Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 49


__ADS_3

Keesokan harinya.



" Ughhh.....kepalaku rasanya mau pecah. " Johannes baru saja tersadar dari masa kritisnya, dia memegang kepalanya.


" Kemana pakaianku?... " Johannes menatap tubuhnya yang setengah telanjang, dia bertanya-tanya kemana pakaiannya.


Belum cukup, Johannes pun mengingat kejadian tadi malam, hanya saja dia hanya mengingat sebagian.


" Aku?....kenapa aku bisa ada di sini?....


| Coba aku ingat lagi...Aku meminum air beracun, lalu aku bertemu dengan pria yang memakai topeng. Sialnya, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Setelah aku terbentur ke pohon, aku tidak sadarkan diri. Lalu.....|


| Apa lagi setelah itu?.....|


| Teo...yah...aku sekilas melihat Teo. | Johannes terus mengingat, tapi dia hanya mengingat sampai situ.


" Teo....aku bertemu dengan Teo....Lalu, dimana Teo?


" Kenapa dia tidak ada di sini?.....


Johannes bangun, dia berusaha berdiri dan berjalan.


" Kemana dia?....


Johannes keluar dari Gua, dia keluar dengan langkah kaki lemas. Saat dia keluar dari Gua, Johannes mendapati seekor kuda putih yang terikat di pohon.


" Kuda?....." Gumam Johannes, yang terus menatap kuda tersebut.



Johannes kemudian berjalan ke arah kuda tersebut dengan lambat, lalu dia mengusap kuda itu.


" Kuda ini milik.....


" Apa kuda ini di bawa oleh Teo, lalu dia pergi ke mana....." Johannes bertanya-tanya.


Dia terus melirik ke sana kemari, tapi tidak ada apapun.


" Sebenarnya, apa lagi yang aku lupakan. " Johannes memegang pelipisnya, lalu dia merasa bahwa dirinya telah melupakan sesuatu.


Saat Johannes terus mengingat, tiba-tiba ada suara yang terdengar, itu adalah suara air.


" Suara air, jika tidak salah di sini ada sebuah Danau...." Gumam Johannes.


Dia pun tertarik dan menuju ke Danau yang dia maksud.


" Apa itu Teo? " Johannes bertanya-tanya, seraya berjalan ke arah sumber suara.


Suara air semakin dekat, saat pohon yang rimbun terus terlewati oleh Johannes.

__ADS_1


...----------------...


Danau di dekat Gua.



Elenoa tengah membersihkan dirinya, tentunya dia juga membersihkan pakaian Johannes yang kotor.


" Tidak akan ada orang yang melintas kan? " Gumam Elenoa.


| Aku harus mengatakan apa kepada John, terlebih lagi pernikahan kita hanyalah pernikahan kontrak. | Pikir Elenoa.


Di saat dia membasuh tubuhnya, Elenoa terus memikirkan, bagaimana seharusnya dia berbicara kepada Johannes mengenai identitasnya.


" Bicara saja, urusan marah ataupun tidak, itu nanti saja. " Ucap Elenoa.


Elenoa kemudian mengingat malam yang sedikit panas, dia menelan ludahnya, wajahnya seketika memerah saat dia mengingat bagaimana Johannes menciumnya dengan agresif.


" Apa yang aku pikirkan—


| Walau bibirnya sedikit kasar dan dingin, tapi aku memang cukup menikmatinya....| Pikir Elenoa.


Karena dia merasa malu, Elenoa merendam tubuhnya yang telanjang ke dalam air Danau.


...----------------...



" Apa dia sedang membersihkan diri? " Johannes bertanya-tanya, dia sekarang ada di dekat pohon besar, pohon itu lumayan dekat dengan Danau.


Johannes melihat danau, tapi tidak ada apa-apa di sana.



" Tidak ada ap—


Saat Johannes terus melihat ke arah Danau, tiba-tiba Elenoa muncul dari dalam air, dengan badan yang setengah terendam dengan air.


Akan tetapi, punggungnya terlihat jelas, bahwa dia tidak memakai pakaian apapun. Dengan rambut terurai panjang, dan punggung putih yang basah dan lembut.


Johannes yang melihatnya, dia segera berbalik dan mengalihkan pandangannya.


| Teo, adalah wanita? | Pikir Johannes tidak menyangka.


Johannes bersembunyi di balik pohon besar, pikirannya kacau, dia bertanya-tanya, ternyata Teo adalah perempuan.


| Tidak, lebih dari itu. Dari belakang aku merasa tidak asing. Rambut pirang bergelombang setengah pinggang. Dia seperti Elenoa, apa dia benar-benar Elenoa. | Pikir Johannes.


Johannes dengan detak jantung yang tidak karuan, dia kembali melirik Elenoa.


Di waktu yang bersamaan, Elenoa berbalik dengan posisi menyamping. Terlihat sedikit wajah Elenoa, meskipun saat itu dia sedang menunduk.

__ADS_1


Johannes yang sudah memastikan, dia pun bersembunyi lagi di balik pohon besar.


" Hah.....Teo adalah perempuan? sekaligus Elenoa, istriku? " Gumam Johannes pelan.


Johannes kemudian mengingat potongan yang dia lupakan tadi malam, dia yang mencium, dan memeluk Teo selaku Elenoa.


| Malam tadi, aku melakukannya. Jadi aku melakukannya dengan Teo, yang juga istriku Elenoa. | Pikir Johannes.


| Selama beberapa bulan terakhir, Teo yang menarik perhatianku dan juga selalu menolongku. Ternyata adalah istriku sendiri, jadi aku tertarik dengan istriku sendiri....Syukurlah..| Pikir Johannes.


Johannes merasa senang, bahwa kedua orang yang menarik perhatiannya itu, adalah orang yang sama. Yaitu istrinya sendiri.


Dadanya mulai berdegup kencang. Tidak, sedari tadi, dadanya memang berdegup tidak karuan.


" Dia istriku...." Gumam Johannes, dengan wajah merah bercampur serius.



Dia tidak ingin melihat istrinya yang sedang mandi.


Akan tetapi pada saat yang sama, ada juga keinginan untuk melihat lebih banyak. Dia ingin kembali dan melihatnya telanjang.


Dia ingin memastikan lebih lama, bahwa Teo adalah Elenoa, selaku istrinya.


" Aku ingin memastikannya lebih lama....."


| Kulitnya tampak sangat berkilau dan putih. Seolah-olah itu terlihat seperti kulit bayi dan lembut untuk disentuh. | Johannes memikirkan punggung Elenoa.


| Tidak, Johannes. Tahan, kau harus pergi, sebelum dia mengatahuinya. | Pikir Johannes.


Dia harus pergi. Kepalanya berputar menandakan tidak mau, dan sepertinya udara segar yang unik di hutan itu menendang paru-parunya.


| Aku tidak ingin pergi....| Gumam Johannes dalam batinnya.


Johannes memejamkan matanya. Johannes berjuang dengan dirinya sendiri dan dia bisa mendengar jantungnya berdebar lebih keras.


Johannes bahkan sangat takut bahwa suara itu bahkan bisa didengar oleh Elenoa.


" Aku hanya akan menunggu di sini......" Dia meneguhkan hatinya.


Saat suara air berangsur-angsur mengecil, detak jantung Johannes pun terdengar rileks.


Elenoa selesai membersihkan tubuhnya, dia kemudian memakai pakaian basahnya.


Johannes hanya bisa bersembunyi dengan hati yang campur aduk.


...----------------...


BERSAMBUNG.....


" Aku sebenarnya berbohong kepadamu.....

__ADS_1


__ADS_2