Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 47


__ADS_3

Tapi sebelum pedang tersebut mengenai Jon, Elenoa dari arah kanan melempar batu ke arah tangan Rakian.


' Tak...' Suara batu.


' Trangg....' Suara pedang jatuh.


Pedang Rakian sekali lagi terlempar.


" Sial!!! aku harus segera pergi. " Rakian dengan panik mengambil topeng, dan pedangnya.


Dia berlari meninggalkan Jon, dan Johannes. Sebelum Elenoa melihat wajahnya, dan mengetahui identitasnya.


| Aku tidak mau dia mengetahui sesuatu tentangku. Jika dia tahu, semua rencana yang aku siapkan akan hancur berantakan. | Pikir Rakian.


' Gggrrrrtttttt.....' Jon akan mengejar Rakian.


" Hentikan Jon, jangan mengejarnya!!! " Elenoa datang dengan berteriak.


Jon berusaha mengejar Rakian, tapi Elenoa melarangnya.



' Ggraauuu.....' Jon seperti bertanya, kenapa dia tidak boleh mengejarnya.


" Tidak, Jon. Kau tidak boleh mengejarnya....


" Kau bisa saja mati olehnya...


Elenoa dengan tubuh yang gemetar, dia memperingati Jon. Elenoa tidak mau ada korban lagi, karena dirinya.


" Ahh.....



Elenoa menatap Johannes yang terkapar tak sadarkan diri dengan tubuh yang di penuhi luka.


" Kenapa kau mencariku?.....


" .....Sampai seperti ini?


Elenoa menangis, dia terharu sekaligus merasa bersalah kepada Johannes. Elenoa menyalahkan dirinya dia berpikir mungkin jika dia tidak menyamar sebagai Teo, Johannes tidak akan berakhir seperti ini.


" Ini....


" Ini semua salahku.....kenapa aku menyamar menjadi Teo....


" Jika aku tidak melakukan itu, kau mungkin tidak akan berakhir seperti ini...


Elenoa duduk di samping Johannes yang terkapar, dia perlahan menjulurkan tangannya dan membelai lembut pipi Johannes, yang sedikit tergores.


" Maaf.....maafkan aku...


' Hingggg.....' Jon menyundulkan kepalanya ke tangan Elenoa. Seolah dia sedang menenangkan Elenoa.


" Terima kasih, Jon. Jika aku tidak bertemu denganmu, mungkin aku akan terlambat membantunya. " Ucap Elenoa, seraya mengusap air matanya.


' Grrauuu.....' Jon membalas perkataan Elenoa.


...----------------...


Kilas balik, bagaimana Elenoa bertemu dengan Jon.


Benar, jika aku tidak bertemu dengan Jon, mungkin aku akan terlambat.


Saat aku menuju ke dalam hutan untuk mengejar Johannes, aku sempat kebingungan, karena jalan yang ku lewati sangat gelap.


Dalam keheningan hutan yang gelap, aku bergumam dan berharap. Aku berharap agar Johannes tidak meminum air itu.


" Sebenarnya, dimana dia....


" Jangan sampai, dia meminum air itu.....


" Aku bahkan tidak tahu apa efek dari air itu....


Aku terus bergumam seraya menunggangi kuda dengan cepat dan risau.


Namun, hutan yang ku masuki semakin dalam semakin gelap. Aku tidak bisa melihat apapun.


Saat aku kebingungan, tiba-tiba aku mendengar suara geraman yang familiar.


' Ggrrauuu....'


Itu mirip dengan geraman Jon, si Black Panther yang ada di hutan Venus. Aku memanggilnya dengan suara pelan, karena aku tidak begitu yakin bahwa itu adalah suara Jon.

__ADS_1


" Jon?...." Ucapku pelan.


" Tidak, itu bukan Jon. Dia tinggal di hutan Venus, bukan hutan Goblin.....


Aku menyangkal bahwa itu bukan Jon.


' Grrrrraaauuuu.....' Sekali lagi suara geraman itu terdengar di telingaku, suara itu semakin dekat.


" Aku harus segera pergi dari sini. " Ucapku, aku tidak mau bertemu dengan hewan buas lagi, itu bisa menghambat ku.


Saat aku akan pergi dari kawasan itu, tiba-tiba geraman itu semakin terdengar keras, aku pun berniat pergi ke arah sinar bulan. Untuk memastikan apakah itu Jon atau bukan.


" Jika kau benar Jon, tolong ikuti aku.....


Aku berbicara, mungkin jika di dengar orang, aku akan di sebut sebagai orang gila, yang berbicara sendiri.


Aku menunggang kuda ke arah sinar bulan, saat sinar bulan menerangi sebagian hutan.


Aku melirik kesana kemari, untuk memastikan apa itu benar Jon, atau bukan.


' Grrrrraaauuuu.....' Suara itu terdengar lagi.


Aku melirik ke arah sumber suara, saat aku menatapnya, aku melihat seekor Black Panther yang sedang berjalan ke arahku.



Seolah memastikan, aku memanggil Black Pather itu dengan sebutan Jon.


" Jon?....." Panggilku memastikan.


Saat aku memanggilnya, dia berlari ke arahku, aku sempat takut dan menutup mataku.


Tapi saat aku membuka mataku perlahan, aku mendapati Black Pather itu duduk dengan mengibaskan ekornya manja.


' Ggggrauuu....grauuuu ' Dia benar-benar Jon, dia menatapku dengan manja.


Seperti seekor kucing yang merindukan majikannya.


" Jon??......


" Ini benar-benar kau.....


' Ggraaauuuuuu.......' Jon menjawab dengan riang.


Kilas Balik Selesai......


...----------------...


Perkemahan.



Isis yang di beritahu oleh Eden, bahwa Johannes pergi, dan tidak akan mengikuti kontes berburu. Dia bertanya-tanya alasannya apa, hingga dia tidak ikut berburu, padahal dia sangat suka berburu.


" Kenapa dia tidak ikut berburu?...


" Grace, kau tahukan dia suka berburu? tapi kenapa dia tidak ikut dan malah pergi ke hutan? " Isis bertanya-tanya.


Grace yang saat itu tengah berdiri mendampingi Isis, dia pun menjawab dengan acuh.


" Saya dengar, jika istri beliau masuk ke dalam hutan dan beliau sedang mencarinya. " Jawab Grace.


" Aku tidak mengerti denganya, bukankah dia tidak peduli dengan istrinya? " Tanya Isis.


Grace menjawab dengan lesu.


" Saya tidak tahu yang mulia.....


" Lebih dari itu, sebenarnya di mana Sir Teo? " Tanya Grace.


" Aku ingin menghabiskan waktu dengan Sir Teo....tapi aku tidak melihatnya sama sekali. " Ucap Grace.


Isis tidak pernah mengira jika Grace akan seserius ini dengan Teo, dia sampai mencari seorang pria dan menanyakannya.


" Aku tidak percaya bahwa kau serius dengan Teo. " Ucap Isis.


" Saya sudah terpikat dengan Sir Teo, saya tidak bisa menerima yang lain. " Ucap Grace.


| Pokoknya aku harus mendapatkan Sir Teo, bagaimana pun caranya. | Pikir Grace.


...----------------...


Kembali ke hutan.

__ADS_1




Saat itu tiba-tiba turun hujan, Elenoa yang membawa Johannes, kuda, dan Jon. Dia kesulitan.


" Aku harus segera menemukan tempat untuk singgah, jika seperti ini terus, kondisinya akan semakin parah. " Gumam Elenoa.


Di tengah rintik hujan yang mengguyur tubuh Elenoa, dia tetap berjalan dan mencari tempat untuk singgah.


Lalu tidak lama kemudian, dia melihat sebuah gua, Elenoa pun memberhentikan langkahnya.


" Gua.....


" Apa di sana ada binatang buasnya?


" Jika tidak, sebaiknya aku singgah di sana...


' Gggrraauuu.....' Jon menggeram, lalu dia masuk ke dalam gua itu, seolah mengeceknya.


" Terima kasih Jon. " Ucap Elenoa.


Setelah beberapa menit, Jon pun kembali dari dalam gua tersebut.


' Gggrraau...


' Ggrrrttt.....


Dia seperti bilang bahwa gua itu sudah aman.



Elenoa pun masuk dan dia membaringkan Johannes terlebih dahulu.


" Aku akan mengobatimu John, jadi bertahan lah...." Ucap Elenoa.


Johannes sesekali mengerang kesakitan, dia terlihat menghawatirkan.


Sedangkan Elenoa, dia harus mengikat kudanya agar tidak lepas. Baru setelah itu, dia membuat api unggun dari korek api yang dia bawa dan kayu yang berada di dalam gua.



" Ughhh.....hah...


" Arrggggggghhh.....


Johannes mengerang, dia terlihat meremas dadanya dengan ngeri, mungkin reaksinya bertambah lagi.


" John??....


" Kau kenapa John????....


Elenoa yang sedang sibuk menyiapkan beberapa daun herbal, dia panik melihat Johannes beraksi seperti itu.


" Aaarrgghhhhh......sakit......


" Huuuffttttt........huffftttt.......


" Ini.....menyakitkan....


Elenoa panik, dia dengan cepat memegang kedua tangan Johannes, agar dia tidak melukai tubuhnya.


" Tenanglah John......


" Tolong tenanglah......


" Hiksss.....tenang, aku mohon tenanglah....


Elenoa tanpa sadar menangis lagi, karena dia tidak tega melihat Johannes yang terus meringis kesakitan.


| Bagaimana ini, dia terlihat sangat menderita, di banding dengan kemarin. | Pikir Elenoa.


" Arrrrrhhhhgggggg........


Johannes terus mengerang dengan keringat yang bercucuran, dia bahkan meronta-ronta saking sakitnya efek dari air tersebut.


...----------------...


BERSAMBUNG.....



Ch besok, adalah chapter yang kalian, tunggu-tunggu🤫, sabar yah😁

__ADS_1


__ADS_2