Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 42


__ADS_3

" Memangnya dia siapa!!! " Elenoa mendengus kesal, dia sekarang masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.


Sedangkan Johannes, dia masih berada di dapur. Dia duduk dan termenung dengan sikapnya tadi.



Johannes sesekali memejamkan matanya, dia juga mengusap kasar wajahnya.


" Entah kenapa aku bersikap seperti ini, seolah aku memang tidak menginginkan dia dengan orang lain. " Gumam Johannes.


" Selain itu, aku terlalu terbawa emosi. Dan yang dia katakan benar, aku tidak mempunyai hak apapun walaupun aku adalah suaminya.


" Karena hubungan kita hanyalah kontrak.... " Gumam Johannes.


| Tapi aku akan mengubah kontrak itu, karena aku yakin bahwa aku sudah tergoda dengan perempuan itu. Dan aku juga membutuhkannya. | Pikir Johannes.


Setelah memikirkan itu, Johannes berdiri dari duduk, kemudian dia kembali ke kediamannya.


...----------------...


Hari kontes berburu pun tiba.


Elenoa yang masih sedikit marah dengan Johannes, dia tidak mau ikut sebelum Johannes sendiri yang menjemput dirinya.


" Kita lihat, apa dia akan datang ke sini. " Gumam Elenoa.


Saat Elenoa bergumam, suara familiar terdengar.


" Apa kau akan memasang wajah masam, jika aku tidak datang dan menjemputmu? Atau kau tidak akan ikut ke kontes berburu? " Itu adalah Johannes, dia datang dan menjemput Elenoa.



Elenoa yang tidak menyangka dia berbicara.


" Anda kemari? saya pikir anda tidak akan datang. " Ucap Elenoa.


" Cepatlah, kita sudah terlambat. " Ucap Johannes.


Elenoa mau tidak mau harus ikut, meskipun dia harus memerankan dua orang dalam keadaan yang sedikit marah.


| Sekarang aku menjadi Elenoa, tapi setiba di sana, aku harus menjadi Teo. | Pikir Elenoa.


Elenoa manaiki kereta kuda, sedang kan Johannes, dia menunggang kuda. Wilayah tempat di adakan kontes berburu cukup memakan waktu.


Isis yang memilih hutan yang cocok untuk diadakan kontes berburu, jika tidak salah hutan yang di pilih oleh Isis adalah hutan Goblin.


Sebenarnya hutan itu ada di sebelah selatan dekat dengan hutan Venus milik Johannes.


...----------------...


Sementara itu di hutan Goblin, semua tandu dengan berbagai lambang bendera bangsawan terlihat sudah di dirikan.



Para bangsawan sudah banyak yang berdatangan, tentu saja, Isis juga sudah berada di sana, dengan tenda yang berlambangkan keluarga kerajaan.


Hanya Johannes yang belum tiba.

__ADS_1


Di dalam tenda itu ada berbagai barang, seperti tempat tidur, meja, dan lemari.


" Grace, kemana Teo? " Tanya Isis, yang sekarang tengah sibuk dengan pedang dan panahnya.


Grace yang mendampingi Isis, dia berbicara dengan dingin dan datar.


" Mungkin Sir Teo belum tiba. " Jawab Grace.


| Aku sendiri pun sedang menunggu Sir Teo. | Pikir Grace.


" Apa dia tersesat? " Tanya Isis.


" Haruskah saya menjemputnya? " Tanya Grace semangat.


" Tunggu sebentar lagi, mungkin dia akan datang sore. " Ucap Isis.


Grace sebenarnya ingin menjemput Teo, tapi apa daya, dia tidak bisa membantah Isis, karena Isis adalah putra mahkota.


| Aku ingin menjemput Sir Teo, agar aku bisa berduaan dengannya. | Pikir Grace.


Grace sangat-sangat tertarik dengan Teo, dia bahkan menyiapkan satu tenda untuk Teo di sebelahnya. Biasanya, para pelayan akan satu tenda dengan pelayan lain.


Tentu saja laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan.


...----------------...


Sore hari pun tiba, dan kereta yang mengangkut Elenoa tiba di Hutan Goblin, tentu saja Elenoa sempat adu mulut dengan Johannes saat di perjalanan, tapi mereka melewati perjalanan itu dengan baik sehingga bisa sampai di tujuan.



" Rasanya aku mau muntah. Dari tadi aku merasa mual." Elenoa merasa jika perjalanan yang dia tempuh cukup jauh, dan dia merasa mual selama perjalanan.


" Apa aku harus membawa ramuan pereda mual? " Tanya Johannes sedikit sedikit acuh.


" Tidak usah, aku tidak mau. " Ucap Elenoa, dia pun turun dari kereta.


Tentu saja dia harus merubah identitasnya menjadi Teo, untuk itu dia harus menjauh dari Johannes.


Tapi saat Elenoa akan pergi, Johannes tanpa pemberitahuan meraih tangannya, dan tangan satunya meraih pinggang Elenoa.


" ...? " Elenoa terkejut dengan pelukan yang tiba-tiba itu.


Johannes memeluk Elenoa, dalam dekapannya, dia sesekali mengelus rambut Elenoa lembut.


| Kenapa dia....memelukku seperti ini? | Elenoa bertanya-tanya dalam batinnya.


" A—apa yang anda lakukan? " Elenoa yang kaget dengan situasi saat itu, dia bertanya.


Lalu, suara seseorang terdengar.


" Wah~~ ternyata anda adalah suami yang baik. " Suara itu milik Rafaelo.


Elenoa seketika terdiam mendengar suara itu, dia tahu kenapa Johannes memeluk dirinya. Itu hanyalah sandiwara.


Agar Rafaelo mengira bahwa hubungan mereka adalah murni sepasang suami istri.


| Hah....ku pikir dia memelukku karena ingin. Tapi setelah pangeran Quarter datang, aku mengerti, ini hanyalah sandiriwara. | Pikir Elenoa.

__ADS_1


| Baiklah, karena ini sandiwara, aku akan menjalankan peran dengan baik. | Elenoa berpikir sekali lagi.


Tangan Elenoa perlahan naik ke atas tubuh Johannes, dan dia dengan erat memeluk Johannes dengan tangannya.


Johannes pun kaget dengan reaksi Elenoa, karena dia tidak menyangka, bahwa Elenoa mau membalas pelukannya.


| Dia membalas pelukanku, ku pikir dia tidak akan melakukannya. | Pikir Johannes.


Rafaelo yang melihat suasana itu, dia berbicara dengan senyum sinis.


" Nyonya Duchess Midleton. " Panggil Rafaelo.


Elenoa berpaling dan menatap Rafaelo.


" Maaf, saya tidak tahu jika itu anda, yang mulia. " Elenoa berbicara.


Lalu ajudan Rafaelo, Baekhan dia berbisik ke telinga Rafaelo.


" ..... " Bisik Baekhan.


Baekhan adalah ajudan pribadi Rafaelo, dia juga juru bicara Rafaelo. Namun, sejak pertama kali datang ke kerajaan Lapastatoe, dia jarang berbicara.


Sosoknya di gambarkan memiliki rambut hitam, dengan mata biru laut, dan kulit sedikit kecoklatan.



Setelah mendengar bisikan dari Baekhan, Rafaelo mengangguk dan dia berbicara lagi.


" Ajudan saya berbisik, jika kalian berdua sangat manis. " Ucap Rafaelo dengan senyum licik dari bibirnya.


Elenoa pun bersikap manis kepada Johannes, di depan Rafaelo.


" John, saat berburu nanti tolong tangkap binatang yang garang dan cantik. Karena aku suka yang cantik. " Elenoa mengatakan itu seraya menatap manis Johannes.


Johannes yang melihatnya dia pun tersenyum, dan menjawab permintaan Elenoa.


" Apapun itu, aku pasti akan melakukannya. " Ucap Johannes, seraya melirik Rafaelo sinis.


| Dia memanggilku dengan panggilan biasa, John....John...Tidak buruk di ucapkan olehnya. |Pikir Johannes.


| Lihat, apa kau puas dengan sandiwara ini? | Elenoa berpikir.


Elenoa menjalankan sandiwaranya sebagai istri Johannes dengan baik.


Rafaelo pergi dengan ajudannya, tentunya dia berpamitan dengan alasan bahwa dia tidak mau mengganggu pasangan suami istri.


" Saya akan pergi, karena saya tidak mau mengganggu anda. " Ucap Rafaelo seraya pergi.


Setelah Rafaelo pergi jauh, Elenoa segera melepaskan pelukannya dan dia pergi menjauh.


Johannes pun hanya bisa bengong dengan situasi yang tiba-tiba tersebut.


| Dia melepaskan pelukannya begitu saja. | Pikir Johannes.


Elenoa yang pergi setelah memeluk Johannes, dia segera merubah penampilannya menjadi Teo.


Elenoa segera menghampiri Isis, dan dia bergumam kecil dalam batinnya.

__ADS_1


| Dia pastinya tidak akan mencariku. | Pikir Elenoa. Dia merujuk pada Johannes.


...----------------...


__ADS_2