
Rima diam sebentar mencerna ucapan sang suami yang mengatakan "berkemas"lalu tiba-tiba pikiran buruk menghinggapi otaknya, kedua mata rima mulai berkaca-kaca sambil kedua tangannya menggenggam tangan sang suami dengan erat sampai membuat suaminya itu mengkerut bingung.
"Mas aku minta maaf banget kalo aku bikin salah sama kamu dan nenek, tapi tolong kasi tau aku dimana letak kesalahan aku biar bisa aku perbaiki mas, aku nggak punya siapa-siapa lagi... " ucap rima dengan tangis yang mulai pecah.
Malik gelagapan dan berusaha menenangkan isterinya itu agar tidak menangis.
"Sayang cup cup cup.. siapa yang mau ngusir kamu sayang.? "
Mendengar pertanyaan suaminya membuat rima menghentikan tangisnya,entahlah 3 hari terakhir ini perasaan nya rada sensitif.
"B-bukannya ka-mu nyuruh aku berkemas? ".ucap rima dengan masih agak sesegukan.
Malik menarik pinggang sang isteri,tanganya terulur untuk membelai wajah isterinya lalu perlahan malik pun memberikan kecupan lembut di kening isteri nya, matanya menatap sayang mata sang isteri yang kini tengah menatap nya juga.
" Pikiran mu terlalu jauh sayang, aku dan nenek sangat bersyukur kamu hadir didalam kehidupan kami, maksud aku bilang kita berkemas karena aku mau ngajak kamu dan nenek liburan ke villa keluarga kita sayang. "ucap malik menjelaskan.
" Liburan mas.? "
__ADS_1
"Iya...sudah yuk kita packing beberapa baju buat dibawa ke villa. " ajak malik kepada isterinya.
Setelah selesai packing beberapa baju nya dan sang isteri malik mengajak rima untuk turun ke lantai satu,dikarena kan kepala pelayan sudah mendatangi kamarnya dan memberitahukan bahwasanya mobil yang akan mereka pakai sudah siap.
Saat tas yang berisi pakaian gantinya dan sang istri dimasukan ke bagasi mobil oleh kepala pelayan malik sempat bertanya apakah neneknya sudah pulang lalu kepala pelayan menjawab jika nyonya besar belum pulang.
Akhirnya malik menyuruh rima untuk masuk ke mobil terlebih dahulu karena ia akan menelpon sang nenek sebentar.
Panggilan pun tersambung.
"Hallo."
"Ck, ini sudah sore mengapa kau belum pulang juga!, tadinya aku mau mengajak mu juga untuk liburan ke villa keluarga kita."
"๐๐ช๐ฃ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ..๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ฐ๐ถ๐ด๐ญ๐บ?,๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ๐ข๐ฏ,๐ฃ๐ช๐ข๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ด๐ถ๐ญ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ ๐ท๐ช๐ญ๐ญ๐ข. "
"Hem, ya sudah... nenek jangan pulang terlalu malam tidak baik!. "
__ADS_1
"๐ช๐บ๐ข ๐ช๐บ๐ข ๐ช๐บ๐ข ๐ค๐ถ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ฆ๐ญ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐บ๐ข... " ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฌ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ธ๐ข ๐ฏ๐บ๐ข.
Malik mendelik sebal karena dikatakan bawel oleh neneknya, memang sih..dia menjadi orang yang sangat protektif terhadap kesehatan sang nenek.
Meskipun dia selalu cuek dan jarang memiliki waktu bersama sang nenek karena disebabkan pekerjaannya yang sangat banyak, tapi dia selalu menyempatkan waktu untuk memantau kesehatan neneknya melalui kepala pelayan setiap bulan ,serta selalu meminta kepala pelayan untuk menyajikan makanan yang sehat2 untuk neneknya konsumsi.
"Ya sudah akan ku matikan telfon nya, karena aku dan isteriku sudah akan berangkat sekarang. "
"๐๐ข๐ต๐ช-๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฅ๐ช๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ, ๐ฐ๐ฉ ๐ช๐บ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ด๐ถ๐ญ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ ๐ท๐ช๐ญ๐ญ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ฑ๐ข๐จ๐ช yah, ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ด๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฃ๐ข๐บ๐ช-๐ฃ๐ข๐บ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ข๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ฐ๐ฌ๐ฆ, ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ..." ๐ต๐ถ๐ต.
blusss.
Wajah malik merah padam seketika, ia memikirkan ucapan neneknya yang membuat otak kotor nya travelling kembali saat membayangkan dirinya ketika meng unboxing sangat isteri.
ekhem ekhem
malik berdehem beberapa kali untuk menjernihkan otaknya dari bayang-bayang kotor, lalu ia menyusul isterinya yang sudah ada didalam mobil.
__ADS_1
Hallo halllo halllo..... met ciangggg๐๐คญโค