
| Ada apa dengannya? | Isis bertanya-tanya.
" Lupakan itu. Bagaimana dengan Teo? " Tanya Johannes.
Isis menjawab Johannes dengan semangat dan sumringah, dia benar-benar menyukai Teo.
" Dia akan bekerja besok denganku. " Jawab Isis.
Johannes sedikit bergumam. Dia tidak menyangka bahwa Teo benar-benar menerima tawaran Isis.
" Gaji yang ku berikan lebih besar darinya. Tapi dia lebih memilih Isis." Gumam Johannes pelan.
Elenoa memang menerima tawaran Isis, karena dia tidak mau terus bekerja dengan Johannes. Bukan karena sikap Johannes, tetapi karena identitasnya sebagai Istri Johannes.
" Ambil saja dia, lagi pula dia tidak terlalu berguna. " Ucap Johannes bohong.
Tentu saja, Elenoa sangat berguna, dalam identitas apapun dia berguna. Johannes saja yang sulit mengakuinya.
" Jika kau bilang seperti itu, itu berarti Teo sangat berguna. " Isis memiliki kepekaan yang lumayan. Tidak seperti Johannes.
" Dia tidak berguna, lebih baik lepaskan saja. " Ucap Johannes.
" Tidak, aku tidak akan melepaskannya. Aku tahu, seperti apa dirimu kakak. " Isis menatap Johannes dengan sesekali menaikkan alisnya.
Melihat itu Johannes malah mengerutkan alis dan keningnya.
" Jangan menatapku seperti itu. " Johannes dingin.
Isis mengangguk takut, dan dia pun mulai kembali ke meja kerjanya. Tapi, dia tiba-tiba teringat sesuatu.
" Oh..aku lupa sesuatu. " Isis berbicara.
" Kita bicara lagi nanti, aku ada urusan. " Ucap Johannes seraya berdiri.
Isis tidak bisa membiarkan Johannes pergi, dia pun menahan Johannes.
" Tunggu dulu!! " Isis mencegah Johannes pergi.
Johannes menyingkirkan Isis dari jalannya.
" Minggir, aku ada urusan. " Seru Johannes dengan tatapan dingin.
Isis pun mengatakan sesuatu yang membuat Johannes diam.
" Rafaelo, Pangeran Quarter. Dia marah karena kau tidak mengunjunginya malam itu. " Isia membeberkan masalah tersebut.
__ADS_1
Johannes acuh, sekarang dia tidak terlalu peduli dengan pangeran Quarter.
" Dia menyusahkan. Kau urus saja sendiri, lagi pula itu demi kebaikanmu. Kau akan menjadi raja, sudah seharusnya menyelesaikan masalah ini sendiri. " Ucap Johannes dengan mata yang mengkilat.
" Haaaaahh....." Isis menghela nafas, seraya memejamkan matanya sebentar.
" Kau?!! kenapa kau menghela nafas? " Tanya Johannes kesal.
" Kau tidak tahu, si Rafaelo itu adalah penggemar Fanatikmu. Dia hanya akan reda dengan dirimu saja. " Ucap Isis kesal.
| Dia bahkan meminta di adakan kontes berburu. | Pikir Isis.
| Masalahnya bukan itu. Dia meminta di adakan kontes berburu antar pasangan. Dan dia mengharuskan Johannes untuk ikut. | Pikir Isis.
| Jika dia tahu, dia pasti akan membunuhku. Dia pasti akan menggorokku langsung di sini. | Sekali lagi Isis berpikir.
" Kenapa harus aku lagi? " Tanya Johannes geram.
" Sudah aku bilang dia penggemarmu. " Isis menegaskan.
Johannes kesal dengan pangeran Quarter. Dia terlalu melibatkan Johannes, meskipun dia memang Grand Duke Kerajaan Lapastatoe.
" Nanti malam aku akan berbicara dengannya, dia terlalu banyak mau. Memangnya dia siapa, dia hanya tamu di sini. " Ucap Johannes.
Johannes yang melihat Isis sibuk dengan pekerjaannya, dia sedikit mengejeknya.
" Heh..baru kali ini aku melihatmu dengan tumpukkan dokumen. " Ejek Johannes.
" Memang apa masalahnya? wajar bagiku mengurusi dokumen ini. " Ucap Isis yang sibuk dengan dokumennya.
Tangannya sibuk mengisi setiap baris dokumen, Johannes yang melihatnya dia menyeringai dan berbicara lagi.
" Entahlah, aku hanya ingat perkataan bocah yang berusia 10 tahun. Dia bilang tidak akan memegang alat tulis sampai akhir hidupnya dan hanya akan hidup dengan para gadis. " Johannes mengatakan itu dengan mata yang menatap Isis.
Isis yang mendengarnya, dia hanya memutar bola matanya.
" Sepertinya anak itu sudah melupakannya. " Ucap Johannes seraya pergi meninggalkan ruangan.
Isis yang di tinggalkan, dia bergumam kecil.
" Dia mengingat omong kosong anak yang berusia 10 thn. " Gumam Isis.
...----------------...
Taman kediaman Elenoa.
__ADS_1
Saat itu, Elenoa tengah berjalan-jalan di taman, dia ingin menghirup udara sore hari di taman.
" Karena berjemurku di kacaukan oleh pria itu, aku harus mencari suasana baru. " Gumam Elenoa seraya memegang setiap bunga yang dia lewati.
Elenoa menyusuri taman itu dengan langkah kaki ringan dan lambat.
" Ini sangat nyaman. Akan lebih baik menanam bunga matahari. " Gumamnya.
Elenoa menatap kakinya, dia pun berpikir untuk membuka alas kakinya, karena dia ingin merasakan bagaimana rumput menyentuh telapak kakinya.
" Mari lepaskan alas kaki ini. " Elenoa melepaskan alas kakinya.
Dia memegang sepasang alas kakinya di kedua tangannya, dan dia berjalan di atas hamparan rumput.
Itu menggelitik telapak kakinya, rasanya dingin, dan sedikit basah.
" Aku merasa sedikit bebas. " Gumam Elenoa.
Di saat dia berjalan, dia teringat dengan Eden. Elenoa bergumam, akan lebih naik jika Eden bersamanya. Karena dia bisa bertanya mengenai sesuatu.
" Eden, tidak ada. Dia bilang dia sedang cuti 4 hari karena sesuatu. Akan lebih bagus jika Eden menemaniku. " Gumam Elenoa.
Elenoa tidak tahu, bahwa dirinya sebentar lagi akan mendapat rintangan. Dia harus memerankan 2 orang sekaligus, yaitu sebagai Teo dan juga Elenoa.
Karena Isis sudah memutuskan, bahwa dia akan membawa Teo sebagai pelayan pribadinya, ke kontes berburu.
Dan Johannes pun sepertinya akan membawa Elenoa sebagai istinya.
Sedangkan Eden pun tidak ada, jika ada Eden, mungkin Elenoa bisa mengandalkannya. Lalu, apa yang akan Elenoa lakukan?
Apa dia akan mengaku kepada Isis dan juga Johannes, atau dia akan memerankan keduanya.
...----------------...
BERSAMBUNG........
" Lady, sepertinya Grand Duke tidak akan terpengaruh dengan minuman ini. "
" Kenapa aku selalu dalam situasi seperti ini, pria ini selalu membuatku kesulitan!!! "
__ADS_1