Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 75


__ADS_3

Kediaman Veronica.



Tepatnya di kamar Veronica.


Isis yang harus menjalankan perannya, dia harus mengikuti keinginan Veronica. Jika Isis menolak, Veronica pasti akan curiga.


" Kemari Calvin, kau terlihat manis dengan pakaian itu. " Veronica dengan suara manis namun serius berbicara.


Wanita itu menatap tubuh laki-laki yang berdiri dengan pakaian seksinya. Hasrat sudah memenuhi pikiran Veronica, sebagai masokis, Veronica pastinya telah menyiapkan mainan yang cocok untuk di gunakan.


Saat itu ruangan sangat terang, Isis pun sebenarnya sudah tidak tahan dengan Veronica.


Dia merasa jijik dengan nada bicara dan sentuhan yang menyentuhnya tadi. Tapi apa boleh buat, jika dia berhenti di tengah jalan, maka itu akan semakin rugi.


" Cepat kemari dan perlihatkan tubuhmu! " Sekali lagi Veronica memerintah.


Isis dengan kesal, dia mendekat ke arahnya dan perlahan membuka pakaiannya.


Namun sebelum itu, Isis bertanya kepada Veronica.


" Lady, apa sebaiknya kita mematikan lampunya dulu. " Ucap Isis.


Veronica tidak suka mematikan lampu, karena dia ingin melihat mainan nya dengan jelas.


" Tidak, aku tidak suka tanpa adanya lampu. " Ucap Veronica.


| Wanita ini benar-benar memusingkan. | Pikir Isis.


" Cepat buka pakaianmu! " Veronica marah.


" Tunggu, sebelum itu, saya ingin bertanya lagi. " Isis sekali lagi mengulur waktu.


" Sekarang apa lagi? Aku bukan orang yang suka basa basi!! " Veronica marah.


" Itu.....apa anda akan meninggalkan saya setelah melakukan itu? " Tanya Isis.


" Kembanyakan Gigolo yang datang, mereka akan mati di tanganku karena tidak kuat. " Ucap Veronica.


" Jadi, ini hari terakhir saya? " Tanya Isis.


|Ini bukan hari terakhirku, akan tetapi hari terakhir dirimu. | Pikir Isis.

__ADS_1


" Ya, apa kau akan lari? " Tanya Veronica.


" Tidak.....tapi, sebelum saya mati. Saya ingin bertanya mengenai suatu hal. " Ucap Isis.


" Baiklah, aku akan menjawab apapun. Karena setelah ini, kau mungkin tidak akan bisa melihat dunia atau mendengar apa yang terjadi di dunia. " Ucap Veronica dengan senyum liciknya.


| Seseorang akan bodoh, jika itu menyangkut dengan nafsu dan hasrat. |Pikir Isis yakin.


" Apa Lady, pernah jatuh cinta? " Tanya Isis.


" Pertanyaan macam apa itu. " Ucap Veronica gamlang.


" Tentu saja aku pernah jatuh cinta, bahkan sampai saat ini. " Jawab Veronica.


" Dengan siapa? " Tanya Isis sekali lagi.


" Karena kau akan mati, aku akan mengatakannya......


" Orang itu, adalah Johannes. Grand Duke Johannes Midletton. " Veronica menjawab pertanyaan Isis begitu saja.


Sementara itu, Grace yang sudah nangkring di atas pohon untuk mengawasi mereka, di tidak lupa untuk mengaktifkan alat sihir yang berguna untuk mereka suara.


| Jangan sampai dia curiga. | Pikir Grace.


" Grand Duke? Johannes, orang kejam dan bengis itu? " Isis seolah terkejut.


" Dia tidak mungkin tertarik dengan wanita, entah apa penyebabnya. " Ucap Isis berusaha memerankan perannya.


" Penyebabnya adalah aku, dulu aku menculiknya dan bersiap untuk melahapnya. Tapi sayangnya dia berhasil lolos. Aku menyembunyikan semuanya dengan rapih, berkat bantuan ayahku. Dia menutup semua jalan agar aku tidak bisa di tangkap dan di hukum." Tidak di sangka, Veronica membeberkan semuanya begitu saja.


Dia kira, Isis yang dia kenal sebagai Calvin, akan mati setelah bersetubuh dengannya. Tapi dia salah, dia sudah masuk terlalu dalam.


Kedalam jebakan Isis dan Grace.


| Jadi, alasannya karena itu. Tapi kenapa Johannes tidak mengingat nya? | Isis bertanya-tanya dalam benaknya.


" Anda tahu, jika menyakiti bangsawan tinggi, hukumannya akan lebih berat? " Isis tanpa sadar berbicara mengenai hukum.


Itu membuat Veronica curiga, mana mungkin seorang Gigolo rendahan mengetahui hukum tersebut.


" Ada yang aneh. Apa kau benar-benar Gigolo? " Tanya Veronica.


" Tentu saja, lalu? kau pikir aku siapa? " Isis tidak bisa menahannya lagi, dia pun menunjukkan sisinya yang sebenarnya.

__ADS_1


Seketika Veronica meloncat dari duduknya, wajahnya terlihat marah dan kesal.


" Siapa kau?!! Apa kau menipuku? " Tanya Veronica dengan teriakan.


Isis mengibaskan rambutnya, dia menutup kembali pakaiannya.


" Cih...ini benar-benar memuakkan. " Isis meludah kesal.


Veronica mengambil ancang-ancang, dia berusaha mengambil peralatan yang di gunakan untuk mainannya.


Dia mengambil sebuah pisau yang berbentuk hati.


" Beraninya kau menipuku!!! " Teriak Veronica, seraya mengarahkan pisau tersebut ke arah Isis.


Tapi Isis dengan cepat menghindar dan menarik tangan Veronica. Isis mengambil Pisau tersebut, dan mengiris sisi kanan lengan Veronica.



Seketika darah terciprat ke pipi Isis, Veronica pun meringis kesakitan, itu bukan irisan kecil melainkan besar.


Belum cukup, Isis menarik tangan perempuan itu dan menguncinya.


" Kau cukup kuat untuk ukuran wanita! " Ucap Isis.


" Siapa kau? " Tanya Veronica panik dan kesakitan.


" penjaga!! penyusup!! ada penyusup!! " Veronica berteriak memanggil penjaga nya.


Tapi sayangnya, para penjaga sudah di buat tidur oleh Grace.


" Tidak ada gunanya, karena semua penjaga tidak akan bangun, mereka akan bangun besok siang. " Ucap Isis.


" Apa?!!" Veronica membelalak tidak percaya.


| Aku di jebak, bagaimana mungkin? Siapa yang melakukan ini!! | Veronica bertanya-tanya.


" ......Dari tadi aku ingin mematahkan tanganmu, tapi aku tidak mungkin melakukan itu kepada seorang wanita. Jadi, aku mengirisnya sedikit. " Ucap Isis.


" Lepaskan aku!! " Teriak Veronica.


" Tidak bisa, seseorang yang kau cintai sebentar lagi akan muncul. Dia akan menjawab cinta mu itu. " Ucap isis.


" ....Apa? Johannes, apa dia pelakunya? " Tanya Veronica.

__ADS_1


" ....Jika itu orang yang ka cintai, berarti itu benar. " Ucap Isis.


...----------------...


__ADS_2