Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 86


__ADS_3

" Apa itu benar? " Tanya Rakian sedikit menyipitkan matanya.


" Apa aku tidak salah menduga dan percaya? " Tanya Rakian sekali lagi.


Rakian takut, bahwa dia akan salah mempercayai Veronica, dia takut bahwa Johannes bukan kakaknya.


Jika Johannes bukan kakaknya, dia akan sangat malu, karena selama ini dia sudah berusaha menyakiti orang yang tidak ada kaitannya.


" Kedua orang tuaku tidak pernah muncul di hadapanku, karena mereka fokus mencarimu bahkan sampai akhir hayatnya. Bukan mereka membuangmu, tapi seorang pelayan menculikmu. " Johannes dengan serius mengatakan yang sebenarnya.


" Mungkin bisa di bilang, jika mereka lebih menyayangimu di banding denganku. " Ucap Johannes.


Elenoa memegang tangan Johannes erat, dia seolah memberi kekuatan untuk Johannes.


" ......Jadi, aku tidak di buang? " Tanya Rakian dengan tatapan yang seolah ragu.


" Jangan dengarkan dia Rakian!! Dia berbohong!! " Veronica masih berusaha mengecoh Rakian.


Tapi Rakian tidak terkecoh sama sekali. Nalurinya mengatakan bahwa dia harus percaya kepada Kakaknya Johannes.


" Iya, aku percaya. " Dengan mudahnya Rakian percaya.


" Tidak Rakian.....jangan tinggalkan aku....." Veronica yang menyadari bahwa dia tidak bisa mengecoh Rakian.


Dia memelas dan terus memohon agar Rakian tidak meninggalkan dirinya. Rakian menatap Veronica jijik, dia sangat menyesal sudah terjebak dengan kehidupan Veronica.


" Kemari Rakian, kau adalah adikku. " Ucap Johannes.


Rakian pun maju dan bergabung dengan Johannes.


" Ternyata kau memiliki adik yang jauh lebih tampan darimu. " Isis menyeringai mengejek Johannes.


" Yang mulia, tolong jangan merusak suasana. " Grace dengan wajah datar berbicara.


" Gggrrrrrttttt!!!......" Jon pun ikut berkomentar.


" Apa hidupku akan baik-baik saja bersamamu? " Tanya Rakian.


" Kau tenang saja, aku tidak akan menyiksamu seperti Veronica. Karena aku adalah kakakmu sudah sepantasnya kau hidup dengan layak. " Ucap Johannes.


Johannes dengan suara lantang, memerintahkan para kesatrianya untuk membawa Ruby dan Veronica beserta pengikutnya ke istana.


Biar mereka di adili.


" Bawa mereka ke istana, biar yang mulia raja mengadili mereka. " Perintah Johannes.


Segera, perintah itu di patuhi.


...----------------...



Setelah itu kerajaan di hebohkan dengan eksekusi Veronica. Tristan selaku raja di kerajaan Lapastatoe.


Dia memutuskan hukuman mati secara gantung dan dikuliti kepada seluruh keluarga Veronica beserta pengikut Veronica.


Hukuman gantung sudah di laksanakan secara tertutup, karena kerajaan Lapastatoe tidak pernah mempublis hukuman mati di depan masyarakat.


Jika hukuman mati di lakukan di depan masyarakat, itu akan berdampak buruk bagi anak-anak yang melihatnya.

__ADS_1


Tapi jasadnya Veronica yang sudah di kuliti dan di potong menjadi 3 bagian. Di gantung masing-masing ditiga tempat yang berbeda.


Kepalanya yang tanpa kulit, di gantung di depan gerbang istana sebagai contoh. Lalu bagian dada sampai pinggangnya digantung di gerbang masuk kerajaan.


Bagian pinggang hingga kaki, tergantung di kedimana Veronica yang sekarang sudah tidak berpenghuni.


Semua keluarga Veronica di eksekusi mati, tidak ada yang tersisa.


...----------------...


Istana Kerajaan.



" Saya tidak mau melepaskan istri saya! " Johannes datang menghadap Tristan.



Masalah Johannes dengan Tristan belum selesai, di mana Tristan menyuruh Johannes untuk melepaskan Elenoa.


" Apa yang kau bicarakan? " Tanya Trsitan.


" Itu, mengenai yang waktu itu. " Ucap Johannes.


" Kau pikir aku sekejam dan setega itu denganmu!! " Tristan berteriak kepada Johannes.


" Bukankah anda mengatakan bahwa saya harus melepaskan Elenoa? " Tanya Johannes.


" Itu hanya bentuk uji coba. Aku ingin melihat apakah kau benar-benar mencintai gadis itu atau tidak. Itu saja kau anggap serius!! " Ucap Tristan.


" Andakan seorang raja, tentu saja saya menganggapnya serius. Lagi pula saya orangnya serius. Bukankah anda tahu itu?! " Dengan suara lantang Johannes berbicara.


|Yah, meskipun itu dengan butiran air mata. | Pikir Johannes, mengingat saat-saat dia menangis dan memohon kepada Elenoa.


" Sekarang aku lega, karena kau sudah menikah dan memiliki pasangan yang benar-benar kau cintai. " Ucap Tristan lega.


Di sisi lain, Tristan memikirkan Isis.


" Sekarang aku malah tidak tenang dengan putra ku Isis. Kapan dia akan dewasa dan berhenti memainkan hati wanita. " Ucap Tristan.


" Pikirkan saja sendiri. Saya akan pergi, karena masalah ini sudah selesai. " Ucap Johannes tidak peduli.


" Kau!!! dasar bocah tengik!! " Teriak Tristan.


Johannes pergi meninggalkan Istana, dia ingin bertemu dengan Elenoa.


tapi setiba di kediamannya. Johannes di kagetkan dengan banyak nya tabib.


Dia bertanya-tanya apa yang terjadi, kenapa ada banyak tabib di kediaman nya.


" Eden, ada apa ini? " Tanya Johannes dengan wajah cemas.


" Yang mulia, naiklah ke atas.....Nyonya....beliau..." Eden berbicara dengan wajah cemas seolah menandakan sesuatu.


Perasaan Johannes tidak tenang, dia pun segera naik ke atas untuk memastikan sendiri. Jantungnya berdetak tidak karuan, dia takut sesuatu terjadi lagi kepada istrinya.


" .....Aku mohon jangan terjadi sesuatu lagi. " Ucap Johannes.


Saat dia tiba di lantai atas, di depan pintu sudah ada Rakian selaku adiknya.

__ADS_1



" Rakian!! ada apa? apa terjadi sesuatu? " Tanya Johannes tidak sabar.


Rakian dengan wajah menunduk dia menjawab.


" Ini......ini semua karena kakak yang terlalu bersemangat sehingga menyebabkan kakak ipar tidak sehat...." Ucap Rakian dengan wajah serius di tekuk.


Johannes yang hatinya mulai jatuh, dia segera masuk dan memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.


" Istriku?!! " Johannes memanggil Elenoa yang terbaring di atas kasur.


" John?!! " Panggil Elenoa yang berbalik dan menatap Johannes.


" Kenapa? apa tubuhmu terluka? dimana yang sakit? beritahu aku?!! " Johannes memberikan banyak pertanyaan dengan wajah cemas.


" Tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja. " Jawab Elenoa dengan senyumnya.


Dengan tangannya Elenoa terus mengusap perutnya lembut. Johannes yang melihatnya dia heran, kemudian dia bertanya.


" Apa kau sakit perut? " Tanya Johannes panik.


" Ya ampun! sudah ku bilang aku baik-baik saja. Kau tidak peka sama sekali!! " Ucap Elenoa yang terua mengelus perutnya.


" Katakan kenapa??!! aku sangat cemas!! " Johannes dengan wajah cemas bertanya.


Elenoa memutar matanya dan mendengus malas, dia pun akhirnya mengatakan bahwa dia sekarang sedang mengandung seorang anak di dalam perutnya.


" Perutku berisi John. " Jawab Elenoa malu-malu seraya tersenyum.


Johannes masih tidak mengerti. Dia pun memberikan ekspresi mengerut bingung.


" Apa makanan yang kau makan terlalu banyak sehingga perutmu berisi? " Johannes bertanya dengan mata yang menatap perut Elenoa.


Elenoa seketika menghapus senyumnya, dan sekali lagi mendengus. Segera setelah itu, Elenoa meraih tangan Johannes dan menempelkannya di perutnya.


" Di sini!! aku mengandung seorang anak. " Ucap Elenoa.


Johannes dengan wajah kaget sekaligus senang, dia bertanya memastikan lagi.


" Apa ini benar? ada bayi di dalamnya? " Tanya Johannes dengan tangan yang terus meraba perut Elenoa.


" Ya, di sini. Apa kau senang? " Tanya Elenoa.


Johannes dengan cepat meloncat dari duduknya, dan berteriak bahwa dia akan menjadi seorang ayah.


" Haah!!!! aku akan menjadi ayah!! sungguh aku menjadi ayah?!!! " Johannes berteriak penuh kegembiaraan.


" Aku benar-benar bahagia, sangat-sangat bahagia. " ucap Johannes dengan tawa kebahagian.


Elenoa hanya tersenyum hangat melihat tingkah Johannes.


...----------------...


MENUJU ENDING......



__ADS_1



__ADS_2