
Para pelayan termasuk Eden, mereka tidak menyangka bahwa Elenoa bisa bersikap seperti itu.
" Kenapa anda meminta hal itu? " Tanya Eden, yang baru selesai makan.
Elenoa tersenyum lembut dan mendorong teh yang baru dituangkan dan kue, kepada Eden.
" Beliau orang yang sangat baik." Bisik pelayan.
" Anda tidak perlu repot-repot menuangkan teh untuk saya. " Ucap Eden yang merasa tidak enak.
| Aku tidak menyangka dia adalah wanita yang baik. | Pikir Eden.
" Sudah, kau tidak usah berbicara. " Ucap Elenoa.
" Kalian boleh memakan semuanya, karena aku tidak suka membuang makanan. " Ucap Elenoa seraya tersenyum dingin.
Kedua pelayan laki-laki itu berbisik.
" Jangan-jangan, setiap kali kita mengirimkan makanan, beliau selalu membuangnya. " Pelayan itu berbisik.
" Sepertinya begitu. " Jawab temannya.
Eden mendengar bisikan mereka, Eden pun segera memperingati mereka, dengan menginjak kaki mereka.
Mereka pun diam dan melanjutkan makan.Eden menggigit kue dan tersenyum kepada Elenoa.
...----------------...
Keesokan harinya.
Elenoa pagi-pagi pergi ke kamar para pelayan, sebagai Teo, sesuai janjinya. Dia harus kembali dan mengisi absensi.
Seperti biasa, Eden selalu ada dan dia mengabsen semuanya, selalu seperti itu.
Setelah Elenoa di absen, dia di perintahkan untuk menghadap Johannes.
Tentu saja Elenoa pergi menghadap Johannes.
Ruang makan Johannes.
Elanoa menghadap Johannes, saat ini Johannes tengah sarapan pagi dan bersiap-siap. Tentunya Eden pasti membantu Johannes bersiap-siap.
" Saya menghadap yang mulia Grand Duke. " Ucap Elenoa sopan.
Johannes mengabaikan Elenoa, dia sibuk dengan makanannya dan pakaiannya.
Eden sibuk memakaikan Jas, Johannes sudah seperti raja. Dia di layani dengan baik.
Dari pada itu, Elenoa lebih tertarik dengan makanan yang ada di atas meja.
Elenoa menatap ke arah makanan yang di makan oleh Johannes, di atas meja tersebut hanya ada satu makanan.
__ADS_1
| Sepertinya dia sedang diet. | Pikir Elenoa.
Johannes menaruh alat makan, dan meminum segelas air. Tidak lupa dia mengelap bibirnya dengan kain untuk membersihkan sisa makanan dari mulutnya.
| Dia makan cukup rapih. Yah, itu wajar karena dia seorang bangsawan.| Pikir Elenoa.
Johannes selesai berpakaian dan sarapan. Kemudian dia menatap Elenoa seraya membuka mulutnya.
" Ini waktunya kau menunjukkan seberapa bergunanya dirimu. " Ucap Johannes.
Elenoa menjawab dengan sopan.
" Saya akan berusaha untuk menunjukkan kegunaan saya. " Ucap Elenoa.
| Jika bukan usulan yang ku berikan kepada putra mahkota, aku mungkin tidak akan terjebak seperti ini. | Pikir Elenoa.
Johannes mengangguk, dan dia pun berdiri bersiap untuk pergi. Tentu saja Elenoa mengikuti Johannes dari belakang.
" Eden, kau sekarang bisa beristirahat. Biarkan Teo yang menggantikanmu. " Ucap Johannes.
Eden pun mengerti, dia pun membungkuk melepas kepergian Johannes.
" Semoga pekerjaan anda berjalan dengan lancar. " Ucap Eden seraya membungkuk.
Johannes pergi bersama Elenoa.
...----------------...
Satu kereta kuda sudah di siapkan di depan halaman. Pintu kereta kuda pun sudah di buka oleh sang kusir.
| Kenapa hanya ada satu, aku tidak mau satu kereta dengannya. | Pikir Elenoa.
Johannes melewati Elenoa begitu saja, dia masuk dan duduk di dalam kereta. Elenoa pun mau tidak mau harus berbagi kereta dengannya.
Namun sebelum Elenoa akan melangkah masuk, Johannes berbicara kepada kusirnya.
" Tutup pintunya!! " Perintah Johannes kepada kusir.
Pak kusir sesekali melirik Elenoa yang belum masuk.
" Biarkan saja, dia akan jalan kaki. " Ucap Johannes.
" Apa?!! " Elenoa terkejut.
Elenoa yang mendengar ucapan Johannes dia sangat kesal. Bagaimana mungkin dia jalan kaki, sedangkan Johannes naik kereta kuda.
" Apa anda bercanda? " Tanya Elenoa kesal.
| Pria ini!!!! dia memintaku untuk jalan kaki??!!! yang benar saja?!!! | Pikir Elenoa kesal.
Johannes melirik tajam ke arah Elenoa dan dia berbicara dengan tegas.
__ADS_1
" Patuhi perintanku!! Jangan membantah!! " Ucap Johannes.
" Haaahh....apa-apaan ini? " Elenoa masih tidak terima.
| Rasanya aku ingin menarik kerah pria imponten itu!! | Elenoa terus mengutuk Johannes dalam pikirannya.
" Jika kau tidak mau, kau bisa berhenti bekerja dan berdiam diri saja di penjara!! " Ucap Johannes.
Mendengar hal itu, Elenoa tidak punya pilihan lain selain mematuhi perintah Johannes.
| Dari pada aku di kurung di penjara, lebih baik aku ikuti saja permintaannya. | Pikir Elenoa.
" Baiklah, seberapa jauh tempat itu? " Tanya Elenoa.
" Kau ikuti saja keretaku. " Ucap Johannes.
" Tolong....jangan samakan kaki saya dengan kaki kuda. " Ucap Elenoa.
" Kereta kuda anda melaju kencang, bagaimana saya bisa mengikuti anda? " Tanya Elenoa kesal.
| Pria bedebah!! | Sekali lagi, Elenoa mengutuk Johannes.
" Itu urusanmu, bukan urusanku. " Ucap Johannes.
Elenoa mengepalkan tangannya menahan amarah, dia dengan suara yang di tekan berbicara kepada Johannes.
" Baiklah...
" Saya akan mengikuti anda dari belakang. " Ucap Elenoa kesal.
| Jika saja ada kendaraan lain yang bisa di sewa, aku akan menyewanya. Masalahnya, di sini tidak ada kendaraan yang di sewakan. | Pikir Elenoa.
" Jalan!! " Johannes menyuruh kusir untuk menjalankan kereta kudanya.
Elenoa yang di tinggalkan di belakang, mau tidak mau dia harus berlari mengikuti kereta Johannes.
" Sialan!!!! pria impontennnn!!! " Elenoa berlari.
Kereta kuda Johannes melaju kencang, Elenoa berlari mengejar kereta Johannes seraya mengutuk Johannes. Dengan keringat yang bercucuran Elenoa mengutuk suaminya sendiri.
| Bedebah!! sialan!! pria imponten!!......Aku mengutukmu!!! semoga pakaianmu di penuhi kotoran burung!! semoga sepatumu besar sebelah!! semoga makanan mu hambar semua!!! Dasar brengsek!! | Elenoa mengutuk Johannes dalam batinnya.
Johannes hanya duduk santai di dalam keretanya, dia sesekali melirik ke belakang dan melihat Elenoa.
" Sepertinya dia akan pingsan sebentar lagi. " Gumam Johannes.
Elenoa terus mengejar kereta kuda Johannes. Sesekali dia kesulitan dalam pakaiannya, terutama dadanya yang terbungkus dengan kain. Dia takut itu akan terbuka, karena dirinya banyak bergerak.
" Sial!! ku pikir aku membungkus dadaku dengan benar~~~
Elenoa berbicara seraya berlari.
...----------------...
Bersambung.....
__ADS_1