Suami Idaman

Suami Idaman
40


__ADS_3

Keesokan paginya saat rima ingin membuka mata nya, ia merasakan perasaan hangat dan nyaman yang membuat ia memilih memejamkan matanya kembali.


Namun detik berikutnya rima menyengit heran karena merasakan pergerakan disebelahnya, ia membuka matanya dan alangkah terkejutnya rima saat membuka kedua matanya karena mendapati wajah sangat suami yang sangat dekat dengan wajahnya.


𝘐𝘯𝘪 𝘯𝘨𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘴 𝘮𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘥𝘪𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘹 𝘬𝘰𝘬 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪... (𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘭𝘢𝘱 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪).


Rima yang penasaran mengarahkan telunjuknya untuk menyentuh hidung suaminya, dan itu nyata... kemudian ia juga menoel-noel pipi suaminya beberapa kali, dan sekali lagi dapat rima rasakan bahwa itu nyata dan itu bukan lah mimpi.


"Eumm...sayang... "gumam malik karena merasa tidurnya terganggu.


Rima membelakan matanya karena ternyata yang di sampingnya ini beneran suaminya bukan mimpi atau bayangan.


Dengan perlahan dan hati-hati rima bangkit dan turun dari kasur, ia turun dengan sangat perlahan agar tak mengganggu tidur suaminya.


𝘗𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘭𝘦𝘮 𝘱𝘢𝘴 𝘵𝘦𝘭𝘱𝘰𝘯𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘥𝘦𝘩 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘰𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘫𝘢...

__ADS_1


Rima menggaruk kepalanya yang tak gatal, masa bodo lah yang terpenting sekarang ia harus mandi.


...****************...


Setelah mandi rima memilih keluar kamar untuk membantu menyiapkan makanan, sekalian bertanya kepada kepala pelayan barang kali beliau tahu jam berapa suaminya itu datang.


Pas sekali saat turun rima melihat kepala pelayan yang sedang mengatur tata letak guci kesayangan nenek agar terlihat estetik, rima pun mendekat dan menepuk pundak kepala pelayan yang membuat beliau agak terkejut.


" Nona... anda mengejutkan saya. "


"Ahh... tuan muda semalam sampai disini pukul 4 subuh nona. "


"Okey.. terimakasih info nya, oh iya apa sarapan sudah siap? "


"Kalau itu sudah nona... "

__ADS_1


"Ya sudah lanjutkan pekerjaan mu sepertinya kau suka sekali menata ruangan padahal dua hari yang lalu ruangan ini baru kau tata ulang. " ucap rima dengan melangkah menuju kamar nenek sembari menahan tawa nya karena kebiasaan unik kepala pelayan.


Kepala pelayan menggaruk tengkuknya sendiri yang tak gatal, benar kata nona mudanya, dua hari yang lalu dirinya kan baru saja menata ulang ruang tamu namun, perasaanya mengatakan bahwa ia belum melakukan itu, ahhh...bodo amat gini lah kalo pekerjaan semua udah beres tangan dia jadi gatal sendiri ingin mengerjakan sesuatu.


Kembali kepada rima, dia mengetuk pintu kamar nenek dan ada sahutan dari dalam yang menyuruhnya untuk masuk, saat masuk rima melihat nenek yang tengah menyimpan benang-benang rajut nya di meja kecil dekat tempat tidur.


"Nenek ayo kita sarapan. " ajak rima dengan melangkah mendekati nenek.


Nenek tersenyum kearah rima dengan menganggukan kepalanya, ketika ia berdiri rima segera membantunya dengan menggandeng lengannya ketika berjalan dan itu membuatnya kembali tersenyum melihat tingkah cucu menantunya.


Saat akan sampai meja makan nenek dan rima mengobrol ringan kembali, nenek juga mengajak rima untuk mengunjungi rumah sahabatnya, karena sang sahabat mengundang nya untuk datang ke rumah karena ada acara syukuran 4 bulanan cucu nya yang tengah hamil.


"Oh iya nek.. apa nenek tahu mas malik udah pulang.! " ucap rima memberitahu nenek.


Nenek menyengit ke heran an, ketika mendengar ucapan rima, ia tak menyangka jika cucunya itu akan pulang se awal ini, karena biasanya cucunya itu bisa sampai 2 bulan tak pulang dan tanpa kabar, jika sedang ada pekerjaan diluar negeri.

__ADS_1


𝘛𝘶𝘮𝘣𝘦𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩 𝘯𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘶𝘢 𝘮𝘪𝘯𝘨𝘨𝘶.


__ADS_2