Suami Idaman

Suami Idaman
37


__ADS_3

"YUHUUUUU, SAMLEKOMM!!!!! " suara cempreng yang dicewek-cewek ini menggema di seluruh penjuru rumah nenek.


Kepala pelayan yang membukakan pintu mengikuti orang itu dari belakang saat memasuki rumah dengan membawa banyak barang ditangannya, saat orang itu berhenti berjalan sontak kepala pelayan juga ikut berhenti.


"Itu brang yang berat yey taroh di halaman belakang,dan tolong sekalian pasangin okey...!, kalo sisanya yey panggil pelayan yang lain soalnya itu bahan-bahan makanan buat barbeque an nanti malam sama nyobes dan nomud juga... ya udah sana buruan yey kerjain!!. " perintah si Joni alias Jenny.


Kepala pelayan pamit dengan membawa barang yang sungguh banyak serta berat itu, untung saja pelayan yang lain segera datang dan membantunya mengangkat barang-banrang itu, ingin rasanya ia mengumpat namun ia tahan karena orang itu adalah orang yang sangat dekat dengan nyonya besarnya.


Nenek dan Rima berjalan menuju ruang tamu saat mendengar suara heboh dari siapa lagi kalau bukan Joni, si lakik kekar berotot tapi melehoy.


"Hei... ada apa ini, kenapa kau datang tanpa pemberitahuan dulu? " tanya nenek dengan ketus.


"Hemmm, nyobes ay kan dateng karena kangen..lagian nih ya ay dateng sambil bawa sesuatu kok. "


"Tumben." sahut nenek


"Ihhh... nyobes, eh iya ay juga bawa katalog terbaru dari butik ay apa nyobes berkenan melihat nya.. " ucap Joni dengan antusias menunjukan beberapa katalog yang ia keluarkan dari dalam tas nya.

__ADS_1


Nenek melirik penasaran ke arah katalog itu, ia berdehem lalu mendudukan dirinya di sofa yang diikuti oleh Joni juga, sedangkan rima memilih pamit untuk membersihkan dirinya dikamar.


"Nenek, Bang Joni, aku pamit masuk ke kamar ya.. "


"Oh iya silakan nak.. " sahut nenek memperbolehkan.


Rima berjalan menuju kamarnya dilantai dua,sepanjang jalan menuju kamar nya ia masih bisa mendengar perdebatan kecil diantara nenek dan Joni yang tengah melihat katalog-katalog tersebut.


Setelah membersihkan tubuhnya rima kini tengah bersantai dengan membaca novel di ponselnya, saat sedang asik tetiba ada notif chat masuk ke ponselnya.


"kamu suka yang mana isteriku... "


Deg.. ternyata yang mengiriminya pesan adalah suaminya sendiri, tapi untuk apa suaminya menunjukan foto-foto itu, rima kembali mengetik kan pesan di ponselnya.


"ini maksudnya apa mas? " tulis rima bertanya.


"Hadiah, hadiah untuk mu!, jadi silahkan pilih mana yang kamu suka. " balas malik.

__ADS_1


"tapi, aku nggak perlu perhiasan mas..."


"ya sudah aku pilihkan saja untukmu!,suka tidak suka kamu harus menerimanya karena itu hadiah dari ku,suami mu yang tampan ini mengerti! "


Rima memutar bola matanya malas ketika membaca pesanyang terkesan perintah untuk nya dan ia tidak di perkenankan untuk menolak.


"btw, isteriku sedang apa sekarang? "


"a-aku?, l-lagi nggak ngapain-ngapain cuma rebahan di kasur karena abis bantuin nenek bikin kebun sayur. "tulis rima lagi


"hem, begitu.. jangan terlalu lelah ya sayang, jaga kesehatan mu dan nenek, ya sudah sebentar lagi aku ada meeting bersama klien nanti aku menghubungi mu lagi... bye sayang πŸ’•. " tulis malik dengan menambahkan emot hati.


Rima menyembunyikan wajahnya yang memerah di bantal, meski hanya pesan singkat dari sang suami itu sudah lebih dari cukup untuk menimbulkan debaran dihatinya.


𝘒𝘱𝘒 𝘡𝘒π˜₯π˜ͺ... 𝘴𝘒𝘺𝘒𝘯𝘨... π˜₯π˜ͺ𝘒 𝘱𝘒𝘯𝘨𝘨π˜ͺ𝘭 𝘒𝘬𝘢 𝘴𝘒𝘺𝘒𝘯𝘨...?


Hihhhhh, pekik rima gemas dengan menutup mulutnya menggunakan bantal, supaya nenek tak mendengar suaranya bisa gawat jika sampai nenek mendengar suara jeritan nya, bisa- bisa nenek mertuanya itu pada ik dan memintanya untuk ke dik

__ADS_1


__ADS_2