Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 77


__ADS_3

...18++...


...----------------...


Johannes dengan gairah yang mekar, dia membaringkan lagi Elenoa dengan lembut.


" ...Ha—


" Kenapa aku tidak melakukannya sejak dulu....."


Johannes bergumam dengan menyeka tubuh Elenoa dengan tatapannya, lalu Johannes menundukkan wajahnya dan menelan bibir Elenoa tanpa peringatan.


Saat Johannes mengisap bibir bawahnya dan mengunyahnya, dia memasukkan lidahnya melalui celah, dan dia melakukannya lebih baik dari kemarin.


| Kesenangan ini telah merangsang tubuhku sampai-sampai aku tidak bisa mengendalikannya. Aku tahu aku harus melakukannya perlahan agar Istriku tidak terkejut dan terluka, tapi tubuhku tidak mau mendengarkan. itu semakin sulit. | Pikir Johannes.


Johannes tidak bisa mengendalikan tubuhnya, dia dengan perlahan membuka pakaian Elenoa.


Saat tubuh yang di tutupi oleh pakaian, terbuka tanpa adanya kain sehelai pun, kulit putih tersembunyi terlihat, Johannes semakin tergoda dengan itu.


|Dia memiliki tubuh yang cantik. | Pikir Johannes.


Johannes menarik napas dalam-dalam dan kemudian menundukkan kepalanya untuk menemuinya..


" .....Jangan berpaling dariku, jangan pernah meninggalkanku. " Dalam kata-katanya, ada sesuatu yang berbeda dari keinginan naluriah.


Sesuatu yang menyerupai sikap posesif yang ganas menghantam hatinya.


Elenoa mengangguk halus, lalu dia mengulurkan kedua tangannya. Elenoa perlahan membuka pakaian Johannes.



Tubuh yang di idamkan oleh para wanita itu tersembunyi di balik pakaiannya. Tapi sekarang, Elenoa melihat dengan jelas dan bukan dalam pengobatan apapun.


" .....Tubuh yang bagus. " Elenoa bergumam tanpa sadar.


Johannes kemudian meraih tangan Elenoa dan dia menaruh lengannya di badannya.


" .....Sentuh aku sesukamu...karena aku adalah milikmu. " Ucap Johannes.


Elenoa menatap tubuh Johannes dengan tatapan terkejut, dan tanpa disadari, dia dengan lembut membelai bekas luka di dadanya.


Ketika tangan Elenoa terus membelai tubuh Johannes, Johannes yang sudah tidak tahan, dia menarik napas dalam-dalam pada tindakan Elenoa.


" Ah! " Johannes bersuara lembut.


" ....Kenapa? " Elenoa bertanya-tanya.


" Kau boleh terus menyentuhnya. " Ucap Johannes.


Elenoa kemudian menyentuh lagi otot perut yang terlihat jelas, saat Elenoa meraba ke atas celananya, Johannes tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.


" Ha—


" Berhenti, jika tidak....... bisa bahaya. " Ucap Johannes dengan suara yang terangsang terengah-engah.

__ADS_1


Bahu lebar Johannes terangkat karena nafasnya yang berat. Tanpa kata-kata, Johannes menundukkan lagi wajahnya, dia dengan cepat menelusuri setiap inci dari tubuh Elenoa.


" Ha—


" ....Uh—


Elenoa terus mengerang dengan suaranya yang khas. Semakin Elenoa bersuara, Johannes semakin tidak bisa mengontrolnya.


".....Ap—Apa ini? " Elenoa bertanya-tanya.


Karena pada saat itu, sesuatu tiba-tiba saja dia bisa merasakan sesuatu yang keras di bagian bawahnya.


|Dia ternyata pria normal. Bukan pria imponten.| Pikir Elenoa.


Elenoa mengatupkan giginya karena malu. Terutama saat Johannes perlahan-lahan mulai menyentuh kedua puncaknya.


" Uuhhh, hah...


Elenoa mengerang, saat Johannes memainkan kedua puncaknya dengan sangat lihai, kedua tangan Johannes memegang kedua puncak tersebut.


"......Ini membuatku gila. " Ucap Johannes dengan hasrat yang meledak-ledak.


" ......John...." Elenoa memanggil Johannes dengam suaranya.


Johannes yang sudah tidak tahan lagi, dia membuka lebar kedua kaki Elenoa. Elenoa sempat kaku dan gugup.


" ...Tunggu!!." Cegah Elenoa.


Johannes pun menjawab dengan suara yang terengah-engah.


Setelah mendengar itu, Elenoa melemaskan kedua kakinya. Johannes perlahan mulai membuka lebar kedua kaki tersebut.


Hingga akhirnya pintu rahasia terlihat di sana. Johannes kemudian menunduk dan dia membenamkan wajahnya di antara kedua kaki Elenoa.


" ....Tidak...Uh—


" Aahh—


" Hhnngggh—


Elenoa semakin mengeluarkan suaranya, saat dia merasa sesuatu yang hangat dan kasar masuk ke dalam pintu rahasianya.


Johannes melakukan pemanasan dengan lidahnya, dia terus berkilat menghisap madu yang mengalir dari pintu rahasia Elenoa.


" ......Ha! " Johannes dengan nafas terengah-engah terus membenamkan wajahnya di antara kedua kaki Elenoa.


" ......John, ahh! " Elenoa terus mengerang.


" Jangan gigit bibirmu....itu akan berdarah. " Johannes keluar dari sana, dia langsung memberi peringatan terhadap Elenoa.


" ......Hah, baiklah. " Elenoa menjawab patuh.


|Aku harus mempercepat ini. Suaranya yang sensitiv bisa membuatku tidam terkontrol. | Pikir Johannes.


Johannes kemudian memasukkan jarinya kedalam pintu rahasia milik Elenoa. Sontak Elenoa semakin mengerang.

__ADS_1


" Ah...ahhh! "


Johannes mendorong jarinya sedikit demi sedikit ke dalam di mana Elenoa mengeluarkan madu. Setelah beberapa kali melakukan hal itu, Johannes kemudian akan memulai bagian terpenting dari ritual ini.


" .....Aku akan memulainya sekarang. " Ucap Johannes dengan wajah penuh semangat.


Elenoa yang malu, dia mengangguk.


Johannes melepaskan celananya sendiri, sebuah senjata panjang keluar dengan begitu semangat.


Elenoa yang melihat nya dia terkejut.


| Tidak? Apa itu akan masuk? Itu, terlalu besar. | Pikir Elenoa.


" .....Tolong katakan jika kau ingin berhenti dan merasa sakit. " Ucap Johannes dengan wajah berkeringat.


"....." Elenoa mengangguk malu.


Johannes mulai mengambil senjatanya, dia pun menggosokkan senjatanya ke pintu rahasia Elenoa untuk menemukan celah.


Ujung senjata miliknya di penuhi api, dia terus mencari celah untuk masuk. Elenoa menutup matanya erat-erat. Karena senjata milik Johannes sudah masuk setengah.


" Ah....ahhhh, sakit! " Elenoa mengerang.


" Ini sempit...." Ucap Johannes.


Johannes masih mencoba, dia membuka kaki Elenoa dan memegang pahanya. Johannes mencoba masuk lagi, dan akhirnya bau darah yang kental bercampur dengan aroma khas mengalir keluar melalui celah-celah.


Dalam sekejap, dorongan yang tak tertahankan mengambil alih dari ujung senjata miliknya sampai ujung senjatanya dalam sekejap.


Senjatanya sekarang sudah masuk ke dalam pintu rahasia Elenoa.


" Ahhhhhhh!!! " Elenoa mengerang saat senjata milik Johannes masuk.


" .....Ini sedikit sempit, sangat sempit...." Johannes dengan suara terngengah.


Johannes yang sudah masuk, dia mulai menggesek senjata miliknya. Suara berdecit terdengar, senjata itu terus keluar masuk karena Johannes.


" Ha..aahhhhh!!


" Ugh...hnnnghhh....


" Mmpppph....


Elenoa terus Mengeluarkan suaranya, Johannes tanpa kendor terus masuk. Mereka melakukan aksi gaya bebas tersebut sampai mereka lelah.


...----------------...


BERSAMBUNG.......


Uwaaaaaa😭😭😭



Gile, malu banget dah, bikin adegan dewasa kek gini. Author berdosa sekali🙈......

__ADS_1


__ADS_2