Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 74


__ADS_3


Saat Johannes keluar, Eden bertanya dengan risau.


" Yang mulia, ba—


Tapi Johannes pergi begitu saja dengan langkah kaki cepat, melihat hal itu, Eden berpikir.


|Sepertinya, beliau sedang marah. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan, hingga yang mulia keluar dengan wajah murung. | Pikir Eden.


Eden tidak tahu jika pembicaraan itu tentang Rakian yang sebenarnya adalah adik Johannes meskipun beda ayah.


Jika dia tahu, dia mungkin akan kaget.


" Aku harus mengikuti beliau. " Ucap Eden, seraya pergi meninggalkan tempat itu.


Eden juga tidak lupa memerintahkan penjaga pintu kamar Rakian untuk menguncinya kembali.


...----------------...


Sementara itu kediaman Veronica.



" Siapa kalian? " Tanya Penjaga pintu kediaman Veronica.


Tentunya Isis dan Grace saat itu bersama, mereka menjawab pertanyaan penjaga tersebut.


" Kami ke sini atas perintah Lady Veronica. Kalian tahu kan apa artinya jika kita membawa pria seperti dirinya? " Jawab Grace seraya bertanya, mata Grace sesekali melirik Isis yang pada saat itu menyamar sebagai Gigolo.


Penjaga itu seketika mengerti, mereka tahu bagaimana kebiasaan tuannya.


| Nona muda pasti memesan pria lagi untuk di jadikan mainan-nya. | Pikir Penjaga tersebut, tidak ada kecurigaan.


Grace yang berperan sebagai pelantara yang bernama Melly, dia meminta kepada penjaga pintu masuk untuk memanggil Veronica.


" Panggilkan Lady Veronica secepat nya, jika tidak. Kami akan kembali. " Ucap Grace.


Isis sekarang hanya diam, belum saatnya dia memerankan perannya.


" Silahkan masuk. Saya akan memanggil Lady Veronica. " Ucap Penjaga itu.


" Baiklah. " Ucap Grace dengan wajah tegas.


|Ternyata aku cocok memerankan peran yang seperti ini. | Pikir Grace.


| Kapan ini akan selesai, aku sudah kedinginan dengan pakaian ini. Apa Grace tidak dingin dengan pakaiannya? kerajaan ini aneh, pakaian kurang bahan saja di jual!! | Berbeda dengan Isis, dia ingin cepat-cepat menyelesaikan semuanya, dia tidak tahan dengan pakaian yang dia gunakan.


...----------------...


Ruangan di dalam kediaman Veronica.



Penjaga itu melaporkan kepada Veronica, yang pada saat itu, dia sedang merapikan alat penyiksaannya.


" Lady, ada seseorang yang datang. Mereka sepertinya dari rumah bordil. " Lapor penjaga tersebut.


Veronica menatap penjaga itu, dengan mata tajam. Lalu dia mengangkat salah satu alatnya, yaitu tongkat.


' Trangg!! '


Tongkat itu dia lemparkan ke arah kepala si penjaga, seketika darah bocor begitu saja, karena tongkat itu mendarat dengan sempurna.

__ADS_1


' Aahhhkkk....' Ringis penjaga itu.


Veronica menghampiri penjaga itu dan berbicara.


" Lain kali ketuk pintu atau bicara di depan kamarku. Jangan masuk sembarang!! " Ucap Veronica tajam.


Penjaga yang memegang kepalanya yang bocor, dia terlihat gemetar di depan Veronica.


Veronica mengulurkan tangannya, dan meremas dagu si penjaga dengan keras.


" Apa mulutmu tidak berguna? jika tidak, haruskah aku merobeknya? oh?! atau? lidahmu saja yang ku potong? " Tanya Veronica dengan wajah menyeramkan.


Veronica tersenyum ngeri di depan penjaga tersebut.


" Pergilah dan persilahkan mereka masuk!! kali ini aku mengampunimu!! " Veronica menghempaskan dagu penjaga tersebut dan menyuruhnya pergi.


" Ba-baik Lady. " Jawab penjaga itu gemetar.


...----------------...


Di luar kediaman Veronica.



" Duh!! lama amat sih. " Gerutu Isis.


Grace yang masih menatap pintu masuk dengan wajah dinginnya dia terlihat biasa saja.


" Apa kau tidak kedinginan? " Tanya Isis.


" Tidak. " Jawab Grace singkat.


" Perempuan memang beda, mereka memakai pakaian kurang bahan di malam hari, tapi tidak masuk angin. " Gumam Isis.


|Bagi perempuan ini sudah biasa. Tapi, laki-laki pun kadang memakai pakaian setengah telanjang. Lalu apa masalahnya? | Pikir Grace.


Saat mereka terus menunggu, penjaga yang tadi keluar dalam keadaan bersimbah darah. Kepalanya yang bocor berusaha ia tutupi, tapi itu tidak berguna karena darah terus keluar.


" ....La-lady meminta kalian masuk. " Ucap Penjaga itu gugup.


Isis dan Grace yang melihatnya, mereka mengerut.


| Wah....apa ini perbuatan wanita gila itu? | Pikir Isis.


| Tadi dia tidak kenapa-kenapa, tapi sekarang dia....| Pikir Grace heran.


" .....Cepat masuk....Lady sudah menunggu. " Sekali lagi penjaga itu berbicara.


Isis dan Grace pun masuk ke dalam.


...----------------...


Di dalam kediaman Veronica.



Grace dan Isis di antar oleh kepala pelayan di sana. Mereka di antar ke ruangan khusus yang telah di siapkan oleh Veronica.



Ruangan itu cukup gelap, tapi ada beberapa lilin di dalamnya. Di sana juga ada meja khusus tamu, di atasnya ada beberapa makanan dan minuman.


" Melly? " Saat mereka masuk, suara perempuan terdengar, itu pasti Veronica.

__ADS_1


Grace dengan cepat menjalankan perannya lagi.


" Ya, saya di sini. " Jawab Grace.


" Apa kau membawa pria yang aku inginkan? " Tanya Veronica, dia keluar dari tempatnya dengan memegang sebuah gelas anggur.


Rambut merah dan mata hitamnya terlihat berbahaya.


|Dia seperti penyihir.....| Pikir Isis ketika melihat penampilan Veronica.


" Saya membawanya, Lady. " Jawab Grace.


| Grand Duke tahu bahwa Veronica meminta pria yang bernama Calvin dari rumah bordil. Tentunya Grand Duke menekan semua orang asli untuk rencana ini. Seperti Melly, yang aku perankan, dia sebenarnya sudah pergi dari kerajaan kemarin malam atas perintah Grand Duke, lalu peran Isis sebagai Calvin, orang yang asli juga sudah pergi dari kerajaan Lapastatoe atas perintah Grand Duke. Aku dan Isis memerankan kedua orang itu dengan penampialan yang sama dengan mereka.| Grace mengingat kembali apa yang di lakukan Johannes.


" Bagus...kalau begitu duduklah di sini bersamaku, Melly. " Veronica puas, dia pun menyuruh Grace untuk duduk.


Grace duduk dengan wajah serius tapi sedikit tersenyum, layaknya Melly.



Veronica kemudian beralih menatap Isis.



" Apa dia orangnya? Calvin yang terkenal itu? " Tanya Veronica.


Grace menatap Isis, dan dia menjawab.


" Ya, dia orangnya. " Jawab Grace.


Veronica berdiri dari duduknya, lalu tangannya perlahan menjulur ke arah dagu Isis, tangan itu merayap seperti serangga di dagu Isis.


| Menjijikan!! bau darah dan anggur!! | Pikir Isis jijik.


Tangan Veronica mulai menelusuri leher Isis, Isis yang merasa di rayapi oleh serangga, di mundur dan berkata.


" Anda tidak akan meraba saya seperti itu di sini kan? " Tanya Isis dengan suara lembut menggoda.


|Aku ingin mematahkan lengan itu, sekarang juga. Tapi aku harus menahannya. | Pikir Isis.


Awalnya Veronica mengerutkan keningnya, tapi setelah mendengar perkataan Isis, dia pun meluluh.


" Sepertinya kau sudah tidak sabar. " Ucap Veronica dengan senyum di wajahnya.


Grace yang melihatnya, entah kenapa dia tidak suka. Perasaannya sedikit mengganjal ketika tangan Veronica menelusuri leher dan dagu Isis.


| Apa-apa perasaanku ini. | Pikir Grace.


" Melly, aku akan memiliki dia. Kau boleh pergi. " Perintah Veronica.


Grace pun mengangguk, dia sudah menyelesaikan perannya setengah, tinggal sedikit lagi.


Grace pun pergi meninggalkan Isis.


|Apa dia akan baik-baik saja ketika aku tidak ada? dia tidak akan mengacaukan semuanya kan? awas saja jika ini sampai kacau. | Pikir Grace tentang Isis.


...----------------...


BERSAMBUNG......



Untuk Novel ''Aku Ibu Tiri Yang baik'' di jadwalkan besok sore yah, soalnya author ngantuk buat tambah Chapter😌

__ADS_1


Tenang aja, besok Novel ini bakal update lagi kok. Jadi sabar menunggu yah😆


__ADS_2