Suami Idaman

Suami Idaman
59


__ADS_3

Nenek diam-diam menyelinap diantara gadis-gadis serta ibu-ibu yang tengah mengerumuni sang cucu, ia tarik kuping malik dan membawanya untuk keluar dari kerumunan itu.


"aw aw aw nenek sakit! " gaduh malik dengan mengusap kuping nya, para gadis-gadis dan ibu-ibu yang tadi mengerumuni malik menjadi tak terima ketika melihat pangeran tampan mereka diperlakukan seperti itu.


"Maaf nenek anda tidak boleh begitu."


"iya nih si akang tampan kan nggak berbuat salah. "


"Jangan seenaknya menyakiti pangeran kami. "


Begitulah mereka membela tanpa tau apa-apa. nenek menghela nafasnya sebentar lalu menatap tajam ke arah cucunya dengan berdecak pinggang.


"Sudah puas kau anak nakal, menjadi bahan rebutan orang dan sekarang dibela oleh mereka, padahal disebelah sana ada isterimu ." tunjuk nenek ke arah rima yang sedang berdiri menatap ke arah mereka.


Malik langsung menerbitkan senyumnya ketika melihat sang isteri,ia juga bergegas menghampiri isterinya tak memperdulikan tatapan para perempuan yang tadi memperebutkan nya kini menjadi kecewa karena mendapati kenyataan pangeran tampan yang baru mereka lihat ternyata telah memiliki tambatan hati.

__ADS_1


"Sayang aku mencarimu kemana-mana! " ucap malik dengan menggenggam kedua tangan rima.


"Mas kamu nyusulin aku sama nenek? "


"Iya ,tadi pagi aku baca memo yang ditinggalkan nenek diatas meja ,karena kalian akan lari pagi kupikir tak ada salahnya juga kan jika aku menyusul kalian, yah hitung-hitung aku juga ikut berolah raga sebab rasanya sudah lama aku tidak lari pagi"


"Bener cuma mau lari pagi terus nyusulin aku sama nenek nggak ada niatan lain kan?, aku lihat kamu emang populer banget dikalangan perempuan! " ucap rima ketus lalu melepaskan tanganya dari genggaman sang suami.


Rima berjalan menghampiri nenek dan mengajaknya untuk tak meneruskan jongingnya sebab hari sudah mulai panas sepanas hatinya mungkin.


"Ayok nek kita pulang! " ajak rima kepada nenek lalu keduanya berjalan untuk kembali ke villa masa bodo dengan suaminya, sedangkan malik kini tengah merasa bahaya karena para perempuan itu kini mulai menatap nya lagi.


"Sayang tunggu aku! " malik menyamakan jalannya dengan nenek dan juga isterinya untuk kembali ke villa mereka.


"Bukanya tadi kamu lagi kesenengan ya dikerumunin cewek-cewek. "

__ADS_1


"Nggak sayang, tunggu.. kamu cemburu? "


"Ng-nggak! "


Malik tersenyum miring sudah pasti isterinya ini tengah cemburu namun malu saja untuk mengakuinya.


Masih dijalan mereka tak sengaja berpapasan dengan kakek-kakek seumuran nenek tengah memikul keranjang yang berisi jagung dan singkong.


"Kakek maaf. " ucap rima menghentikan kakek tersebut.


"Iya nak. " sahut kakek tersebut dengan nada melemah dan tak lama si kakek jatuh pingsan.


"Ya Allah mas tolongin mas. " ucap rima panik, malik bergegas menghampiri kakek iu untuk mengecek denyut nadi dan pernafasan nya yang syukur alhamdulillah beliau masih bernafas.


Malik memapah kakek tersebut untuk ia bawa sebentar ke villa nya karena ia tak tahu dimana rumah kekek itu, sedangkan rima dan nenek membawa hasil pananen si kakek.

__ADS_1


Sampai di villa malik membaringkan tubuh si kakek disofa ia mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter dan memintanya datang ke villa.


Setengah jam kemudian si dokter datang dan malik langsung meminta si dokter untuk memeriksa keadaan.


__ADS_2