
Johannes belum menyelesaikan kata-katanya, dia berdiri dari duduknya dan berbicara.
" Tapi kata-kata itu bohong....bohong jika aku mengaku tidak mencintai perempuan sepintar dan sebaik dirinya." Johannes dengan perasaan yang bercampur aduk, dia mengatakan yang sejujurnya.
| Aku suka melihat bibirnya yang tersenyum hangat, aku suka melihat mata merah yang menatapku, aku suka rambutnya yang bergelombang.....Semua yang ada pada dirinya aku menyukainya. Jika aku tidak bisa melihatnya, aku mungkin akan kembali kemasa-masa di mana dia tidak ada. |
| Tapi mungkin itu tidak akan kembali seperti semula, aku akan hancur. Pasti hatiku akan kosong, dan dingin...Aku mencintainya hingga aku rela mengorbankan segalanya, hingga aku rasanya hampir gila. |
Johannes terus mengutarakan hatinya, dia benar-benar mencintai Elenoa, dia tidak mau kembali ke saat-saat di mana dia tidak bisa melihat Elenoa.
Elenoa yang masuk ke dalam hidup Johannes telah memberikan kesan dan tempat di hati Johannes. Hingga dia berpikir, jika hidup tanpa Elenoa mungkin kehidupannya tidak akan berjalan normal.
Mendengar ungkapan Johannes, Raja Tristan, dia terkejut, dia pikir perkataan Johannes di awal adalah kebenaran.
Dengan bibir yang seakan sulit terbuka, Tristan berbicara.
" ....Jadi, kau mencintainya? " Tanya Tristan.
" Benar, aku mencintainya, bukan lagi obsesi tetapi rasanya aku sudah tersihir dan di mabuk oleh dirinya. Meski kau sekali pun, aku tidak akan menceraikan istriku. " Johannes dengan penuh keyakinan berbicara.
Dia melawan orang kepercayaannya sendiri. Tristan dia sekali lagi hanya tersenyum dengan ungkapan Johannes.
" .....Kau, ini bukan dirimu lagi Johannes. " Ucap Tristan.
" Ya, ini bukan diriku. " Ucap Johannes seraya pergi dari ruangan tersebut.
" Dia sudah berubah. " Tristan bergumam dengan menatap pintu keluar.
Pintu yang di lalui oleh Johannes, Tristan bergumam lagi.
" ...John, kau mungkin tidak akan menang. " Gumam Tristan.
" Ahh, aku lupa, seharusnya istrinya juga datang. Karena aku mengundangnya. " Gumam Tristan.
Jadi, Tristan juga mengundang Elenoa. Tapi Elenoa tidak kunjung datang.
Saat Tristan sedang bergumam dan memikirkan Johannes, tiba-tiba suara perempuan terdengar dari luar.
" Yang mulia, boleh saya masuk? " Itu adalah suara pelayan perempuan.
" Masuklah. " Tristan mengizinkan.
Pelayan itu masuk seraya membungkuk.
" Salam yang mulia. Saya ingin melaporkan bahwa Grand Duchess sudah kemari saat anda berbicara dengan Grand Duke, tapi beliau kembali lagi. " Pelayan itu mengatakan bahwa Elenoa sudah datang tapi kembali lagi.
" Kenapa? " Tanya Tristan.
" Saya tidak tahu, tapi setelah mendengar teriakan Grand Duke, beliau tiba-tiba saja ingin kembali. " Pelayan itu berbicara.
" Begitu. Kau boleh pergi. " Ucap Tristan.
| Sepertinya, dia mendengar pembicaraan kami. | Pikir Trsitan.
...----------------...
" Dia tidak mencintaimu Elenoa, kenapa aku harus mencintainya. " Elenoa dalam kereta kudanya bergumam.
Dia bergumam seraya berpikir, mengenai kejadian tadi.
Aku sudah mendapat kepastian hari ini, bahwa Johannes tidak mencintaiku.
Pagi hari sekali, aku mendapat surat undangan dari Istana, Eden yang mengantarnya.
Aku langsung pergi ke istana pagi-pagi, saat aku tiba di sana, pelayan istana mengatakan bahwa Johannes berada di dalam dan sedang berbincang dengan Yang mulia raja.
Pelayan juga menyuruhku untuk masuk, mereka bilang bahwa Yang mulia raja ingin berbicara bersama.
" Nyonya, Grand Duke juga ada di dalam. Anda bisa masuk, karena Yang mulia sudah menunggu. " Ucap pelayan itu.
Aku akan masuk, tapi tiba-tiba aku mendengar kata bercerai dari dalam.
' Bercerailah.....
| Cerai? | Aku bertanya-tanya dalam batinku.
" Nyonya, kenapa tidak masuk? " Tanya pelayan yang ada di sebelah ku, dia terlihat menatap tanganku yang memegang gagang pintu.
Aku melepas gagang pintu itu dan berdiri di sana.
Lalu kata-kata lainnya terdengar, mereka membicarakanku. Terutama aku mendengar teriakan Johannes saat dia mengatakan bahwa dia tidak mencintaiku.
Kata-katanya sangat membekas di dalam, rasanya sesuatu telah hancur ketika teriakan itu terdengar.
| Dia tidak mencintai ku, bahkan dia mengakui itu. | Pikirku.
__ADS_1
Aku tadinya berharap dia mengatakan bahwa dia mencintaiku. Tapi harapan itu tidak terjadi.
" Nyonya, anda sudah diam beberapa menit di depan pintu. " Ucap Pelayan tersebut.
" ....Sebaiknya aku kembali besok, tolong sampaikan permintaan maaf ku. " Ucapku.
Aku berbalik dengan ragu-ragu dan pergi meninggalkan pelayan tersebut, aku melihat sekilas wajah pelayan itu seperti bertanya-tanya.
Lagi pula kenapa aku jatuh cinta dengan pria kasar seperti dirinya.
Ingatan itu sudah selesai.
Dalam keretanya, Elenoa terus bergumam dengan sesekali mengutuk Johannes.
" Kenapa juga aku harus mencintai orang kejam dan pemarah seperti dirinya. Dia hanya memiliki wajah tampan dan tubuh yang bagus....
Tapi jujur saja, Elenoa sebenarnya ingin menangis.
" Sial...jika di pikirkan lagi, dia juga pria yang kaya dan populer, tidak ada yang kurang dari dirinya...
" Kalau cerai ya cerai saja, lagi pula pernikahan kita hanya kontrak. Dan kontrak sebentar lagi akan selesai. " Gumam Elenoa.
...----------------...
2 hari kemudian.
Johannes pulang ke rumah, dia baru pulang, selama ini dia terus bekerja dan mengatur rencana agar urusannya selesai.
Dengan wajah yang lesu dan mata yang kurang tidur, Johannes mengistirahatkan tubuhnya di sopa ruang kerjanya.
Dia tidur, mungkin karena dia tidak tidur selama 2 hari.
" Yang mulia, anda baru pulang setelah 2 hari. " Gumam Eden yang melihat Johannes terbaring di atas sopa dalam keadaan lelah.
| Sebenarnya, masalah apa yang membuat beliau tidak pulang selama 2 hari. | Eden bertanya-tanya.
Karena dia tidak mau mengganggu Johannes, Eden keluar dari ruangan.
...----------------...
Keesokan harinya, Johannes bangun di pagi hari, dia merasa badannya segar setelah tidur selama satu malam.
| Selama dua hari, aku mengatur rencana dan menyiapkan semuanya. Selain itu, aku juga mengetahui apa yang menjadi alasan dari kondisiku selama ini. | Pikir Johannes.
Dia meregangkan badannya lalu berpikir mengenai Elenoa.
" Istriku pasti bertanya-tanya kemana aku selama 2 hari ini. " Gumam Johannes.
| Aku harus segera menemui dirinya, dan menjelaskan kemana aku pergi selama 2 hari. | Pikir Johannes.
Johannes segera bersiap-siap, dia ingin memberikan tampilan yang layak di lihat untuk istrinya.
Dia memakai pakaian yang rapih, bahkan Johannes mengatur rambutnya dengan gaya rambut baru.
" Apa aku sudah terlihat tampan? " Johannes mempertanyakan penampilannya.
" Eden!! " Panggil Johannes.
" Ya, yang mulia. " Eden datang dengan cepat.
" Bagaimana penampilanku? " Tanya Johannes seraya membenarkan pengikat dasinya.
Eden yang melihatnya, dia malah berpikir.
| Ini yang kedua kalinya beliau bertanya mengenai penampilannya. | Pikir Eden.
" Anda sudah tampan yang mulia. " Ucap Eden dengan anggukan.
" Kau boleh pergi. " Ucap Johannes.
" Baik, yang mulia. " Ucap Eden patuh.
Johannes dengan penampilan yang sempurna dan gagah, dia langsung menemui Elenoa di kediamannya.
...----------------...
Kediaman Elenoa.
Johannes datang ke kediaman Elenoa, tapi saat tiba di sana, Elenoa tidak ada.
__ADS_1
Dia pun mencarinya di kebun bunga belakang kediamannya.
Dan di sana ada Elenoa yang sedang berjalan dengan payung yang melindungi dirinya dari sinar matahari.
" Dia ternyata ada di sini. " Gumam Johannes.
Johannes menghampiri Elenoa. Elenoa yang merasakan kedatangan Johannes, dia pun menatap Johannes.
Dengan bergumam.
" .....Dia akhirnya muncul.....
Elenoa bergumam, lalu dia berhenti tepat di depan Johannes.
" Kenapa anda datang? " Tanya Elenoa dengan dingin.
Johannes merasakan perubahan dari sikap Elenoa, dia merasa jika dia berubah menjadi dingin.
Cuaca yang ada di sana tidak sesuai dengan situasi yang berada di antaranya. Meskipun sinar matahari mencolok menghangati kulit mereka.
Tapi karena pertanyaan Elenoa yang dingin, semuanya berubah.
" Aku datang karena merindukanmu. " Ucap Johannes sedikit malu.
" ..... " Elenoa tidak bereaksi dengan ungkapan Johannes.
Johannes semakin bingung dengan sikap Elenoa.
| Rindu dia bilang, omong kosong. | Pikir Elenoa.
Elenoa berjalan menghindari Johannes, Johannes yang di tinggalkan oleh Elenoa, di merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan, seolah hatinya jatuh ketika Elenoa tidak menanggapinya.
Dia begitu dingin berbeda dari biasanya.
| Apa yang telah terjadi, kenapa dia mengabaikanku? apa dia marah karena 2 hari ini aku tidak menemuinya. | Johannes mulai panik.
Johannes pun berbalik menatap punggung wanita yang terus berjalan menjauh dari pandangannya.
" Istriku?....." Johannes memanggil dengn suara lembut penuh perasaan, dia bahkan memanggil Elenoa sebagai istrinya.
Tapi Elenoa tidak kunjung berbalik.
" Jika aku tidak mengejarnya, aku merasa dia akan hilang dari pandanganku. " Gumam Johannes.
Johannes berjalan cepat ke arah Elenoa, langkah kakinya tidak bisa di hentikan.
" Kenapa? " Johannes meraih tangan Elenoa dan membalikkan tubuhnya seraya bertanya.
Elenoa kaget, dia sampai menjatuhkan payungnya.
Elenoa tidak bisa menatap Johannes, dia dengan kepala menunduk menjawab.
" Bercerailah dengan saya yang mulia.....
Seketika tangan yang mencengkram lengan perempuan itu melemah, Johannes mengeras dengan pernyataan yang tiba-tiba.
Johannes tidak percaya. Kata-kata yang di lontarkan oleh Elenoa bergema di telinganya.
Segala sesuatu di kepalanya menjadi berantakan. Tanpa ada kata, dan tanpa pikiran.
" ....Karena hubungan kita hanya kontrak.....
Elenoa terus berbicara di depan Johannes yang masih diam mengeras.
" ......Kenapa? " Johannes ragu-ragu bertanya.
" Apa kau sungguh menginginkan itu? " Johannes sekali lagi bertanya, tapi tatapannya sangat kosong.
" Ya, karena kontrak kiya sebentar lagi sudah mau berakhir. " Ucap Elenoa.
Ketika mendengar hal itu, Johannes seakan jatuh dari langit, hatinya runtuh. Dia tidak bisa mempercayai hal itu.
Seolah-olah dirinya didorong dari tebing. Tidak ada kata yang keluar. Mulutnya bungkam.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
" Kenapa kau melakukan ini!!!.....
" Keluar!!
__ADS_1