Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 22


__ADS_3


Elenoa yang melihat Johannes terbaring dengan badan penuh darah. Dia pun maju dan menggoyangkan tubuh Johannes dengan kasar.


" Yang mulia?....


" Anda tidak mati kan?....


" Grand Duke?!!....


Dia melihat panah di punggung Johannes, dan Elenoa pun Syok. Dia dengan cepat menggoyang lagi tubuh Johannes.


Elenoa terus menggoyang tubuh Johannes, tapi Johannes tidak merespon, hingga akhirnya membuat Elenoa khawatir.


| Jangan mencabut panahnya, karena itu bisa mengakibatkan pendarah. | Pikir Elenoa.


" Ughh...dia tidak merespon sama sekali."


| Apa dia mati? tidak!! dia tidak mungkin mati. Ughhhh, kenapa aku meninggalkannya tadi?!! dasar bodoh!! | Elenoa menggerutu.


Dia dengan tatapan iba, membalik tubuh Johannes yang tengkurap.


Badan Johannes di balikan dengan susah payah.


" Sial!!.....kau berat!! " Celoteh Elenoa.


" Ukuran tubuhmu hampir setara dengan Gorila!!! berat......" Elenoa terus berceloteh.


Badan Johannes sudah terentang biasa, Johannes meringis sesekali, dia mengambil nafas dengan kasar.


" Ughh....Huft......Huft...." Johannes masih menutup matanya, tapi dia meringis kesakitan.


" Apa anda sudah sadar?!! " Tanya Elenoa panik.


" Hufftt.......hufffttt.... " Johannes hanya bernafas kasar.


Elenoa pun mengecek suhu tubuh Johannes dan lukanya.


" Biar saya cek. " Tangannya di taruh di atas kening Johannes.


Johannes menolaknya, kepalanya terus bergerak menghidari lengah Elenoa.


" Jangan sentuh aku!!! Hufftt.....hufftt.....Haaaaah..." Johannes berbicara dengan suara kacau.


" Biarkan saya memeriksa suhu tubuh anda!!! " Elenoa kekeh.


" Menjauh dariku!!!! " Johannes galak.


| Pria ini!!! | Elenoa geram dalam batinnya.


" Diam!!! " Elenoa berteriak.


" Aku....tidak suka di sentuh!!! " Johannes marah.


" Benar-benar!! sekarang aku sangat kesal. " Ucap Elenoa kesal dan geram.


Elenoa dengan paksa memegang kepala Johannes agar diam. Tentu saja Johannes memberontak.


" Lepaskan....." Johannes memberontak.


" Diam!!! " Elenoa memegang kepala Johannes dengan tegas.


" Ughhhh...kau!!! " Johannes tidak punya kekuatan untuk melawan dia pun akhirnya menyerah.


" Diam!! saya hanya akan mengecek suhu tubuh anda dan luka anda. " Ucap Elenoa mulai tenang.


Elenoa menaruh tangannya di kening Johannes, ketika tangannya besentuhan dengan kening Johannes, Elenoa menyadari bahwa Johannes terkena demam.


" Anda demam, mungkin itu diakibatkan oleh panah yang ada di tubuh anda. " Elenoa mendiagnosa.


| Aku harus segera mengobatinya, akan sangat terlambat jika dibawa pulang ke kediaman. Jarak hutan ini dengan kediaman lumayan memakan waktu. Lagi pula, tidak mungkin aku menunggang kuda tengah malam seperti ini. | Elenoa menimbang-nimbang dalam pikirannya.


" Aku harus mencari tempat untuk singgah, mungkin ada sebuah rumah atau gubuk, meski hanya gubuk itu tidak masalah. " Gumam Elenoa.


" Anda bisa bangun tidak? " Tanya Elenoa.


Johannes hanya bernafas kasar, dia tidak merespon.


" Baiklah, pertama-tama mari kita cari gubuk terlebih dahulu. " Ucap Elenoa.


" Tapi, bagaimana dengan Johannes? " Gumam Elenoa.


Tiba-tiba terdengar suara rerumputan bergoyang.


' Sraakkk..srukk....gusrak...' Suara rerumputan.


" Apa itu? " Elenoa bertanya-tanya cemas.


Dia takut itu binatang buas.

__ADS_1


Elenoa tidak bisa melihat apapun di hutan, karena itu sangat gelap.


Lalu tiba-tiba terdengar suara rauman yang familiar.


' Grrrr—rrauuuu....' Itu adalah suara Jon.


Elenoa pun menyadari bahwa itu adalah suara Jon, Black Panther yang dia berinama dan berimakan.


" Jon? " Elenoa memanggil.


' Sraaraak...' Suara rumput.


Jon pun keluar dari persembunyiannya. Seperti biasa dia hanya menampakkan kepalanya saja.



" Jon?!..." Elenoa melihat Jon karena matanya yang bersinar.



" Kemarilah Jon! " Elenoa meminta Jon menghadap.


Jon pun menghampiri Elenoa, dia sekarang duduk tepat di depan Elenoa dengan mengibaskan ekornya.


" Jon, kau kembali. " Ucap Elenoa seraya mengelus Jon.


Jon melirik ke arah Johannes, dia menggeram marah.



' Grrrrrrrrrttttt.....' Jon menatap lekat Johannes.



" Kenapa? "


' Grrrauuu...Grraauu...hisst...' Jon meraung.


| Mungkin Jon tidak suka dengan Johannes, karena Johannes telah menangkapnya secara paksa. | Pikir Elenoa.


" Jangan sakiti dia, kau bisa berkelahi dengannya nanti, saat dia sudah sembuh!! " Tegur Elenoa.


' Hiieeengg....' Jon murung.


Tapi, pada akhirnya dia diam dan tidak menggeram.


" Jon, apa kau bisa membantuku? "


" Bisakah kau menjaga mahluk ini? " Tanya Elenoa seraya melirik Johannes yang terbaring.


' Grrt....grrraauu...grrrr...' Jon duduk di dekat Johannes.


" Ahhh..sepertinya kau mau. Tapi kau jangan memakannya!! " Ucap Elenoa.


' Graauu...graauuu...' Jon bersuara, seolah dia bilang, dia tidak akan memakan Johannes.


" Kalau begitu aku akan mencari gubuk. " Ucap Elenoa.


" Tolong ya...." Ucap Elenoa seraya menaiki kuda.


...----------------...


Kediaman Johannes.



Kediaman Elenoa.



Eden, beserta pelayan, pergi ke kediaman Elenoa, seperti jadwalnya, dia harus mengantar makanan untuk Elenoa.


Eden sudah masuk ke dalam kediaman, dan dia sekarang tepat di depan pintu kamar Elenoa.



Eden tahu, Nyonya-nya selalu berdiam diri di kamar dan tidak pernah keluar.


" Nyonya pasti ada di dalam kamarnya. " Gumam Eden.


Eden mengetuk pintu masuk kamar Elenoa dengan pelan.


' Tok....tok...' Ketuk Eden.


" Nyonya, saya mengantar makanan untuk malam ini? " Ucap Eden di depan pintu.


"......" Tidak ada yang menyahut.


Sekali lagi Eden mengetuk pintu.

__ADS_1


' Tok..tok.tok ' Eden mengetuk sekali lagi.


" Nyonya, apa anda di dalam? " Tanya Eden.


" ..... " Tidak ada yang menyahut.


Eden berpikir mungkin Elenoa sudah tidur. Tapi Eden berpikir lagi, bahwa Elenoa tidak pernah seperti ini.


Kemudian Eden memerintahkan Pelayan yang datang bersamanya untuk membuka kamar Elenoa.


| Jarang nyanyo seperti ini, aku khawatir nyonya sedang sakit. | Pikir Eden.


" Buka pintunya, takutnya nyonya kenapa-kenapa. " Ucap Eden.


" Baik kepala pelayan. " Bawahannya patuh.


Bawahanya membuka pintu kamar Elenoa.



Eden pun masuk, seraya membungkuk di depan tempat tidur.


Seorang pelayan tidak di perbolehkan mengangkat kepala mereka saat memasuki ruangan majikan perempuannya. Kecuali jika kamar itu kosong. Itu adalah aturan mutlak.


" Nyonya, maaf atas kelancangan saya, saya hanya ingin memastikan jika anda baik-baik saja? " Ucap Eden.


" ......" Tidak ada respon sama sekali.


Eden pun mendongakkan kepalanya dan menatap kasur yang ada di depannya. Dan ternyata Elenoa tidak ada di sana.


" Nyonya!! " Eden panik.


Eden panik dengan tidak adanya Elenoa di kamarnya.


| Kemana nyonya? | Eden bertanya-tanya dengan panik dan bingung.


" Nyonya tidak ada di kamarnya, kalian cari nyonya di seluruh kediaman yang ada di wilayah ini!! " Perintah Eden kepada pelayan yang datang bersamanya.


" Baik kepala pelayan!! " Ucap mereka patuh seraya pergi.


" Kemana nyonya? di luar sana sangat berbahaya, banyak pembunuh bayaran yang berkeliaran. " Gumam Eden Khawatir.


Eden tidak tahu jika Nyonya yang dia maksud adalah Teo, Elenoa tidak bisa pulang karena Johannes yang terluka.


Bagaimana jadinya nanti, apa yang di pikirkan Eden tentang Elenoa yang menghilang dan tidak kembali selama satu malam.


...----------------...


Elenoa menemukan gubuk dan dia segera membawa Johannes ke gubuk itu, untungnya Jon menjaga Johannes dengan benar sesuai dengan perkataannya.


Gubuk di dalam hutan.



Elenoa menyalakan lilin di dalam gubuk itu, tentu saja dia menggunakan alat seadanya, dia hanya mengandalkan batu dan kayu.


" Aku tidak percaya, aku kembali lagi ke zama purba. " Gumam Elenoa yang sudah memegang obor di tangannya.


| zaman dahulu api bisa menyala dengan cara menggesekkan dua buah batu hingga menciptakan percikan api yang bisa membakar rumput atau dedaunan kering. Meski tadi sempat gagal, tapi akhirnya bisa juga.| Pikir Elenoa.


Elenoa segera membaringkan Johannes yang terluka di dalam gubuk tersebut.


" Anda harus berterima kasih kepada saya, karena saya kembali dan menyelamatkan anda. " Gumam Elenoa seraya membaringkan Johannes.



' Bruukk....' Johannes di baringkan tengkurap begitu saja.


" Ughhh...." Johannes mengerang.


| Yah...meskipun itu separuhnya kesalahanku. | Pikir Elenoa yang menyadari kesalahannya.


" Mari kita buat ramuan obat-obatan, untuk bahannya aku sudah mencari bersamaan dengan mencari gubuk ini. Jadi aku tinggal meraciknya. " Gumam Elenoa.


Elenoa mencari barang-barang yang bisa di gunakan olehnya untuk meracik obat.


" Mungkin ini gubuk untuk pengamatan, tapi di sini tidak terlalu buruk. " Gumam Elenoa, seraya menelusuri ruangan di dalam gubuk.


Mulai dari ruangan tengah.



" Tidak ada barang bagus di sini. " Gumam Elenoa, dia beralih ke ruangan lain.


Setelah dia berjalan di dalam gubuk, akhirnya dia menemukan ruangan yang cocok untuk di gunakan dan di situ ada banyak peralatan yang dia butuhkan.


...----------------...


BERSAMBUNG....

__ADS_1



__ADS_2