
" Aku sudah menemukan alat-alatnya. "
Elenoa mengambil alat dan bahan seperti, penumbuk, air, dan bahan-bahan yang dia kumpulkan dari hutan.
Elenoa mulai memasukkan Tanaman satu persatu. Mulai dari Tanaman obat Ezkaia Limoia (Lemon Timi).
" Pertama-tama siapkan penumbuk, cuci tanaman obat, agar tidak menimbulkan infeksi karena bakteri yang ada. Lalu, setelah di cuci bersih, aku akan mulai dengan menumbuk tanaman Ezkaia limoia (Lemon Timi) terlebih dahulu.
" Tanaman Ezkaia Limoia, dipercaya sudah berabad-abad dipakai untuk membantu menyembuhkan luka luar. Di dalam tanaman ini mengandung antibiotik yang dapat bekerja mencegah infeksi dan penyebaran bakteri. " Gumam Elenoa seraya menumbuk tanaman Ezkaia Limoia.
" Kemudian, tumbuk lagi tanaman Anredera cordifolia (Binahong).
" Tanaman ini sangat berkhasiat, Daun Anredera cordifolia memiliki sifat antiseptik yang membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Sifat antiinflamasi yang ada membantu meringankan memar yang memerah atau bahkan bengkak. " Elenoa menjelaskan secara singkat
Elenoa menumbuk kedua tanaman obat tersebut, kemudian dia teringat dengan bahan lainnya.
" Ahhh....aku lupa memanaskan air, kalau begitu mari kita panaskan air dan rebus tanaman obat
Elenoa menyalakan api, dia kemudian mengisi ketel dengan air kemudian memanaskannya.
Setelah air itu agak mendidih, Elenoa Mengambil tanaman obat yang akan di rebus kemudian dia memasukan tanaman itu ke dalam ketel yang agak mendidih.
" Baiklah, kita rebus akar tanaman Taraxacum officinale (Jombang).
" Tanaman Taraxacum officinale (Jombang), juga berfungsi sebagai anti biotik, antiradang, menghilangkan bengkak, menghancurkan sumbatan, membersihkan panas dan racun, serta meningkatkan produksi empedu. Tapi, penggunaan harus di sesuaikan, karena berlebihan itu tidak baik. "
" Aku mendiagnosa, bahwa panah yang tertancap di punggung pria itu adalah panah beracun. "
" Racun itu tidak terlalu mematikan, hanya akan menimbulkan demam dan luka dari panah itu akan membusuk dan merambat terus menerus, maka dari itu aku harus menggunakan ke tiga tanaman obat ini. " Gumam Elenoa.
...----------------...
Elenoa selesai meracik obat, Elenoa membuat obat itu menjadi sebuah ramuan.
Tentu itu akan berguna untuk hal-hal lainnya.
" Yah...aku pandai dalam melakukan hal. " Elenoa berbangga diri.
__ADS_1
Bukan ramuan saja, Elenoa pun menyisihkan obat balur untuk luka kulit Johannes.
Setelah semua di anggap selesai, dia pun membawa obat racikan itu, untuk di berikan kepada Johannnes.
Saat masuk ke dalam ruangan di mana Johannes di baringkan, dia melihat Johannes semakin menderita dengan lukanya.
Johannes terus berkeringat, dia menahan racun yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Saking sakitnya, Johannes sampai meremas seprei dengan tangannya.
" Huuuuffffttt......ugghhhhhh......" Ringis Johannes.
" Orang yang terlihat kuat pun akan jadi seperti ini jika sakit. " Gumam Elenoa seraya menaruh semua obat yang tadi dia racik.
Elenoa menatap Johannes, dia tidak tega melihat Johannes, ketika melihat orang sakit, dia selalu teringat dengan ibunya.
" Aku benci melihat orang sakit!! " Ucap Elenoa datar.
Elenoa kemudian meraba tubuh Johannes, Johannes pun membuka matanya kasar seolah merasa terancam dan memegang tangan Elenoa.
' Tak...' Tangan Elenoa di pegang oleh Johannes dengan kekuatan.
" Hiss...." Elenoa meringis.
" Sakit!!...... anda memegang tangan saya seakan anda mau meremukkannya!!! " Elenoa kesal.
Johannes dengan tatapan garang yang masih bercucuran keringat, dia membentak Elenoa.
" Jauhkan tanganmu dariku!!!!.....
" Ughh...." Johannes sesekali meringis.
Elenoa kesal, dia pun balik membentak Johannes dengan garang.
" Bisakah kau diam!!!! aku sedang mengobati dirimu!!! jika kau ingin mati?!! maka mati saja di tempat lain!!! jangan mati di depanku!!! aku tidak mau mendapat masalah karena kematianmu!!! "
" Bajingan brengsek!!! " Elenoa kesal.
" Apa kau bilang??!!! " Johannes marah.
Elenoa mulai kehabisan kesabaran, menghadapi pasien seperti Johannes, dia dengan wajah dan kata-kata dingin namun terdengar mengancam, berkata.
" Tutup mulutmu.....Jika tidak, maka aku sendiri yang akan menyumpal mulutmu dengan kain!! " Elenoa mengancam.
Johannes masih menolak, Elenoa tidak peduli, dia dengan ganas merobek baju Johannes untuk mencabut panah yang ada di punggungnya.
" Mari kita robek pakaianya. " Ucap Elenoa seraya merobek pakaian Johannes dengan kasar.
' Breeetsraakk....' Elenoa merobek pakaian.
" Ughhh....kau..kau pria mesum!! " Johannes mencaci.
" Mana ada tabib mesum seperti saya!! " Elenoa balik membentak, dengan tangan yang sibuk.
Ketika pakaian Johannes di tanggalkan, Elenoa sangat tergoda dengan otot yang tadinya tersembunyi oleh kain.
__ADS_1
" Ekehmmm.......tidak buruk. " Gumam Elenoa yang melihat otot Johannes.
Tubuh Johannes sangat hot, dia memiliki kotak-kotak padat di perutnya. Elenoa sudah mengira, di balik kain itu ada tubuh yang kokoh.
| Aku ingin merabanya....seberapa padat perut itu? | Pikir Elenoa.
" Jangan menatapku seperti itu!! " Johannes membentak Elenoa garang.
" Saya tidak menatap tubuh anda!! lagi pula saya sudah sering melihatnya di kediaman pelayan. " Ucap Elenoa.
Johannes diam, dia mungkin tidak bisa bicara lagi.
Elenoa segera mencabut panah itu. Raungan keluar dari mulut Johannes ketika panah yang tertancap di punggungnya di lepas.
' Arrrrgghhhh......' Raungan.
" Itu pasti sakit. " Gumam Elenoa yang terus mengobati Johannes.
" Apa.....apa yang kau lakukan? " Johannes bertanya susah payah.
" Diam!!! tahan ini sebentar, karena ini akan sakit. " Ucap Elenoa.
Elenoa membersihkan semua luka yang ada pada tubuh Johannes, dia pun membalurkan dan menuang obat yang tadi dia buat ke luka tersebut.
Elenoa merawat Johannes dengan baik, dia membalut luka dengan hati-hati dan rapih. Elenoa menyeka keringat dan noda darah di tubuhnya Johannes dengan bersih, sehingga Johannes tidak lengket.
Bahkan Johannes tertidur lelap, tanpa ringisan. Karena demamnya sudah turun.
" Fyuuhhh...." Helaan nafas lega keluar dari mulut Elenoa.
Elenoa melirik Jon yang sedari tadi diam di bawah kasur Johannes.
" Jon, aku lelah. Jadi aku akan tidur. " Ucap Elenoa kelelahan.
" Kau pun tidur, pastikan untuk bersembunyi!! " Celoteh Elenoa lelah.
' Ggrrr...' Jon menggeram rendah.
Dan akhirnya, Elenoa tertidur di sebelah Johannes.
...----------------...
BERSAMBUNG....
Spoiler.
" Ini....tidak enak!! "
__ADS_1
" Kalau begitu jangan di makan!!! "