Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 56


__ADS_3

Kemudian malam hari di kediaman Johannes.



Johannes kembali ke kediamannya, begitu pula dengan Elenoa.


Saat mereka tiba tadi sore, ada kakek tua yang menunggu mereka dengan cemas.


Jika bukan Eden, lalu siapa lagi.


Eden sampai sekarang masih merengek soal keselamatan Johannes dan juga Elenoa.


" Yang mulia, tolong jaga kondisi anda. Terutama sekarang anda sudah mempunyai istri. " Celoteh Eden kepada Johannes.


" Diamlah Eden, dari tadi hingga sekarang kau banyak berbicara....



" Jika kau tidak diam, aku pastikan akan merobek mulut cerewetmu itu. " Ancam Johannes.


Walaupun Johannes berbicara kasar penuh ancaman, tapi itu tidak sepenuhnya kenyataan. Johannes hanya berbicara saja dia tidak bersungguh-sungguh.


Eden sudah terbiasa dengan sikap Johannes.


" Yang mulia ingin memperpendek umur saya dengan mengatakan hal itu..." Gumam Eden.


" Berhenti menangis dan bawa istriku kemari. " Ucap Johannes.


" Oh! dan jangan lupa bawakan aku beberapa pakaian tidur yang sedikit terbuka. " Perintah Johannes.


| Aku ingin memperlihatkan otot-otot ku yang sudah ku latih kepadanya. Apa dia akan suka? | Johannes bertanya-tanya, tidak di sangka dia memiliki pemikiran yang seperti itu.


" Pakaian terbuka? " Tanya Eden.


" Ya...memangnya kenapa? " Tanya Johannes.


" Tidak, tapi.....untuk apa? " Tanya Eden.


" Aku ingin memamerkan ototku kepada istriku..." Ucap Johannes jujur.


Eden sektika membuang wajahnya, dia berusaha menahan tawa dari kejujuran Johannes.


Johannes yang melihat tingkah Eden, dia pun menegurnya.


" Kenapa kau mengalihkan wajahmu seperti itu? Apa aku salah? " Tanya Johannes.


Eden kembali mengatur ekspresi nya, lalu dia berbalik dan menatap tuan yang gagah dan agung itu.


" Tidak yang mulia, anda tidak salah. " Ucap Eden.


| Waahhhh.....jika yang mulia tahu bahwa Nyonya selalu melihat otot-otot para kesatria yang berjemur, bagaimana reaksinya nanti. | Pikir Eden..


" Sebenarnya, Nyonya sering melihat otot pria lain—


" Apa kau bilang?!!!! " Johannes seketika bangkit dari duduknya, bahkan kursi yang dia duduki hingga terjungkal ke belakang saking kagetnya dia.


" Coba bilang sekali lagi.....


" Istriku kenapa? " Tanya Johannes dengan tatapan yang liar.


" Beliau selalu berjemur di atas atap, dengan menatap otot para kesatria yang sedang berjemur. " Ucap Eden dengan yakin.

__ADS_1


Saat Johannes mengetahui itu, dia seketika teringat dengan Elenoa yang pada saat itu berjemur di atap.


| Sial!! aku pikir dia cuma melakukannya satu kali. Tapi nyatanya tidak. Aku harus memberi perhitungan kepada para kesatria itu. | Pikir Johannes.


" Hah!!!.....Benar-benar, aku sudah di dahului oleh cecunguk-cecunguk itu. " Ucap Johannes dengan helaan nafas kasarnya.


" Sudahlah Eden, cepat lakukan perintahku. Karena jika istriku terus berada di kastil itu, bisa gawat." Ucap Johannes.


" Baiklah yang mulia, saya pergi. " Ucap Eden.


Eden pergi dari ruangan Johannes. Dia akan mengambil pakaian dulu untuk Johannes, lalu setelah itu dia akan menjemput Elenoa.


...----------------...


Sementara itu, diam kediaman Elenoa.


Saat itu, Elenoa baru selesai mandi dan berpakaian, dia sekarang memakai pakaian piyama.


Tentunya dia merasa cemas dan canggung, kenapa tidak, karena Johannes memerintahkan dia untuk tidur dan makan malam bersamanya.


" Sikap apa yang harus aku tunjukkan kepadanya? " Elenoa bertanya-tanya.


| Aku akui, aku memang mulai tertarik dan bahkan jatuh cinta kepadanya. Tapi, apa-apaan ini, kenapa harus dengan pria itu? | Elenoa bertanya-tanya.


" Jon, dia berada di kandangnya..." Gumam Elenoa, dia menggumamkan Jon si Black Panther.


Jon, sengaja di taruh di dalam kandang, tapi kandang itu tidak kecil, bisa di sebut itu adalah kandang yang menyerupai hutan.


Sebenarnya itu adalah ide Johannes, dia beralasan bahwa Jon, harus di hutan karena dia adalah hewan.


Jadi, Elenoa menurut saja.


Elenoa berjalan ke arah jendela, lalu dia membuka jendelanya, karena dia ingin mengirup udara segar agar lebih tenang.


Derup angin malam itu menyapu rambut panjang Elenoa dengan lembut, Elenoa sangat menikamati angin yang menggelitik kulitnya.



" Ha~


" Ini menenangkan. " Gumam Elenoa.


Saat Elenoa tenga bergumam sembari menikamati angin yang menggelitik kulitnya, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.


' Toktoktok!! " Pintu di ketuk dari luar.


Elenoa segera menghampiri pintu dan bertanya siapa.


" Siapa itu? " Tanya Elenoa.


" Maaf, Nyonya, ini saya Eden. " Ucap Eden dari luar.


Elenoa kemudian membuka pintu tersebut.


Saat gagang pintu ditarik oleh Elenoa, dia melihat Eden sudah membungkuk memberi hormat.


" Eden? " Elenoa memastikan.


" Ya, Nyonya. Atas perintah Grand Duke saya kemari untuk menjemput anda. " Ucap Eden.


Elenoa berpikir, kenapa dia tidak menjemputnya langsung, apa jangan-jangan Johannes masih sakit.

__ADS_1


| Kenapa dia tidak datang menjemputku langsung, apa dia sedang sakit sekarang? | Elenoa bertanya-tanya.


" Baiklah, aku akan ke sana sekarang. " Ucap Elenoa.


Elenoa pun mau pergi ke kediaman Johannes, dia di temani Eden.


...----------------...


" Johannes, kau benar-benar tidak bisa di percaya. " Isis menggerutu di dalam keretanya.


" Yang mulia...Tolong tenang, nanti darah tinggi anda akan naik lagi. " Ucap Grace yang duduk berdampingan dengan Isis.


" Kau tahu aku sudah menunggu dan menghawatirkan dia, tapi dia seenak jidat langsung pergi begitu saja....


" Aku seperti bukan putra mahkota jika begini...


" Harga diriku seakan menciut jika di hadapan Johannes....


Isis menggerutu sepanjang jalan, dia sekarang hampir sampai di kediaman Johannes.


...----------------...


Kamar Johannes.


Johannes mengganti pakaiannya dengan yang lebih terbuka, dia ingin menggoda Elenoa.


".....Apa ini sudah menggoda? " Johannes bertanya-tanya seraya menatap cermin di depannya.


" ...Tidak ini tidak terlihat menggoda, aku harus sedikit melebarkan pakaiannya. " Gumam Johannes dengan terus memainkan pakaiannya.


Johannes tidak bertingkah seperti biasanya, dia bahkan tidak sadar bahwa dia sekarang bukan dirinya yang dulu.


" Tuan....Nyonya sudah tiba. " Eden dari luar memanggil Johannes.


" Dia sudah di sini? " Johannes berbicara pelan.


Ketika mendengar itu, Johannes langsung melompat ke atas kasurnya, dan membuat pose seksi dengan piyama yang terbuka.


Otot perutnya terlihat karena posenya itu, dia memang sengaja seperti itu.


" Ini sudah cukup seksi. " Gumam Johannes.


" Tuan? " Eden masih menunggu jawaban Johannes di luar sana.


" Ekehmm!!! " Johannes berdehem.


" Biarkan dia masuk. " Perintah Johannes.


Lalu Elenoa pun masuk, saat dia masuk dia sudah di suguhi pemandangan yang seksi oleh Johannes.




...----------------...


BERSAMBUNG.....



__ADS_1


__ADS_2