Suami Idaman

Suami Idaman
Akhir cerita


__ADS_3

"Jadi gimana dek? Udah ingat belum siapa yang mulai duluan pas malam itu?" Nala membuka matanya, lalu menatap Arya dengan tatapan selidik.


"Aku lali.. hehe"


"Mas Arya, Nala. Maaf mengganggu waktu kalian."


Gantari datang dari kejauhan bersama pengawal yang telah mengantarkan makanan. Sebelumnya, Tari memang telah mendapat ijin Arya untuk datang kemari saat mendapat laporan bahwa perempuan itu ingin datang ke rumah utama.


Nala mengerutkan kening. Dia seperti merasa pernah kenal dengan wanita yang baru saja memanggil namanya. Tapi dia tidak ingat Gantari siapa? Sungguh! mengingat-ingat secuil memori yang buram membuatnya pusing dan mengambil jalur cepat.


"Siapa Mas?" Jalur cepat itu adalah bertanya ketika kita tidak menemukan sesuatu yang dicari.


"Tukang sayur langganan kamu" Kata Juragan, Sekilas menerbitkan seutas senyum pasi pada sang istri.


Gantari menemukan fakta baru di sudut-sudut pandangnya pada Nala. Mantan madunya, alias istri kesayangan Arya Sena terlihat berisi dengan kulit yang lebih bersinar terang. Senyumnya masih sama seperti dulu. Sarat akan makna ketulusan.


Kalau Nala tidak dalam kondisi linglung, maka ia tidak akan melemparkan senyum dan bertanya "Ada yang bisa di bantu Mbak?" Gantari jelas terkejut mendapat pertanyaan tersebut alih-alih makian. Seolah mereka dua orang asing yang tidak pernah memiliki masa kelam.


"Dek, masuk ke dalam ke rumah!" Arya tidak akan membiarkan Nala dan Tari terlibat obrolan.


"Iya Mas" sopo iki yo, kok mukane kaya ndak asing.


"Maaf Mas, boleh saya bicara sebentar sama Nala?" Pinta Gantari. Otomatis membekukan langkah gontai Nala menuju dalam rumah. Di balik punggungnya, ada secercah senyum harapan kalau dia bisa ikut nimbrung dalam obrolan suaminya beserta wanita yang katanya tukang sayur langganan.


"Tidak boleh. Nala cepat masuk." Titah Arya pada Nala sekaligus penolakan pada Tari.


"Iya Mas" Nala melangkah cepat tanpa ada bantahan sedikitpun. Gantari menatap nanar kepergian punggung Nala yang hilang ditelan belokan. Sebanyak apapun dia meminta pada Arya, semua akan berakhir percuma. Sebab Gantari bertemu dengan Nala adalah sesuatu hal terlarang baginya.


"Katakanlah apa yang kamu ingin katakan"


Tari menghela nafas pelan. "Mas Arya tahu istilah swargo nunut neroko katut?" Arya geming. Laki-laki itu benar-benar hanya akan meladeni pembicaraan inti. Sampai Tari harus melanjutkan pembicaraan tanpa jawaban Arya.

__ADS_1


"Lupakan apa yang aku ucap barusan Mas. Aku kesini hanya meminta maaf karena telah merepotkan banyak hal pada Mas Arya dan pada Nala."


Arya masih geming.


"Dan terimakasih atas semua kebaikan keluarga kecil kalian pada aku yang tak berdaya ini. Terimakasih juga untuk rasa ketidak percayaan Mas padaku, karena itu adalah hukuman yang paling pantas aku terima. Oh iya Mas, apakah Nala sedang mengandung? Aku lihat dia lebih berisi dan nampak begitu ceria." Paparnya. Saat mengatakan itu Tari tersenyum penuh haru. Binar matanya mengisyaratkan kalau Tari akan sangat merasa senang jika tuduhannya benar. Ia secara diam-diam memanjatkan do'a untuk Nala.


Arya memberi tanggapan lewat garis sudut bibirnya yang terangkat sedikit. Lalu berkata "Iya".


Gantari menunduk dalam seraya memejamkan matanya penuh syukur. Diantara rapatnya kelopak mata yang terpejam, setetes demi setetes bulir air mata jatuh berderai bak rinai hujan di musim semi. Siapa sangka, Gantari yang terkesan manipulatif kini betulan mengalihkan atensi Arya.


"Gantari" seru Arya. Yudis pun tidak percaya apa yang tengah ia dengar. Sang Juragan untuk pertama kalinya memanggil nama pada Gantari. Kalau situasinya dulu, perempuan pemilik Nama itu akan berteriak kegirangan. Dan untuk sekarang, hanya terdengar seperti--sebuah rasa kasihan.


Gantari membuka matanya perlahan. "Iya Mas." Jawabnya, hanya untuk sebuah isyarat bagi Arya untuk melanjutkan kalimat.


"Hiduplah dengan baik. Jika kamu menginginkan kebebasan di luar sana, saya akan melepaskanmu." Kata Arya. Yang perempuan mengusap jejak air matanya lalu mengatur nafas.


"Aku tidak menginginkan kebebasan, tapi aku menginginkan untuk tidak hidup sendirian. Bukan Mas, bukan aku mau minta dinikahkan lagi oleh Mas Arya, hanya saja aku ingin pergi dari kehidupan kalian. Aku tidak bisa selamanya terus menjadi beban orang lain."


"Mas, aku gemukan ya? Atau malah kurus hehe. Aku selalu makan setiap hari kiriman makanan dari Mas dan Nala. Aku selalu hidup dengan baik di setiap waktu dengan rasa penyesalan. Tapi aku tidak bisa tidur beberapa hari belakangan. Untuk tertidur saja aku tidak bisa Mas, apalagi bahagia."


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya, selain soal kata pergi? setiap orang bebas menentukan jalan hidupnya masing-masing." Seru Arya.


"Aku tidak tahu harus apa."


"Kamu tidak mau menyalahkan saya?"


"Tidak Mas. Untuk apa aku melakukan itu? Aku tidak pernah berpikiran untuk marah pada Mas Arya karena telah memisahkan kami. Aku dan Mas Wirya berbeda alam karena sudah ketentuan Tuhan."


"Mas, bilang sama Nala ya. Aku sayang sama dia. Aku titip pesan untuknya, agar jangan pernah lelah menjadi orang baik. Karena jadi jahat itu lebih melelahkan."


"Aku pamit pergi Mas."

__ADS_1


Aku pergi dari kalian


Angin dingin berhembus mengusap kulit. menerbangkan dedaunan kering sebagai pengantar kepergian Tari. Kepergian yang hampa dalam kesunyian, dengan membawa segenap cinta yang tidak pernah ia reguk manisnya. Langit ikut menggelap saat Tari sudah berada di tepi jurang kematian. Ia berdiri di sana cukup lama.


Kakinya sudah tidak menapak pada pijakan. Badannya melayang menabraki udara dengan mata mengadah ke langit. Tangannya direntangkan seolah ia memiliki sayap.


Mas Wirya, aku ingin datang menyusulmu. Meskipun Aku tidak yakin kita bisa bertemu atau tidak?


Kata orang cinta harus diperjuangkan selagi masih ada waktu tersisa. Namun aku terlalu bodoh untuk mengartikan perjuangan itu sendiri.


Nala, aku menyayangimu. Semoga hidupmu bahagia selalu dengan Mas Arya. Maaf, maaf dan maaf.


Hantaman keras itu datang pada Tari. Menggelapkan dunia di matanya untuk selamanya-lamanya.


Suami idaman part satu


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️Sekian☘️☘️☘️☘️☘️☘️


.


.


Kepercayaan sangat mudah untuk di hancurkan, namun terlalu sulit untuk di kembalikan. Jadi pesan author, selagi ada akal untuk berpikir dan hati nurani untuk merasakan, jangan pernah coba untuk merusaknya.


Cerita suami idaman part satu ini aku tulis sangat berbeda sekali dengan ekspektasi awal. Pengennya bikin yang jaman dahulu berbau koloni Belanda, eh jadinya kaya Angling darma. Apa tutur tinular? atau mungkin si gerandong hehe.


Ngomong-ngomong gerandong jadi inget Basir dan Ono nih.


Novel ini akan ada part duanya pemirsa. Bercerita soal kehidupan anaknya Arya dan Nala nanti. Konfliknya nggak nemen-nemen banget kok. Yang ringan aja nggak kaya part satu. Pokoknya nggak ada pengkhianatan, perberanteman ciat, ciat, ciat, ataupun pertumpahan darah. Nggak ada ya.


Yang ringan-ringan aja, yang cocwit-cocwit- aja hehehe.

__ADS_1


Salam hangat


Zenun Smith


__ADS_2