Suami Idaman

Suami Idaman
45


__ADS_3

"Apanya? "


Tanya rima dengan wajah polos nya,sambil menatap wajah suaminya yang tengah tersenyum ke arah nya, rima akhirnya menyadari sesuatu senyuman yang suaminya perlihatkan itu adalah senyuman dengan sejuta maksud.


Buru -buru saja rima melepaskan diri dari pelukan suaminya, ia yang akan beranjak pergi dari hadapan sang suami malah ditarik kembali dan tubuhnya yang oleng jatuh diatas tubuh suaminya.


Mata mereka berdua bertemu terdengar detak jantung dari keduanya dan itu membuat mereka berdua berdehem dan saling memalingkan wajah mereka yang sama-sama memerah.


Rima kembali berdiri begitu pun dengan malik yang langsung duduk tegak diatas ranjang, suasana nya seketika menjadi sangat canggung sebab mereka berdua diam tak bersuara karena sedang mengatur detak jantung mereka masing-masing agar kembali normal.


Setelah rima berhasil mengatasi rasa canggung nya ia kembali memberanikan diri untuk berbicara dengan suaminya.


"M-mas, kayaknya demam mu udah sembuh deh kamu mau mandi sekarang atau nanti sore saja mas? "tanya rima dengan berusaha bersikap biasa saja.


" Ekhem, aku mandi sekarang saja, lagian badanku rasanya udah lengket. "

__ADS_1


"Y-ya udah aku siapin dulu ya mas air hangat nya. " ucap rima lalu bergegas masuk ke kamar mandi dan menyiapkan keperluan mandi suaminya, tak lama rima keluar dari kamar mandi dan memberitahu malik jika air nya sudah siap.


Malik berjalan menuju kamar mandi namun tanganya di cekal oleh rima saat dirinya akan mencapai pintu kamar mandi.


"Ada apa..? " tanya malik begitu rima mendekatinya jujur ia juga tegang saat sang isteri mendekatinya duluan, ketika wajah isterinya mendekat malik memejamkan kedua matanya namun.


Rima berjinjit untuk melepaskan kompres tempel yang masih menempel dengan cantik di kening suaminya, saat selesai rima menahan tawa nya karena mendapati sang suami yang sedang memejamkan kedua matanya dengan bibir yang dimonyongkan.


"puftt, mas kamu ngapain...? ,aku tuh cuman ngelepasin kompres di jidat mu loh...." tanya rima dengan menahan tawa nya.


Tanpa kata lagi malik bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, didalam sana malik merutuki dirinya sendiri bagaimana bisa pria tampan idaman para wanita sepertinya ,terlalu ke geeran didepan sang isteri.


๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ญ.. !


๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ? , ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช...!

__ADS_1


"Tapi aku memang ingin mencium bibirnya kembali.. " gumam malik yang tengah berendam sambil memejamkan matanya sebentar.


Malik menyentuh bibirnya sendiri lalu tersenyum kecil membayangkan nanti dia akan bisa dengan puas memiliki waktu berdua dengan isterinya tersebut.


Dikamar rima sedang menyiapkan baju yang akan dipakai suaminya namun tiba-tiba suara notifikasi pesan masuk dari ponsel suaminya membuat rima melirik sebentar ke arah ponsel itu, rima tak ada niat untuk mengecek meskipun penasaran namun ia ingin menghargai privasi sang suami.


Rima juga merapihkan tempat tidur, lalu membawa piring kotor bekas makan suaminya tadi ke dapur, dari sana rima tak kembali kekamar ia memilih untuk menghirup udara segar di taman belakang,rima menyirami satu persatu bunga disana lalu memotong daun bunga yang sudah mati.


"Maaf ya bunga tadi pagi aku lupa ngasih minum unuk kalian... "


"Dimaafkan kok nona cantik, kan nona cantik sibuk merawat suaminya yang sedang sakit. " Suara itu membuat rima seketika menoleh kebelakang dan mendapati suaminya yang tengah berdiri di pintu sambil tersenyum tampan.


Terimakasih buat para readers yang udah mampir di karya aku... ๐Ÿคญ


Silakan tinggalkan ๐Ÿ‘ kalian+komen+LoPe โค

__ADS_1


bye ูฉ(เดฐฬ€แด—เดฐฬ)แต‡สธแต‰


__ADS_2