
Sementara itu, Eden di perintahkan oleh Johannes untuk membawa Elenoa ke kamarnya, meskipun dia tidak akan pulang malam itu.
" Eden, bawa Duchess masuk ke kamarku. Biarkan dia tidur di sini. " Perintah Johannes.
" Anda mau ke mana yang mulia? " Tanya Eden.
Eden bertanya karena Johannes tiba-tiba meminta di siapkan pakaian yang nyaman untuk berpergian.
" Aku ada urusan, jika Duchess bertanya, bilang saja aku sedang melakukan tugas penting. " Jawab Johannes.
Johannes pada saat itu tengah berpakaian, dia bersiap untuk menemui Domenix.
" Tapi, beliau baru pertama tidur di sini, kenapa anda harus pergi di malam pertama kalian tidur. " Ucap Eden.
Johannes juga berpikir begitu, bagaimana mungkin dia bisa setega itu kepada Elenoa, saat pernikahan dia tidak datang, saat malam pertama juga tidak datang, tidur pertamanya pun Johannes harus pergi.
" Aku suami yang buruk. " Gumam Johannes..
| Tapi aku harap dia mengerti dan tidak berprasangka buruk. Bersabarlah, aku akan menyelesaikan ini secepatnya. | Pikir Johannes.
" Eden, rekrut pelayan wanita di kediaman ini. Aku tidak mau laki-laki lain melayaninya. " Perintah Johannes, dia memerintahkan agar Eden merekrut pelayan wanita untuk melayani Elenoa.
" Tapi, anda tidak tahan dengan perempuan lain. " Ucap Eden.
Johannes diam, dia memang tidak bisa dekat dengan wanita lain, alih-alih mementingkan dirinya Johannes lebih tidak ingin istrinya di tatap dan di layani oleh laki-laki lain.
" Aku tidak peduli, hanya beberapa pelayan wanita aku bisa mengatasinya." Ucap Johannes.
" Baiklah kalau begitu. " Jawab Eden patuh.
" Ahh, satu lagi....
" Periksa semua pekerja di sini, karena aku merasa ada tikus dan serangga yang bersembunyi di kediamanku selama ini. " Perintah Johannes sekali lagi.
Eden menjadi waspada setelah mendengar perintah tersebut, selama ini Eden selalu mengabsen setiap pekerja yang ada di kediaman Johannes.
Dan tidak ada yang mencurigakan. Tapi jika Johannes sudah berkata seperti itu, pasti ada penghianat yang bersembunyi di kediamannya.
__ADS_1
" Saya mengerti, saya akan memeriksa semua pekerja. " Ucap Eden.
Johannes pun pergi, dia akan menemui Domenix.
...----------------...
" Yang mulia, Grand Duke meminta anda untuk tidur di kamarnya. " Eden langsung menemui Elenoa, dia pun mengatakan apa yang di perintahkan oleh Johannes.
" Ahh...tapi, apa Grand Duke akan tidur dengan ku? " Tanya Elenoa.
Eden pasti sudah menduga bahwa Elenoa akan bertanya mengenai Johannes.
Eden pun menjawab pertanyaan Elenoa seperti yang di perintahkan Johannes.
" Yang mulia sedang melakukan tugasnya, beliau tidak akan pulang malam ini. " Jawab Eden hati-hati.
Elenoa terdiam, dalam batinnya dia berkata.
" Aku akan kembali ke kediamanku, jika Grand Duke bertanya, jawab saja aku tidak terbiasa tidur di ranjang laki-laki. " Ucap Elenoa seraya berdiri dari duduknya.
" Tunggu Nyonya, yang mulia ingin anda tidur di kamarnya. Saya harap anda dapat menerimanya. " Ucap Eden.
" Tidak Eden, aku tidak terbiasa tidur di kamar orang lain. Apalagi jika pemiliknya tidak ada. Bagaimana jika ada barang atau berkasa yang hilang? " Ucap Elenoa, dia kekeh tidak mau tidur di kamar Johannes.
" ...Ta—tapi... " Eden masih berusaha.
| Jika Grand Duke tahu, dia akan bilang apa kepadaku. | Pikir Eden.
" Sudahlah Eden. " Ucap Elenoa seraya pergi.
Eden pun tidak bisa menahan Elenoa, dia pun mengantar Elenoa kembali ke kediamannya.
...----------------...
Istana kerajaan khusus tamu.
__ADS_1
" Apa perajurit bayaran yang ku sewa tidak akan menimbulkan masalah? " Rafaelo bertanya-tanya.
" Saya fikir itu akan menyebabkan masalah, lebih baik, kita kembali ke kerajaan Quarter. " Baekhan ajudan pribadi Rafaelo mengusulkan.
Dia tahu bahwa situasi akan menjadi rumit, jika dia terus berada di kerajaan Lapastatoe.
" Kau benar, kita harus segera kembali ke kerajaan Quarter, sebelum John menyadarinya. " Gumam Rafaelo.
| Aku harus secepatnya kembali ke kerajaan Quarter dan memikirkan cara lain di sana. Jika terus di sini, itu hanya akan menjadi ancaman. | Pikir Rafaelo.
" Siapkan kepulanganku, lagi pula wanita itu tidak berguna sama sekali. " Rafaelo merujuk kepada Veronica.
| Dia hanya tergila-gila dengan Johannes. | Pikir Rafaelo.
" Baik yang mulia, tapi bagaimana dengan rencana anda yang itu? " Tanya Baekhan mengenai rencana Rafaelo.
" Itu...
" Aku pikir itu akan berjalan lancar, karena John tidak bisa menolak titah raja. " Ucap Rafaelo.
" Kenapa beliau tidak bisa menolaknya? " Tanya Baekhan.
" Itu karena dia bersumpah setia di depan Raja saat ini, sumpah itu tidak bisa di larang, jika dia melarangnya maka kepalanya akan menjadi taruhannya. " Rafaelo mengetahui sumpah tersebut.
Entah dari mana dia tahu mengenai sumpah yang di ikrarkan oleh Johannes.
Tapi yang pasti, dia sudah merencanakan hal lain sebelum kembali ke kerajaannya.
...----------------...
BERSAMBUNG.....
SEE YOU NEXT CHAPTER.
__ADS_1