Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 72


__ADS_3

Keesokan harinya tepatnya malam hari.



Tabib yang menangani Rakian dia datang dan melaporkan soal kondisi Rakian. Johannes sebenarnya akan mengadakan pertemuan dengan Rafaelo di istana kerajaan.


Tapi Karena ini lebih penting, dia akhirnya menunda pertemuan dengan Rafaelo.


Tabib itu mengatakan hal yang mengejutkan kepada Johannes, dia mengatakan bahwa luka yang berada pada tubuh Rakian, itu merupakan luka penganiayaan.


" Yang mulia, luka yang menjulang besar di punggungnya, itu adalah luka bakar yang cukup serius. Saya yakin ini penganiayaan, saya mengatakan ini bukan tanpa sebab, dari luka lainnya itu sudah membuktikan bahwa dia dianiaya dengan besi yang telah di panaskan dan benda seperti pecuttan. " Jelas Tabib tersebut.


Johannes yang duduk di kursi kerjanya dia mengerutkan kening, dengan ekspresi seperti itu. Johannes pasti merasa ini perbuatan Veronica.



Bagaimana tidak? Veronica adalah tuan Rakian, karena ke gagalan Rakian di hutan Goblin, dia di hukum oleh Veronica, itulah yang saat ini terpikirkan oleh Johannes.


|Sepertinya, Rakian memang penghianat itu. Karena kegagalan dari rencananya dia di hukum oleh Veronica. Tapi aku harus menginterogasi nya sebelum bergerak lagi. | Pikir Johannes matang.


Saat Johannes sedang berpikir dengan wajah garang dan dingin, Tabib tersebut bergumam dengan mata yang menatap Johannes.


" .....Apa yang mulia yang telah menganiayanya?.......


" Yang mulia di kenal kejam dan bengis, jadi sepertinya beliau adalah orangnya.


Saat Tabib itu bergumam, Johannes melirik Tabib itu dengan mata melotot, dia tahu jika Tabib itu sedang menggumamkannya.


Karena telinga Johannes cukup peka.


" Apa yang kau gumamkan?!...." Tegur Johannes dengan suara tegasnya.


Tabib itu seketika berbalik dengan wajah penuh kekhawatiran, badannya seketika berdiri dengan tegak, namun terlihat gemetar.


" Aku tahu apa yang kau bicarakan tadi...


" Kau pikir aku yang membuat dia terluka?!....


" Aku tidak akan melakukan itu, karena itu membuang waktuku yang berharga!!..


" Lagi pula, aku tidak memiliki hobi yang aneh!!


Johannes berbicara dengan suara tinggi yang mengguncang ruangan tersebut. Dia sebenarnya tidak marah, hanya saja dia sudah terbiasa berteriak dalam keadaan apapun.


Johannes kesulitan mengontrol nada bicaranya, mau marah atau pun tidak, nada bicaranya pasti tinggi dan tegas.


Tapi, ada satu pengecualian. Yaitu istrinya Elenoa, baru-baru ini Johannes selalu berbicara penuh perhatian dan lembut kepada Elenoa.


Dia kadang selalu merendahkan suaranya, walaupun tidak terbiasa.


" Pergilah!! " Teriak Johannes kepada Tabib tersebut.


Tabib itu dengan badan gemetar keluar, dia terlihat ketakutan setelah menerima bentakkan Johannes.

__ADS_1


" Eden!! " Panggil Johannes.


Eden yang berada di luar dia masuk dan menghadap Johannes.


" Yang mulia, tabib itu sudah keluar? kenapa? " Eden yang baru masuk dia langsung bertanya.


" Baru masuk kau sudah banyak bertanya Eden!! " Tegur Johannes.


Eden diam dengan mulut bungkam, dia tahu bahwa suasana hati Johannes saat ini dalam suasana buruk.


" Apa Isis dan Grace sudah melakukan tugasnya? " Tanya Johannes penasaran.


" Ya, yang mulia. Beliau saat ini sedang menyamar menjadi Gigolo. Grace juga sudah bersiap memantau situasi. "


| Yang benar saja, seorang Grand Duke memerintah Putra Mahkota untuk melakukan tugas seperti itu. Yang mulia menyuruh Putra Mahkota untuk berpura-pura menjadi Gigolo karena kesalahannya tempo hari lalu. Grace pun ikut terlibat, karena permintaan Isis. | Pikir Eden.


Benar, saat ini Grace dan Isis tengah menjalankan misi yang di berikan oleh Johannes.


Karena Veronica mudah terpengaruh oleh wajah tampan seorang pria, Johannes mengirim Isis untuk di jadikan bahan percobaan dari rencananya.


Tentu saja, Elenoa juga ikut terlibat, tapi dia hanya terlibat dalam hal ramuan pengubah warna mata. Isis tidak bisa pergi dengan warna mata emasnya, jika seperti itu dia akan ketahuan.


" Dia harus berhasil, jika tidak aku akan memberikan hukuman lain untuknya. " Gumam Johannes dengan mata sinis.


Eden yang melihat ekspresi wajah Johannes dia seketika bergidik takut.


" Padahal aku ingin menikmati waktuku dengan istriku. Tapi mereka menghalanginya, maka dari itu aku harus segera menyelesaikan ini. " Gumam Johannes seraya berdiri dari duduknya.


...----------------...


Kediaman Veronica malam hari.



Benar-benar gila, bagaimana bisa dia menyuruhku melakukan hal ini. Penampilan seperti pelacur, dengan pakaian yang sedikit terbuka.


Karena kecerobohanku yang percaya dengan kata-katanya, aku berakhir menjadi Gigolo.


Awalnya dia memuji ketampanan ku, dia berkata—


' Isis kau sangat cocok menjadi putra mahkota, dan kau sangat tampan. '


Yah, ketika aku mendengar itu dari mulutnya, aku sempat tidak percaya, bagaimana bisa makhluk dingin dan bengis seperti dirinya mengatakan hal yang seperti itu.


Makhluk yang tidak pernah memuji orang lain, tiba-tiba memuji ketampanan orang lain. Itu tidak mungkin.


Tapi karena aku memang tampan, aku terhanyut dan masuk ke dalam jebakkannya.


Ini juga kebodohanku, kenapa pula aku percaya dengan perkataannya.


Isis bodoh!!


Dengan perkataannya yang acuh dan dingin, dia berkata—

__ADS_1


' Isis, karena kau tampan. Aku memiliki sesuatu yang harus kau lakukan. Ini bersangkutan dengan perempuan. '


Mendengar kata perempuan aku langsung tergiur, dan aku mau melakukan hal itu. Karena saat itu aku memang merasa bosan.


Setelah aku menyetujuinya ternyata aku hanya di jadikan sebagai bahan percobaan untuk rencananya.


Aku sempat menolak lagi, tapi dia berkata.


' Beraninya kau menolak, jika kau terus menolak aku akan mencabut dukunganku terhadapmu!! Kau tidak akan naik tahta jika bukan karena dukunganku Isis!! Ini juga merupakan hukuman untukmu, karena kau telah mengacaukan suasana di malam itu!! '


Menyebalkan, memiliki kakak atau paman seperti dirinya.


Hanya karena aku menggagalkan ciuman mesra dengan istrinya, dia sampai menghukumku seperti ini!!


" Brengsek Johannes!!! " Aku tanpa sadar mengutuknya.


Saat ini aku berada di kediaman Veronica, tepatnya di Mansion Viscount.


Untungnya aku bersama dengan Grace, memang dialah satu-satunya yang paling setia, meskipun, itu karena paksaan dariku.


" Grace, apa penampilanku masih seperti dulu? " Tanyaku kepada Grace.


Grace menjawab dengan wajah malas dan dingin. Aku sudah terbiasa melihat wajah lempeng nya.


" Tidak, anda sekarang jauh lebih buruk. " Jawab Grace datar.


Memang ucapannya tidak bisa di harapkan, dia selalu menjawab dengan kata yang buruk.


" Apa aku seksi? " Tanyaku sekali lagi.


Aku menunjukkan pose yang menggelikan di hadapan Grace, rambutku yang di rubah dengan warna putih dan mata merah, menurutku terlihat seksi dan cantik, terutama mata merah ini.



" .....Hmm...ya! anda seksi memakai pakaian seperti itu. Cocok menjadi pria Gigolo. " Dia mengatakan dengan sangat jujur.


Memang benar, pakaian ini terlihat seperti pakaian Gigolo.


Tapi aku tidak menyukainya, aku hanya suka mata merahnya saja. Johannea memang brengsek!!


" Grace, kau seperti wanita jahat!! " Ucapku yang melihat penampilan Grace.


Dia berperan sebagai pelantara, bisa di bilang tokoh yang menyalurkan gigolo sepertiku. Aku tidak tahu di sebut apa itu.


" .....Saya tidak suka dengan penampilan berani seperti ini. Jika bukan karena rengekan anda, saya tidak mau ikut!! " Celoteh Grace.


" Sekarang tolong diam, saya akan mulai beraksi. " Ucap Grace seraya berjalan masuk ke dalam wilayah Viscount.


Jika ini tidak berhasil, maka aku akan rugi. Karena aku menjalankan peran ini, tanpa melirik harga diriku.


...----------------...


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2