Suami Idaman

Suami Idaman
60


__ADS_3

Dokter telah memeriksa kakek tersebut dan mengatakan jika si kakek terkena demam serta data tahan tubuhnya menurun oleh sebab itu si kakek butuh istirahat yang cukup.


dokter juga memberikan resep yang harus ditebus diapotik.


Rima membawa nampan yang berisi bubur yang baru saja ia buat untuk si kakek, ia meletakannya di nakas samping tempat tidur.


"Semoga beliau cepat sembuh. " gumam rima dengan menatap kasihan ke arah kakek yang sedang berbaring karena pingsan.


"Aminn." ucap malik yang kebetulan mendengar gumaman isterinya ketika ia masuk tadi.


"Sayang lebih baik kamu bersihkan dirimu biar kakek ini aku saja yang menunggui nya sampai dia bangun. "


Rima mengangguk menuruti ucapan sang suami lalu dirinya bergegas ke kamar nya dan sang suami dilantai dia untuk membersihkan tubuhnya dari keringat.


Malik yang baru saja duduk disofa kamar itu samar-samar mendengar suara rintihan yang berasal dari si kakek, sontak malik langsung mendekat dan mengguncang pelan lengan si kakek untuk membangunkan nya.


"Kakek.. bangun.. kakek! "

__ADS_1


Si kakek tersentak dan langsung membuka kedua matanya dengan nafas yang tak teratur, malik mencoba membuat si kakek duduk menyender.


"Dimana ini nak..? "tanya kakek dengan nada lemas.


" Anda sedang berada di villa saya, tadi anda pingsan dan isteri saya meminta saya untuk menolong anda. "


"Terimakasih banyak nak, kamu dan isterimu sungguh orang baik karena sudi sudah menolong kakek, sekali lagi terimakasih. "


"Oh iya silakan dimakan ada bubur yang dibuat langsung oleh isteriku, ia khawatir karena sempat mendengar penjelasan dari dokter jika anda belum sarapan sama sekali. "ucap malik sambil memberikan mangkuk yang berisi bubur kepada si kakek.


" Sekali lagi terimakasih atas kebaikan mu dan isterimu nak. "ucap si kakek.


" Sudah lah jangn terus berterimakasih, ini aku juga telah menebus obat dari apotik silakan anda minimal supaya demam di tubuh anda kembali normal. "balas malik dengan memberikan obat yang barusan ia tebus.


Tak lama pinu kamar itu dibuka dari luar dan rima lah yang membukanya sehingga membuat malik berdiri dari sofa dan berjalan menghampirinya.


" Kakek bagaimana keadaan anda apa sudah lebih baik? "tanya rima dengan perhatian.

__ADS_1


Nggak tahu apa kalo si mas suami kesel ngeliat isterinya perhatian ke orang lain.


" Kakek baik nak, terimakasih ya kamu dan suamimu telah menolong kakek semoga kebaikan yang kalian lakukan ini akan dibalas oleh yang maha kuasa kelak. "


"Amin." ucap rima dan malik bebarengan.


"Kakek beristirahatlah sebentar lagi, jika kakek sudah lumayan pulih nanti aku dan suamiku akan mengantar kakek sampai kerumah kakek tapi jika kakek mengijinkan nya. "


"Beristirahat lah kek kami tinggal keluar sebentar ya, ayo mas. " ucap rima mengajak suaminya karena ia ingin membiarkan si kakek untuk beristirahat kembali.


Sampai diluar kamar rima memberitahukan kepada suaminya jika ingin mandi dia telah menyiapkan air, handuk serta baju ganti yang ia letakan di atas kasur, malik yang mendengarnya dengan senang hati untuk mandi namun sebelum itu ia mencuri ciuman dikeringkan sang isteri terlebih dahulu.


"Mas! " gerutu rima karena lagi-lagi perbuatan sang suami sukses membuat wajahnya bersemu merah, sedangkan si penyebabnya sudah masuk ke dlam kamar nya untuk bergegas mandi


.


"Lebih baik aku masak menu untuk makan siang deh..?. " karena percuma saja kesal dan berteriak tok tak akan di dengar.

__ADS_1


__ADS_2