
Kediaman Johannes tengah malam.
Johannes kembali setelah bertemu dengan pangeran Rafaelo. Dia kembali dengan suasana hati yang buruk.
Aura di sekitanya terasa tidak baik, wajah Johannes menyiratkan bahwa dia marah dan kesal setelah pertemuan tadi.
" Jika dia bukan tamu kerajaan asing, mungkin aku sudah menarik lidahnya hingga putus!! " Johannes meludah kesal, kepada Rafaelo.
Johannes yang sedari tadi menahan amarahnya, akhirnya dia bisa melepaskannya.
Johannes terus mengepal tangannya kesal, dia merasa sudah di perbudak oleh Pangeran negara asing.
" Dia bukan raja kerajaan Quarter, tapi sikapnya seperti dia adalah raja. Dia menyuruhku untuk melakukan ini dan itu. " Ucap Johannes kesal.
" Dengan mulut busuknya, dia memintaku untuk ikut kontes berburu. Berburu bukan masalah untukku, tapi yang jadi masalah adalah perempuan. "
" Dia mengadakan kontes berburu antar pasangan, pasti para nyonya dan Lady bangsawan akan ikut serta. "
| Aku tidak tahan dengan perempuan. Terutama ketika aku melihat mereka tersenyum dengan bibir yang di lapisi pewarna merah, bau parfum yang menyengat, nada bicara manis yang di buat-buat. Itu semua menjijikan, mereka bahkan mau melakukan apapun untuk menggoda lelaki. | Pikir Johannes benci.
" Dan bodohnya, Isis menyetujuinya. " Gumam Johannes kesal.
Merasa lelah, setelah mengeluarkan amarahnya, Johannes melemparkan bokongnya ke kursi kerjanya.
" Haaaaaahh.....
Helaan nafas kasar keluar dari mulutnya. Dia menatap langit-langit kamarnya dengan sesekali menggertakkan giginya.
Kemudian, dia berteriak memanggil Eden.
" Eden?!!! "
" Eden?!! " Panggil Johannes.
Johannes lupa bahwa Eden sedang cuti, karena urusan yang dia miliki.
" Kemana kakek tua itu!!! " Johannes marah.
Lalu, dia ingat, jika Eden sedang cuti.
" Saking kesalnya, aku sampai lupa bahwa Eden sedang cuti. " Gumam Johannes.
Johannes mencari Eden, dia mau memberi perintah untuk memanggil Elenoa ke kediamannya.
" Aku ingin menyuruhnya memanggil perempuan itu. Tapi Eden tidak ada....
" Mau tidak mau aku harus menemui gadis itu sendiri, sekarang. " Gumam Johannes.
Johannes kemudian berdiri dan segera pergi ke kediaman Elenoa.
...----------------...
Kediaman Elenoa.
Sesampai di sana Johannes langsung masuk dan mengetuk pintu kamar Elenoa.
Johannes si pemilik seluruh kediaman, dia tidak harus meminta izin.
' Tok,tok,tok!!!!—
' Tok,tok,tok!!!!—
__ADS_1
" Keluar?!!! aku ingin bicara!!! " Johannes mengetuk pintu kamar Elenoa tengah malam, dia mengetuk pintu dengan keras.
Sementara itu Elenoa, dia yang sudah tertidur, tiba-tiba terbangun karena ketukan pintu yang keras dan kasar.
' Tok,tok,tok!! ' Pintu di ketuk, dari luar.
Elenoa yang masih setengah sadar, dia bergumam.
" Siapa yang datang tengah malam buta begini? Atau mungkin itu para pelayan dan kesatria yang mabuk tempo hari. " Gumam Elenoa.
Sebenarnya tidak jarang para kesatria atau pelayan laki-laki yang mabuk dan salah memasuki kediaman.
Meskipun awalnya Elenoa kaget dan takut, tapi sekarang dia sudah terbiasa dengan itu.
Elenoa hanya membiarkan mereka mengetuk pintu kamarnya, hingga Eden sendiri datang dan menegur mereka serta membawa mereka kembali ke habitat asli mereka.
Maka dari itu, Elenoa beranggapan bahwa yang mengetuk pintunya adalah para kesatria yang mabuk.
Padahal, itu adalah suaminya sendiri.
" Biarkan saja, mereka akan diam dan lelah sendiri. " Gumam Elenoa.
Elenoa menarik lagi selimutnya dan dia mulai memejamkan matanya lagi.
Namun, suara ketukan itu semakin nyaring dan kasar.
' Tok,tok,tok!!!!—
' Tok,tok,tok!!! Tok,tok,tok!!!—
Suara ketukan pintu tersebut sangat keras dan panjang, kebisingan itu membuat Elenoa kesal dan marah.
" Berisik!! "
Elenoa marah dan bangun dari tidurnya dengan kasar.
" Eden tidak ada!! dia sedang cuti. Lalu? Bajingan mana yang masuk tanpa izin dan mengetuk pintu kamarku dengan kasar?!! "
Elenoa dengan mata merahnya menatap ke arah pintu kamarnya, dengan tajam. Ketukan itu terus terdengar nyaring.
Elenoa pun berjalan ke arah pintu dengan dengusan kesal. Dengan tangannya dia meraih gagang pintu tersebut dan membukanya dengan kasar.
" Siapa yang—!!
Elenoa terkejut, bola matanya melebar, setelah membuka pintu kamarnya, dia langsung mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
Sosok Johannes berdiri di depan kamarnya dengan ekspresi dingin dan tatapan acuh.
" Grand Duke?!! " Elenoa memastikan.
" Akhirnya kau bangun juga. Aku sudah lama mengetuk pintu kamarmu. " Ucap Johannes.
Elenoa menunjuk johannes dengan telunjuknya dan dia berbicara.
" A, anda—
Johannes tidak menghiraukan Elenoa, dia langsung masuk ke dalam kamarnya begitu saja.
Elenoa yang melihat Johannes melewati dirinya begitu saja, dia memiringkan kepalanya dengan keadaan jari yang masih menunjuk.
" Dia, dia masuk begitu saja? kedalam kamarku? " Elenoa bertanya-tanya.
| Pria ini!!! | Elenoa mencela Johannes.
__ADS_1
Dia pun berbalik dan menatap Johannes, yang sudah duduk di kursi di dalam kamarnya.
Johannes menatap Elenoa dan dia pun berbicara dengan jari yang bergerak, seolah menyuruh Elenoa untuk mendekat.
" Kemari. " Panggil Johannes dengan menggerakkan jarinya.
Elenoa mengerutkan alisnya, dan dia berjalan cepat seraya bertanya, kepada Johannes.
" Kenapa anda kemari tengah malam buta begini?!!! " Tanya Elenoa dengan nada tinggi. Dia sekarang tepat berdiri di depan Johannes dengan dua tangan melipat.
" Duduklah dulu, apa kau akan terus berdiri seperti patung? " Tanya Johannes mengejek.
Elenoa pun segera duduk dan dia bertanya lagi. Kenapa Johannes datang di tengah malam.
" Sekali lagi saya bertanya, kenapa anda datang tengah malam buta begini??!! " Tanya Elenoa kesal.
Johannes langsung ke intinya, dia tidak mau bertele-tele.
" Berpartisipasilah, dalam kontes berburu yang akan di adalah lusa. " Johannes langsung pada intinya.
Elenoa yang mendengarnya, dia malah memasang ekspresi tanda tanya. Dia tidak mengerti apa maksud Johannes memintanya untuk melakukan itu.
" Saya memaklumi, karena ini tengah malam. Jadi, tolong jelaskan lebih detail apa maksud dari Berpartisipasi kontes berburu? " Elenoa berbicara demgan wajah datar.
Johannes mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan, dan dia berbicara.
" Kau harus ikut dalam kontes berburu lusa nanti, tentunya kau akan ikut bersamaku, menjadi pendampingku. " Johannes sedikit memperjelas.
Elenoa akan menolak, tapi baru dia mengucapkan beberapa kata, Johannes sudah memotongnya.
" saya, menol—
" Tidak ada penolakan!! aku tidak menerimanya. " Johannes tegas.
Elenoa mengepal tangannya kesal, lalu dia menatap Johannes dengan aura dingin. Johannes yang merasakan perubahan hawa dan tatapan Elenoa, dia pun bertanya acuh.
" Kenapa kau menatapku seperti itu? " Tanya Johannes.
Elenoa membuang nafas dengan halus, lalu berbicara dengan lemas.
" Saya menolak, saya tidak bisa. " Elenoa menolak dengan mengangkat tangannya.
Johannes pun berbicara.
" Apa kau tidak membaca isi kontraknya?Itu termasuk pelanggaran kontrak. Kau bisa di denda. " Johannes mengungkit kontrak, padahal dirinya sendiri yang melanggar kontrak tersebut.
Elenoa menggelengkan kepalanya, Johannes pun berbicara.
" Lihat, kau tidak membaca surat kontraknya dengan benar. " Johannes berbicara, dengan yakin.
| Dia menelan ludahnya sendiri. | Pikir Elenoa.
Elenoa mengambil dokumen kontrak pernikahannya dan dia berbicara seraya memberikan surat tersebut.
" Lihatlah sendiri, siapa yang dari kemarin melanggar kontrak pernikahan. " Elenoa berbicara dan memberikan dokumen tersebut.
Johannes membaca isi surat tersebut, sejujurnya dia memang lupa dengan isi dokumen kontrak tersebut.
Dia hanya mengingat dokumen bisnisnya, karena dokumen kontrak pernikahan tidak terlalu penting untuknya.
" Lihatlah. Di sana tertera, bahwa anda harusnya memperlakukan saya dengan baik dan hormat sebisa mungkin. " Elenoa menegaskan.
" Tapi anda tidak memperlakukan saya dengan baik dan hormat.....
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG......