangat isteri yang tengah sarapan malik membuka ponselnya untuk menghubungi orang kepercayaannya dikebun, ia meminta kepada orang kepercayaan nya untuk meliburkan para pekerja untuk hari ini serta membagikan uang tip untuk mereka.


Setelah selesai sarapan rima menuju lemari untuk mengambil handuk sekaligus baju gantinya, sat sedang mengambil baju rima menanyakan seseorang yang beberapa hari ini tak ia lihat.


"Mas aku kok nggak liat-liat mas Bima ya..? "


Malik mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari isterinya, didalam hatinya ada rasa panas sekaligus kesal mendengar isterinya menanyakan pria lain meski itu aspri nya sendiri.


𝘏𝘦𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯... 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪..! 𝘩𝘢𝘩...?


"Aku cuman nanya mas jangan salah paham loh... lagian dia sama kamu kan masih gantengan kamu. " ucap rima dengan wajah memerah sambil mengecilkan suaranya diakhir kalimat.


Namun telinga malik yang tajam mendengar ucapan isterinya yang secara tak langsung mengakui ketampanan dirinya.


𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘶𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯... 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘦𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢...

__ADS_1


Malik berdehem untuk menetralkan ekspresinya supaya tak di capek kegeeran,sedangkan rima bergegas masuk ke kamar mandi disana rima memukul mulutnya dengan pelan.


𝘐𝘯𝘪 𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵 𝘬𝘰𝘬 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘬𝘰𝘯𝘵𝘳𝘰𝘭 𝘴𝘪𝘩, 𝘮𝘢𝘴 𝘮𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯.... 𝘣𝘰𝘥𝘰 𝘢𝘩𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘢𝘫𝘢...


Setelah setelah mandi dan berpakaian serta bersiap kini rima dan malik telah berada didalam mobil,namun sebelum menyalakan mesin mobil penjaga villa mengetuk kaca mobil malik.


"Ada apa? " tanya malik.


"Maaf tuan muda saya cuman mau bertanya apakah tuan akan ke perkebunan tuan.? "


"Tentu saja, kenapa kau bertanya jika sudah tahu.! "


"Maaf tuan saya hanya ingin memberitahu jika tuan ingin ke perkebunan lebih baik tuan pakai motor saja, soalnya mobil sedang tidak bisa lewat tuan dikarenakan ada pembangunan jalan yang baru. "


Malik menghela nafas mendengar perkataan mamang penjaga villa, ia melirik ke arah isterinya sebentar yang ternyata sang isteri juga tengah melihat ke arah nya, isterinya mengangguk dengan tersenyum tanda jika ia tak masalah jika harus menggunakan motor.


Lagian rima sendiri sejujurnya rindu menggunakan motor saat berpergian.

__ADS_1


Akhirnya disini malik dan rima tengah menaiki motor untuk pergi menuju kebun,btw motor milik nya mamang villa ya, untung saja outfit malik dan rima hari ini sederhana malik memakai kaos pendek serta celana jeans pendek dan sendal tapi tetep ganteng woi, sedangkan rima menggunakan kaos lengan panjang dan celana panjang serta sendal jepit swaloo kebanggaan sejuta umat.


__ADS_2