
Sepanjang perjalanan menuju kamarnya rima memikirkan perkataan nenek saat sedang mengobrol dengan dirinya tadi diruang tamu.
rima nenek sudah tua, keinginan nenek untuk melihat malik menikah akhirnya terwujud, namun disatu sisi nenek juga merasa khawatir jika tak bisa melihat kalian berdua memiliki anak nanti. ucap nenek.
**nenek nggak boleh bicara kayak gitu!.
nak nenek semakin hari semakin tua, orang tua seperti nenek rentan dengan sakit-sakitan, nenek hanya takut dengan kemungkinan itu**.
huh
saat rima sampai didepan kamarnya dan akan membuka pintu tak sengaja ia melihat kepala pelayan keluar dari ruangan sebelah dengan membawa nampan berisi piring kosong.
"selamat malam nona muda. " sapa kepala pelayan begitu melihat rima.
rima yang masih agak kikuk disapa dengan hormat seperti itu hanya tersenyum dan mengangguk sungkan.
"kalau begitu saya permisi nona. " pamit kepala pelayan kepada nona mudanya yang masih berdiri didepan kamar.
kemudian rima memutuskan untuk masuk ke dalam kamar ia berjalan menuju ranjang, mengambil ponselnya dan menghubungi mbak wati untuk bertanya tentang beberapa hal.
tengah malam.
__ADS_1
malik yang telah selesai mengecek ulang pekerjaannya memutuskan untuk kembali ke kamarnya sekalian melihat isterinya sudah tidur atau belum.
ketika malik membuka pintu kamar dan masuk lampu kamar sudah dimatikan hanya ada cahaya dari lampu tidur yang membuat kamarnya remang-remang, ia mendekati ranjang namun tak menemukan rima disana ia menyengit kan dahi.
kemana dia?. .
saat malik akan berbalik tiba-tiba ia tersentak saat terasa ada tangan yang melingkar di perutnya dan juga ada kepala yang menyender dibalik punggungnya.
"wah isteriku ternyata agresif sekali... " ledek malik, namun rima yang kepalang tanggung dengan rasa malunya tak menyahut dan diam saja dengan posisi nya yang masih memeluk malik sang suami dari belakang.
tak mendengar respon apa-apa dari sang isteri membuat malik memikirkan yang tidak, apa Jangan-jangan dia sakit lagi.
malik melepaskan pelukan rima lalu memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan rima namun saat melihat penampilan rima ia terkejut sangat-sangat terkejut.
"k-kau.. " ucap malik terbata karena susah menelan salivanya.
sedangkan rima menundukan kepalanya ia malu sungguh malu tampil dengan menggunakan gaun tidur sexy didepan malik sang suami.
rima menarik nafas dulu lalu memberanikan diri untuk menatap wajah sang suami yang terlihat sangat terkejut saat melihat dirinya, rima mendekati malik satu langkah, lalu memegang lengan malik dengan kedua tangannya, ia memberanikan diri menatap mata sang suami.
"m-mas nenek minta cicit.. " ucap rima lirih yang membuat malik tak dapat mendengarnya karena fokusnya yang pecah saat melihat tubuh isterinya yang berbalut gaun tidur mini.
__ADS_1
"a-apa?"tanya malik yang tak dengar.
rima berdecak sebal ditengah rasa malunya, ia menghentakan kakinya lalu lebih memilih naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, ia memejamkan matanya karena kesal sudah menahan malu tampil pake baju kurang bahan didepan suami, eh si suami malah membuatnya kesal.
ditengah rasa kesal rima mencoba memejamkan mata namun ia dapat merasakan malik suaminya naik juga ke atas tempat tidur lalu tangan malik memegang pundak nya.
malik mendekatkan wajahnya ke telinga rima dan berbisik.
"isteriku kenapa kau tidak melanjutkan menggoda suamimu ini lagi, aku sudah menunggu bagaimana aksimu menggoda ku tapi ternyata kau tidak berusaha lebih keras.." bisik malik dengan mencium rambut rima yang sangat harum.
malik terus menerus menciumi rambut rima membuat rima yang sebenarnya belum tidur menjadi agak risih.
"mas!! " protes rima saat ci um an malik turun ke pundak nya.
rima membalikan tubuhnya dan saat yang sama wajahnya dan malik sangat dekat sungguh sangat dekat, malik menatap intens wajah cantik isterinya ia membelai wajah rima yang memiliki mata agak sipit, pipi chubby serta bibir yang gumusin banget seakan minta buat di ket chu p.
rima terbuai oleh tatapan mata malik, dirinya juga memuji dan mengagumi ketampanan sang suami yang sungguh sangat tampan.
"katakan ada apa kau bersikap begini.. " ucap malik dengan tangan nya yang masih membelai pipi chubby rima.
"ng-nggak kok. " ucap rima gugup dengan membelakangi malik lagi.
__ADS_1
"hmm ya sudah, selamat tidur. " ucap malik dengan mengecup pucuk kepala rima, mendapat kecupan manis sebelum tidur membuat wajah rima kembali memerah.
dasar suami dingin dan nyebelin tapi perhatian dan kadang lembut yang sangat meresahkan!.