Suami Idaman

Suami Idaman
48


__ADS_3

Rima diam sebentar mencerna ucapan sang suami yang mengatakan "berkemas"lalu tiba-tiba pikiran buruk menghinggapi otaknya, kedua mata rima mulai berkaca-kaca sambil kedua tangannya menggenggam tangan sang suami dengan erat sampai membuat suaminya itu mengkerut bingung.


"Mas aku minta maaf banget kalo aku bikin salah sama kamu dan nenek, tapi tolong kasi tau aku dimana letak kesalahan aku biar bisa aku perbaiki mas, aku nggak punya siapa-siapa lagi... " ucap rima dengan tangis yang mulai pecah.


Malik gelagapan dan berusaha menenangkan isterinya itu agar tidak menangis.


"Sayang cup cup cup.. siapa yang mau ngusir kamu sayang.? "


Mendengar pertanyaan suaminya membuat rima menghentikan tangisnya,entahlah 3 hari terakhir ini perasaan nya rada sensitif.


"B-bukannya ka-mu nyuruh aku berkemas? ".ucap rima dengan masih agak sesegukan.


Malik menarik pinggang sang isteri,tanganya terulur untuk membelai wajah isterinya lalu perlahan malik pun memberikan kecupan lembut di kening isteri nya, matanya menatap sayang mata sang isteri yang kini tengah menatap nya juga.


" Pikiran mu terlalu jauh sayang, aku dan nenek sangat bersyukur kamu hadir didalam kehidupan kami, maksud aku bilang kita berkemas karena aku mau ngajak kamu dan nenek liburan ke villa keluarga kita sayang. "ucap malik menjelaskan.


" Liburan mas.? "

__ADS_1


"Iya...sudah yuk kita packing beberapa baju buat dibawa ke villa. " ajak malik kepada isterinya.


Setelah selesai packing beberapa baju nya dan sang isteri malik mengajak rima untuk turun ke lantai satu,dikarena kan kepala pelayan sudah mendatangi kamarnya dan memberitahukan bahwasanya mobil yang akan mereka pakai sudah siap.


Saat tas yang berisi pakaian gantinya dan sang istri dimasukan ke bagasi mobil oleh kepala pelayan malik sempat bertanya apakah neneknya sudah pulang lalu kepala pelayan menjawab jika nyonya besar belum pulang.


Akhirnya malik menyuruh rima untuk masuk ke mobil terlebih dahulu karena ia akan menelpon sang nenek sebentar.


Panggilan pun tersambung.


"Hallo."


"Ck, ini sudah sore mengapa kau belum pulang juga!, tadinya aku mau mengajak mu juga untuk liburan ke villa keluarga kita."


"๐˜“๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ..๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ญ๐˜บ?,๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ,๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ท๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข. "


"Hem, ya sudah... nenek jangan pulang terlalu malam tidak baik!. "

__ADS_1


"๐˜ช๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜บ๐˜ข ๐˜ค๐˜ถ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข... " ๐˜ถ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


Malik mendelik sebal karena dikatakan bawel oleh neneknya, memang sih..dia menjadi orang yang sangat protektif terhadap kesehatan sang nenek.


Meskipun dia selalu cuek dan jarang memiliki waktu bersama sang nenek karena disebabkan pekerjaannya yang sangat banyak, tapi dia selalu menyempatkan waktu untuk memantau kesehatan neneknya melalui kepala pelayan setiap bulan ,serta selalu meminta kepala pelayan untuk menyajikan makanan yang sehat2 untuk neneknya konsumsi.


"Ya sudah akan ku matikan telfon nya, karena aku dan isteriku sudah akan berangkat sekarang. "


"๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ช-๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฐ๐˜ฉ ๐˜ช๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ท๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜จ๐˜ช yah, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ช-๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ..." ๐˜ต๐˜ถ๐˜ต.


blusss.


Wajah malik merah padam seketika, ia memikirkan ucapan neneknya yang membuat otak kotor nya travelling kembali saat membayangkan dirinya ketika meng unboxing sangat isteri.


ekhem ekhem


malik berdehem beberapa kali untuk menjernihkan otaknya dari bayang-bayang kotor, lalu ia menyusul isterinya yang sudah ada didalam mobil.

__ADS_1


Hallo halllo halllo..... met ciangggg๐Ÿ˜˜๐Ÿคญโค


__ADS_2