
Kediaman Johannes, tepatnya di kamar Johannes.
Sebuah ruangan yang gelap, dan terbilang sunyi. Di dalam ruangan tersebut, Johannes mengunci dirinya sendiri.
Setelah mendapat sebuah pernyataan yang mengejutkannya, Johannes tidak bisa menutup pikirannya.
Pernyataan Rakian terus melintas di pikirannya.
' Aku adalah adikmu!! Meskipun berbeda ayah! '
Mengingat perkataan Rakian, Johannes mengepalkan tangannya, perkataan itu membuat Johannes emosi, dan marah.
" Omong kosong!! "
Johannes berteriak dengan suara yang di tekan kasar, seolah dia sedang menahan emosi dan amarahnya.
" Bagaimana mungkin Ibu memiliki putra lain, di luar sana?!!....
' Kau hidup dengan nyaman di sini.....
' Sedangkan aku....
' Di buang seperti sampah!
Johannes juga mengingat kata-kata Rakian, yang mengatakan bahwa Johannes hidup dengan nyaman selama ini.
" Dia mengatakan bahwa aku hidup nyaman di sini. Itu adalah kebohongan besar...
" Kehidupanku tidak semulus dan senyaman yang dia kira, kehidupanku di penuhi dengan banyaknya kesulitan....
" Aku harus berusaha untuk hidup meskipun pembunuh bayaran selalu menargetkanku....
" Aku harus berusaha kuat meskipun aku tidak dalam kondisi sehat. Karena musuhku tidak boleh mengetahui kelemahanku....
" Jika mereka mengatakan aku hidup dengan baik dan nyaman. Semua itu salah!.....
" .....Untuk mempertahankan tempat tertinggi, aku harus mengotori tanganku dengan darah.....
Johannes memang tidak pernah hidup dengan nyaman. Kehidupannya selalu di penuhi dengan hal yang berbahaya.
Seperti yang Johannes katakan, untuk mempertahankan tempat tertinggi yang telah dia capai, dia harus mengotori tangannya dengan darah dari orang yang menginginkan tempat tertinggi miliknya.
Banyak di kalangan bangsawan yang berusaha menjatuhkan keluarga Grand Duke Midletton, dengan cara mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Johannes.
Jika Johannes mati, tempat tertinggi miliknya bisa saja di rebut oleh seseorang. Apalagi Johannes masih belum memiliki penerus.
Mereka akan dengan mudah mengambil gelar Grand Duke. Selain itu, jika Johannes mati atau mengalami hal yang tidak di inginkan. Kerajaan Lapastatoe akan terkena dampak nya, mungkin sebagian bangsawan tidak terlalu memperdulikan hal itu, mereka hanya peduli dengan kekuasaan dan kekayaan.
Johannes selalu memikirkan hal itu selama dia hidup, meskipun dia bukan seorang raja.
" Mereka tidak tahu apa-apa...." Ucap Johannes dengan raut wajah tidak merasa baik.
Saat Johannes dalam perasaan yang buruk, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.
' Tok,tok,tok.....
__ADS_1
Pintu itu di ketuk sebanyak tiga kali, tapi Johannes tidak mau merespon, terlalu banyak masalah yang harus dia pikirkan, membuat dia tidak fokus.
" John?......" Suara perempuan yang mungkin bisa menenangkan Johannes terdengar.
Itu adalah suara Elenoa, dia berada di luar ruangan tepatnya di depan pintu.
Saat suara itu terdengar dan memecah pikiran Johannes. Johannes tersadar dengan suara milik Elenoa.
Seolah suaranya menjadi obat bagi Johannes.
" .......Elenoa? " Johannes memanggil nama istrinya dengan suara pelan, seolah memastikan.
" Benar, ini aku. Tolong buka pintunya? kita harus bicara. " Elenoa dari balik pintu membujuk Johannes.
|Benar, aku tidak kesepian lagi. Sekarang aku mempunyai istri yang selalu mencintaiku. Sekarang hidupku tidak seperti dulu.|Pikir Johannes.
Setelah pikiran itu muncul, mata Johannes dengan cepat menatap pintu masuk yang tertutup, dari matanya terlihat sebuah harapan yang besar.
|Jangan goyah Johannes, kau harus bisa menyelesaikan masalah ini dan hidup bersama dengan istrimu.| Sekali lagi Johannes berpikir.
Johannes pun melangkah ke arah pintu masuk tersebut, lalu dia membuka pintu itu dengan tidak sabar.
Saat pintu itu terbuka, sosok wanita dengan rambut pirang dan mata merah menatap wajah Johannes dengan tatapan penuh kekhawatiran.
Johannes dengan cepat meraih pinggang wanita itu dan membungkusnya dengan erat. Seolah dia tidak mau wanita yang ada dalam pelukan-nya di ambil orang lain.
" .....John? " Elenoa memanggil laki-laki yang memeluk tubuhnya erat.
Elenoa yang seolah mengerti, dia pun mengelus punggung Johannes dengan lembut.
"....Tenanglah John...." Ucap Elenoa.
| Aku dengar dari Eden. Jika John bertemu dengan Rakian, karena Rakian ternyata adalah penghianat yang selama ini bersembunyi sebagai pekerja di kediaman Johannes. Setelah pertemuannya, John tiba-tiba berubah murung dan emosinya tidak setabil. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan, hingga John seperti ini? | Elenoa bertanya-tanya dalam hatinya.
Pikiran Elenoa di penuhi pertanyaan-pertanyaan. Saat banyaknya pertanyaan melanda, leher Elenoa tiba-tiba saja terasa geli.
".......John—
" Hmm?...." Johannes menjawab dengan lembut.
" ....Uh—
" Apa yang kau lakukan? " Tanya Elenoa dengan suara lembut.
" Mencium lehermu......" Jawab Johannes dengan suara terendam.
| Rambutnya dan tubuhnya sangat wangi, sampai aku tidak tahan untuk terus mencium tubuhnya.| Pikir Johannes.
" ......Mari kita bicara....." Ucap Elenoa sulit.
Johannes menggelengkan kepalanya yang masih terbenam di leher Elenoa.
Bersamaan dengan itu, Johannes menelusuri paha Elenoa, kemudian dia dengan cepat mengangkat Elenoa dengan tangannya. Saat itu Elenoa kaget dengan guncangan yang tiba-tiba.
__ADS_1
Johannes perlahan membawa Elenoa ke atas kasur yang berada di ruangan tersebut. Dia membaringkan Elenoa layaknya boneka kesayangan miliknya.
" ..... " Elenoa menatap sosok laki-laki yang membaringkannya di atas kasur yang embuk tersebut.
Matanya terlihat berbinar terkena pantulan cahaya lilin. Rambutnya hitamnya tersapu oleh angin malam.
Elenoa meneliti setiap inci dari wajah laki-laki yang ada di depannya itu. Terutama bibir Johannes yang terlihat menggoda di mata Elenoa.
Sampai-sampai, Elenoa berpikir, bagaimana bisa Johannes memiliki bibir yang menggoda seperti itu.
|Bagaimana bisa, bibirnya terlihat begitu menggoda. Padahal aku sudah merasakannya beberapa kali, tapi aku masih saja ingin merasakannya lagi. | Pikir Elenoa yang terus tertuju ke arah bibir Johannes.
Seolah bisa membaca pikiran, Johannes dengan percaya diri mengatakan.
" Jil*t, jika kau memang ingin merasakannya. " Ucap Johannes dengan suara rendahnya.
" Ya? " Elenoa mengangkat alisnya pada perkataan Johannes.
" Bibir....aku pikir, kau ingin menj*lat bibirku, karena kau terus menatapnya. " Ucap Johannes dengan mata yang terus menatap Elenoa.
Dengan suara yang gemetar dan ragu-ragu, Elenoa berbicara.
" Tidak.....It—itu....
Johannes menyadari jika Elenoa gugup dan dia sedang berbohong.
" .....Aku...aku malu. " Elenoa mendorong tubuh Johannes, lalu dia bangun dari tidurnya.
Johannes tidak gentar, dia ingin melakukan hal itu malam ini juga.
" ......Kau tidak boleh pergi. " Johannes memeluk pinggang Elenoa dari belakang.
Kemudian dia mulai mencium lagi leher belakang Elenoa.
Karena kecupan itu begitu lembut dan hangat, Elenoa tanpa sadar mulai terpengaruh.
" ...Hnngn......." Elenoa mengeluarkan suara yang khas dari mulutnya.
Ketika suara itu terdengar, Johannes berhenti mencium leher Elenoa. Lalu dia membalikkan tubuh Elenoa dengan kekuatan yang sedang.
" ...John...." Elenoa memanggil nama laki-laki yang ada di depannya.
Johannes menatap mata Elenoa yang bulat. Mata merah yang bersih.
| Aku ingin memiliki perempuan ini sepenuhnya, agar dia tidak bisa melihat laki-laki lain. Agar dia tidak berpaling dan dia hanya akan mencintaiku seorang. | Pikir Johannes.
" .......Berikan dirimu sepenuhnya kepadaku....Aku akan pastikan kau hidup bahagia denganku. Jangan pernah meninggalkanku, jangan mengabaikanku, teruslah di sisiku selamanya...." Johannes membisikkan perasaan yang sudah dia pendam.
" Apa kau merayuku? " Tanya Elenoa dengan senyum di bibirnya.
Johannes tersenyum dan tersipu.
" Kedengarannya seperti godaan. Apa ini benar godaan? " Tanya Elenoa seolah menjahili Johannes.
" ...Ya, ini godaan dari laki-laki yang tidak bisa menolak kecantikanmu. " Jawab Johannes.
__ADS_1
" Jika seperti itu, aku ingin di goda terus menerus oleh pria seperti dirimu. " Ucap Elenoa.
...----------------...