Suami Idaman

Suami Idaman
Suami Idaman


__ADS_3

" Jangan harap kamu akan bertemu dengan anak anak mu, kamu ibu yamg tega sekali put, kamu hanya memikirkan dirimu sendiri, kalau kamu tidak pulang hari ini, akan aku talak kamu dan mimpi saja bertemu dengan fano dan lia. " Drttt sebuah pesan masuk di handphone ku ini seketika menghentikan aktifitas makan malam ku dengan Pak Erick.


Secara tak sengaja air mata ini jatuh di setiap sudut mata ku, menarik perhatian Pak Erick yang sedang makan.


" Pesan masuk dari siapa put ? " sambil dia mengelap mulutnya dan meminum soft drink yang berada di samping piringnya.


" Bukan siapa siapa pak, mari kita lanjutkan makan nya pak. " Seketika langsung aku masukan kembali handphone monochorme ku ini ke dalam tas.


" Puti, nanti kita mampir ke counter handphone ya, sepertinya kamu perlu ganti handphone mu dengan yang baru, ehh jangan menolak, sekarang posisi kamu adalah asisten pribadi saya, dimana semua urusan pekerjaan dan pribadi tentang saya adalah merupakan tanggung jawab mu titik."


" I.. iya pak, saya akan menaati perintah bapak. Tapi.. pak Brata bilang hanya urusan pekerjaan saja pak. "


" Sstt.. " sambil jari telunjuknya mengarahkan ke bibir ku ini, reflek aku senang tapi mengingat status ku ini masih istri orang, langsung ku tepis tangannya untuk ke sekian kali.


" Kamu, jangan banyak bicara ya, turuti saja apa perintah saya, saya gak mau ada kata penolakan, karena tujuan saya adalah yang terbaik, mengerti ! "


Setelah kami selesai makan malam, tak lama kemudian saya dan pak Erick datang ke sebuah counter di bilangan mall yang dibilang mall kelas sosialita.


Tidak perlu lama lama pak Erick membelikan ku sebuah handphone bergambar apel kroak, dan aku lihat harga nya setara dengan gajiku ditambah 5 juta lagi pada posisi asisten pribadi.


" Mana handphone warisan mu, sini. "


" Ini.. ini pak " kemudian kuserah kan hp jadul ku ke pak Erick, aduh.. gawat, SMS SMS dari mas Andri belum aku hapus, dan juga pesan yang tadi belum sempat aku hapus juga.


Tak sengaja pak erick melihat notifikasi yang ada di layar handphone, dan memang hp jadulku tidak aku kasih password.


Saking aku malunya aku melarikan diri ke toilet wanita, dalam hati berkata, apa yang akan aku katakan pada pak Erick, aku malu telah membohongi nya.

__ADS_1


Agak lama aku di toilet wanita, kemudian dengan memberanikan diri, aku keluar dari toilet menuju counter handphone yang terletak tak jauh dari toilet tersebut


" Ini handphonenya put, maaf ya tadi saya tidak sengaja membaca pesan masuk dari suamimu, ayo saya antar kamu pulang ke kost an mu. " Ku perhatikan air muka pak Erick berubah seperti bersimpati terhadapku.


" Put, apapun masalahmu dengan suami, saya tidak berhak ikut campur, tapi sebagai lelaki yang ... Emmm.. yang.. maksud saya sebagai lelaki, saya sedih ada seorang suami berkata kasar kepada istrinya. "


Aku tidak membalas perkataannya, sekarang yang aku rasakan antara senang, karena perekonomian ku membaik, sedih karena harus berpisah sementara waktu dengan anak anak, dan disisi hati ku, bahwa aku masih mencintai suami ku mas Andri, di sisi hati satunya lagi aku kecewa besar terhadapnya.


Sampailah aku di depan rumah kos ku ini, kuperhatikan pak Erick tampak tertegun melihat kos kos an ku ini, " kenapa pak, kok melihatnya seperti itu ?"


" Tidak put, gak apa apa, istirahat ya, untuk sementara tidak usah kamu berpikir yang aneh aneh dulu. " Kemudian pak Erick menunggu sampai aku masuk ke rumah tersebut dan kudengar di balik pintu seketika dia melajukan mobilnya.


Keesokan harinya, wita teman sesama cleaning servis tiba tiba melempar kemoceng ke arahku " ini put, bersihin ruangan meeting sekarang, mau dipakai nanti jam 9 pagi. "


" Tapi wit.. " aku ingin menjelaskan, tapi aku coba menuruti saja permintaan temanku ini, karena memang job desk mengenai asisten pribadi juga belum tahu detailnya.


" Ma.. maaf pak Ricky, kan memang Puti ini posisinya sama seperti saya, jadi saya meminta tolong kepadanya untuk membersihkan ruangan meeting pak. " Jawab wita merasa kebingungan.


" Kamu saja yang membersihkan, Puti kamu ikut ke ruangan saya. " Tegasnya.


" Tunggu di ruangan ku ya put, jangan kemana mana " pintanya secara halus kepada ku.


Semua kepala direksi di kumpulkan di ruangan meeting, karena ruangannya bersebelahan dengan ruangan kerja pak Erick, maka masih bisa aku dengar semua percakapan mereka. Ternyata pak Erick mengumpulkan semua kepala direksi, salah satunya memberitahukan perihal posisi baru ku di kantor ini.


Tiba tiba Bu sesil sebagai sekretaris pak Erick masuk ke ruangan kerja pak Erick, berjalan anggung namun angkuh dan tidak ada senyuman pun ke arah ku. Aku tersenyum pun tidak digubrisnya.


Kemudian dia langsung bilang kepadaku " hati hati, jangan kelenjean, kegatelan sama pak Erick ya, atau aku adukan ke mbak Clara, pacar nya pak Erick,bisa habis kamu. Ingat ! ". Sambil dia melotot ke arah ku.

__ADS_1


" Iya Bu, aku akan bekerja secara profesional. "


Setelah beberapa puluh menit, akhirnya pak Erick kembali ke ruang kerjanya dan langsung mengajak ku ke sebuah butik kenalannya. " San, coba kamu ambilkan busana yang sesuai dengannya, sepatu sepatu apapun yang menurut kamu cocok dipakai olehnya, jangan kurang dari 15 busana dan sepatu, kalau lebih malah aku senang, dan Kartu debit sudah saya serahkan kepada puti, layani dia dengan baik. " Titahnya kepada kepala butik tersebut.


" Puti, buat dirimu senyaman mungkin, tunggu sampai saya kembali, hanya meeting biasa di cafe mall sebelah. " Kemudian dia berlalu keluar dari butik dan aku langsung di berondong dengan baju baju yang ku lihat berharga fantastis.


" Sudah mbak jangan sia sia kan kesempatan ini, akan aku berikan baju baju terbaik di butik ini mbak " jawab kepala butik sambil menyerahkan busan busana yang terbaik di butiknya.


Setelah capek aku dibuatnya, sampai 20 pasang busana dan seragam kantor beserta sepatu, sampai makanan pun disajikan oleh pelayan butik tersebut, karena memang aku lapar dari pagi seketika piring itu bersih masuk ke perut ku ini.


Notifikasi pesan masuk kali ini, ku baca ternyata pesan dari mas Andri yang berisi " oke Puti, aku ikuti permainan kamu, kamu mau aku talak ?, Aku talak kamu langsung talak 3, ga usah kamu kembali dan jangan harap sepeser pun harta dari ku akan kuberi untuk mu, ******* murahan, hahahaha mati kau, aku yakin sekarang kamu sedang kesusahan uang, melacur saja put untuk biaya sehari hari kamu, siapa suruh kabur dari ku put..hahaha wanita bodoh ! "


Sesak dada ini, sebegitu kejamnya kata kata mu mas.. aku bukan ******* mas.


Segera ku balas pesan nya " terima kasih mas atas keridhoan mu menalak aku, suatu hari akan aku jemput anak anak ku dan aku jamin mereka tidak akan menyusahkan kamu lagi. " Tak terasa air mata ini jatuh tidak tahu ke berapa kalinya.


Kepala ku tiba tiba pusing, mata ku berkunang kunang, walaupun perut sudah terisi, badanku terasa dingin, samar samar ku lihat seorang wanita cantik berdiri di hadapanku. Aku rasa aku mengenalnya, dia itu wanita yang ingin dijodohkan oleh orang tua pak Erick, Mbak Clara.


" Hei.. pakai pelet apa kamu ke Ricky ?, Kuperingatkan kamu ya, jauh jauh kamu dari Ricky, dia itu calon suami aku, ngerti kamu ! " Dan langsung menyiram bekas es kopi nya ke arah muka ku.


" Mbak..mbak..maaf ya jangan berkelahi disini, ini butik loh, dan mbak Puti ini adalah pelanggan butik ini. " Bela kepala butik ini dan langsung meminta pelayan butik untuk segera membawa masuk aku ke ruang ganti.


" Ingat Lo, gue gak akan tinggal diam " setengah berteriak dan security berusaha membawa mbak Clara ke luar butik.


" Put.. aku lihat mobil Clara dari butik ini juga, kamu tidak apa apa kan ? "


" Tidak pak, mbak Clara hanya memilih milih busana saja " biarlah tindakan Bu Clara tidak aku ceritakan kepada pak Erick.

__ADS_1


Ku lihat pak Erick berbicara dengan kepala butik ini, entah apa yang mereka bicarakan. Aku lelah, kemudian pak Erick berjalan ke arah ku, dan tiba tiba tangan ku di gandengnya entah kemana.


__ADS_2