
Malik bangkit dari duduknya untuk mengejar rima, dia meninggalkan alby sahabatnya berdua dengan perempuan gatel itu.
perempuan tadi menggerutu kesal begitu malik beranjak pergi begitu saja.
"cih perempuan murahan. " cibir alby pada perempuan itu lalu beranjak pergi untuk menemui kolega nya yang lain.
Disisi lain rima berhenti di sebuah meja pojok ruangan itu, rima memutuskan untuk mengambil makanan karena rasa kesal nya membuat perut nya lapar, masa bodo dengan suaminya.
rima duduk lalu memakan beberapa kue yang telah ia ambil dengan penuh semangat seperti orang kelaparan, hingga ia tak sadar jika dirinya tengah diperhatikan oleh seorang lelaki yang tak lain ialah suaminya sendiri.
malik menggeleng kan kepalanya ketika melihat nafsu makan sangat isteri, malik mendekati rima namun sebelum itu ia mengambil botol air mineral dari meja prasmanan.
saat malik mendekat saat itu pula rima terkejut dan tersedak ketika melihat suaminya ada didepannya.
uhuk uhuk uhuk
Malik membantu rima dengan menepuk punggung rima lalu juga memberi kan botol air mineral yang langsung diminum oleh rima.
"sudah lebih baik. " tanya malik dengan nada datar nya sambil menatap rima dengan tajam.
"em-ya." jawab rima gugup.
"Isteriku kenapa kau pergi begitu saja. " tanya malik lagi dengan tegas.
"a-aku lapar, "
"ya sudah habiskan makanan mu lalu kita kembali lagi ke depan karena sebentar lagi acara akan dimulai" ucap malik
setelah rima selesai makan, mereka berdua kembali ke tempat duduk mereka, ketika acara dimulai banyak para pengusaha memberikan penawaran tinggi pada barang yang dilelang.
__ADS_1
saat acara selesai,kini rima tengah menemani malik yang disapa oleh beberapa rekan bisnisnya.
"Rima.. " suara perempuan yang familiar ditelinga nya membuat rima melihat ke arah sumber suara ,ia terkejut ternyata yang memanggilnya barusan adalah sahabatnya nina.
nina melambaikan tangannya dengan tersenyum begitu rima melihat ke arah nya, jarak keduanya tak terlalu jauh dan rima meminta izin sebentar kepada suaminya untuk menemui sangat sahabat.
"Mas aku izin sebentar ya, disana ada sahabatku aku ingin menemuinya. " ucap rima meminta izin dengan menunjukan sahabatnya yaitu nina.
"Hmm, jangan lama-lama. "
Rima mengangguk dengan tersenyum, lalu ia berjalan menghampiri nina saat keduanya dekat mereka langsung berpelukan.
"nina apa kabar? ,dedek bayi juga apa kabar"tanya rima dengan mengelus perut buncit nina.
"baik tante.. " sahut nina dengan menirukan suara anak kecil, lalu mereka berdua tertawa.
"kita cari tempat duduk dulu yuk, biar ngobrolnya enak. " ajak rima dengan menggandeng lengan sahabatnya.
"kamu kok sendirian mas reno mana nin? "
"dia lagi ke toilet sebentar rim, sebenarnya aku tuh udah liat kamu pas baru masuk tadi, tapi kata mas reno nanti aja nyamperin kamu nya pas acara lelang nya selesai. " tutur nina menjelaskan.
"oalah, kalo tau disini juga ada kamu pasti aku nggak bakalan bosen nin. "ucap rima.
" eh iya, lah kamu kesini sama siapa? "tanya nina penasaran.
" aku.. "belum selesai rima berbicara reno datang menghampiri meja mereka dengan nafas ngos-ngosan karena panik mencari sang isteri.
" sayang..aku dari tadi nyariin kamu.. kamu kok.. loh rima? "ucap reno saat menyadari jika disana juga ada rima.
__ADS_1
" Hai mas.. "sapa rima sebiasa mungkin, dan ditanggapi senyum oleh reno.
" mas reno lama aku kan cape nunggu kamu,ya udah deh aku sama rima aja dari pada bosen nggak ada temen. "ucap nina merajuk.
" maaf sayang, tadi pas keluar toilet mas ketemu rekan bisnis mas, jadi kami ngobrol dulu maaf ya udah buat kamu sana dedek bayi nunggu lama."
"ada syaratnya sebelum kita pulang aku mau beli es krim, kalo nggak diturutin aku nggak akan maafin mas reno. "
"oke.. oke.. " ucap reno menyetujui.
ekhem.
"obat nyamuk bos,aku berasa jadi nyamuk karena liat keromantisan kalian berdua. " celetuk rima dengan tertawa kecil.
"sory." ucap nina dan reno bebarengan, lalu mereka bertiga tertawa dan kembali berbincang dengan seru tanpa memperdulikan sekitar.
dan tak menyadari jika ada seorang yang memperhatikan mereka bertiga dengan tatapan yang sulit diartikan, lelaki tersebut merupakan malik,ia melangkah menuju ke arah meja isterinya setelah rekan-rekan bisnisnya berpamitan.
saat sampai dibelakang rima malik memegang pundak rima yang membuat rima terkejut dan menengok ke belakang lalu mendapati sangat suami tengah berdiri dibelakangnya.
"mas.. "
"bisakah kita pulang sekarang? " tanya malik dengan menatap dalam mata isterinya.
Rima mengangguk, lalu berdiri dia akan berpamitan pada nina dan reno namun ia melihat kedua orang itu terdiam dengan pandangan mata yang menyorot ke arah nya seakan bertanya.
Tangan rima merangkul lengan suaminya membuat suaminya itu hanya membiarkan saja apa yang akan dilakukan rima sang isteri.
"Ini suami aku. " ucap rima memperkenalkan malik lalu tersenyum lembut ke arah malik suaminya.
__ADS_1
Reno dan Nina terbengong lalu saling pandang mereka berdua Sepecles dengan apa yang baru saja mereka dengar dari rima.