
" Kalau begitu, kapan kita akan melakukannya? " Tanya pria misterius tersebut.
Veronica berdiri dari duduknya, dia dengan dagu terangkat berbicara mengenai pertanyaan Pria misterius tersebut.
" Sekarang....
" Kau harus melakukannya. " Ucapnya dengan sedikit sombong.
" Bilang padanya, bahwa kau melihat istrinya di dalam hutan. Agar dia datang ke sana. Tapi sebelum itu, kau harus pastikan, bahwa dia meminum air itu. "
" Pastikan, dia meminumnya hingga habis. " Ucap Veronika dengan senyumnya.
Pria itu lalu mengangguk, dan dia pun pergi.
" John, kau mungkin melupakanku waktu itu, tapi hari ini, aku akan membuatmu mengingat semuanya. " Veronica dengan senyum sinis berbicara.
...----------------...
" Tuan, saya kembali. " Eden tiba-tiba saja kembali dari masa cuti nya.
Eden tiba saat Johannes akan pergi ke hutan untuk mencari Elenoa, Johannes yang tidak menyangka bahwa Eden akan pulang secepat ini dan dia langsung menyusul kemari, dia pun bertanya.
" Eden? kenapa kau kembali dengan cepat? " Tanya Johannes dengan tatapan sedikit garang.
Eden yang baru tiba, dia menjawab Johannes.
" Saya tidak tenang meninggalkan anda seorang diri...tanpa pelayan. Jadi saya langsung menyusul kemari setelah tahu, jika anda akan berburu. " Jawab pria tua itu sedikit kesulitan.
" Kau sudah tua Eden, seharusnya kau sudah pensiun. " Johannes berbicara, karena dia melihat kondisi Eden yang sudah tua.
Eden sudah cukup tua dia memang seharusnya pensiun, tapi dia tidak mau, karena dia masih tidak tenang untuk meninggalkan Johannes tanpa pelayan seperti dirinya.
" Saya belum bisa pensiun Yang mulia. " Jawab Eden.
| Meskipun usiaku tidak muda dan sakit-sakitan, tapi aku tetap tidak bisa meninggalkan yang mulia. Karena beliau akan kesulitan tanpa pelayan sepertiku. | Pikir Eden.
" Itu terserah dirimu Eden. " Ucap Johannes.
Johannes pun beranjak pergi, tapi Eden bertanya.
" Yang mulia? anda akan pergi ke mana di sore hari? " Tanya Eden.
Johannes melirik Eden, dan dia mendengus.
" Kau selalu bertanya, apa kau tahu itu cerewet!!! " Johannes sedikit garang.
Eden hanya tersenyum, dia sudah terbiasa di perlakukan seperti itu.
" Saya tidak mau anda kenapa-kenapa yang mulia. " Ucap Eden, dia khawatir.
Eden tidak akan berhenti bertanya, sebelum Johannes menjawabnya.
Maka dari itu Johannes menjawab pertanyaan Eden.
" Aku akan mencari istriku. " Jawab Johannes.
Eden yang mendengar kata ' istri ' dari mulut Johannes, dia melebarkan matanya dan memiringkan wajahnya.
Kenapa tidak, itu adalah pengakuan, bahwa Johannes telah mengakui bahwa dia memiliki istri.
" Anda mengatakan istri? " Tanya Eden sedikit tidak percaya.
Lalu Johannes, dia mengangguk pelan seraya memutar bola matanya.
" Apa anda bersungguh-sungguh? " Tanya Eden sekali lagi.
Johannes pun berbicara dengan serius dan menegaskan.
__ADS_1
" Ya, aku bersungguh-sungguh. " Jawab Johannes tegas.
Eden yang mendengarnya dia sangat senang, bahwa Johannes tidak menutup dirinya dari perempuan karena masa lalunya.
| Aku turut senang mendengarnya. | Pikir Eden.
" Aku akan pergi mencarinya, karena dia tidak ada di pekemahan ini. " Ucap Johannes.
" Bagaimana dengan kontes berburu? Bukankah akan di adakan malam? " Tanya Eden.
Johannes pun terdiam sesaat, ini semua gara-gara Rafaelo, dia meminta bahwa perburuan harus di adakan di malam hari.
" Apa anda tidak akan menghadiri nya ? " Tanya Eden.
Johannes pun menjawab Eden.
" Tidak masalah jika aku tidak ikut, jadi bilang pada Isis, bahwa aku tidak akan mengikuti kontes berburu. " Ucap Johannes.
Johannes memutuskan untuk tidak mengikuti kontes berburu, tapi dia teringat dengan perkataan Elenoa.
— Tolong bawakan saya buruan yang garang dan cantik, karena saya menyukai yang cantik.
| Saat mencari dirinya, aku juga akan berburu. Jika itu buruan yang garang dan cantik, aku harus menangkap Harimau, beruang, singa atau seekor serigala. Mereka adalah hewan yang cantik dan garang kan? | Johannes berpikir.
" Ya, aku akan menangkap satu yang paling besar. " Gumam Johannes.
Eden bertanya-tanya, apa maksud dari perkataan Johannes.
| Apa maksud dari ucapan beliau? | Eden bertanya-tanya.
" Aku akan pergi sekarang. " Ucap Johannes.
Eden pun mengangguk, tapi sebelum itu dia menyarankan untuk membawa lampu dan alat yang di butuhkan.
" Yang mulia, seharusnya anda membawa beberapa alat untuk masuk ke hutan. " Ucap Eden.
Johannes menolak, dia tidak membutuhkan alat apapun.
Saat Johannes tengah berbicara berdua, tiba-tiba saja seseorang datang, dia meminta untuk berbicara dengan Johannes.
" Permisi, yang mulia. " Ucapnya di luar tenda.
Johannes pun menjawab orang tersebut.
" Ada apa? " Tanya Johannes dari dalam tenda.
Lalu pria itu berbicara lagi.
" Saya dengar anda mencari Nyonya? " Tanya pria itu dari luar tenda.
Johannes terdiam, dan dia pun menjawab pertanyaan pria itu.
" Ya, memangnya kenapa? " Tanya Johannes.
| Aku sempat bertanya kepada para kesatria dan pengawal, tapi mereka tidak melihat istriku. | Pikir Johannes.
" Saya mendengar dari pekerja lain bahwa Nyonya tadi berjalan-jalan ke arah hutan. " Ucap pria itu.
Johannes pun sudah menduga jika Elenoa masuk ke dalam hutan, dia pun percaya dengan mudahnya.
" Kau boleh pergi. " Ucap Johannes, menyuruh pria itu pergi.
" Baik, saya akan pergi. " Ucap pria itu.
Setelah pria itu pergi, Johannes berbicara kepada Eden.
" Sebenarnya, apa yang dia inginkan sehingga masuk ke dalam hutan. " Johannes bertanya-tanya.
" Saya tidak tahu yang mulia, tapi sebelum itu, tolong bawa beberapa alat. Saya tidak tenang jika anda tidak membawa apapun. " Pinta Eden.
" Sudah ku bilang aku tidak membutuhkan nya. "Johannes tetap menolak.
__ADS_1
Dia pun pergi menuju tempat khusus kuda.
" Haaahh....yang mulia, saya harap anda kembali dengan selamat. " Gumam Eden.
...----------------...
Tempat Khusus kuda.
Elenoa yang sebagai Teo, dia sedang memberi makan kuda, itu pun atas suruhan Isis.
" Kuda?....
Elenoa berbicara dengan kuda.
" Makan yang banyak, agar kau tidak di ejek kurus sepertiku. " Elenoa berbicara dengan kuda.
" Apa kau sedang berbicara dengan kuda ku? " Tanya seseorang tiba-tiba.
Suara itu sangat familiar, Elenoa yang mengenali suara tersebut, dia pun berbalik dan menatap orang itu.
" Anda? " Ucap Elenoa yang menatap pemilik suara tersebut.
" Ya, aku. " Dia adalah Johannes.
" Kenapa anda ada di sini? " Tanya Elenoa.
| Kenapa dia ada di kandang kuda? apa dia akan pergi? | Elenoa bergumam dalam batinnya.
" Itu, kuda yang kau ajak bicara adalah kuda ku. " Johannes menunjuk dengan matanya.
" Ahhhh.......
" Saya tidak tahu.....
Elenoa berbicara, karena dia memang tidak tahu bahwa itu adalah kuda Johannes.
| Aku tidak tahu jika itu adalah kudanya, saat di perjalanan tadi, aku tidak melihat kudanya sama sekali. | Pikir Elenoa.
" Minggir, aku harus pergi sekarang. " Ucap Johannes kasar.
Elenoa menyingkir, dan Johannes menarik kudanya.
...----------------...
Lalu di waktu yang sama, seorang pria bertopeng, dia terlihat melakukan transaksi dengan seorang pelayan.
" Apa kau mau koin emas? " Tanya pria itu kepada pelayan.
Pelayan itu segera mengangguk, karena dia memang sedang membutuhkannya.
" Saya membutuhkan nya. " Jawab pelayan itu.
" Berikan ini kepada Grand Duke, dan bilang kepadanya bahwa ini dari Eden. " Ucap Pria bertopeng.
Dia menyodorkan sebuah botol air, itu terlihat seperti air biasa, tapi nyatanya itu adalah minuman yang beracun.
| Aku yakin, dia tidak akan menolaknya. | Pikir pria itu.
" Setelah kau memberikannya, kau akan mendapatkan koin emas. " Ucap Pria itu.
" Baiklah. " Dengan bodohnya pelayan itu menerima tawarannya.
Pelayan itu, mengambil botol itu, lalu dia segera menghampiri Johannes yang pada saat itu sudah menaiki kudanya dan bersiap untuk pergi.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
__ADS_1
" Tunggu!!! kau tidak boleh pergi!!! "