Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 67


__ADS_3


" Jadi, baginda raja memintamu untuk bercerai karena aku? " Tanya Isis.


Johannes mengangguk, dia pun menceritakan semua yang dia bicarakan dengan Tristan.


Johannes menceritakan bagaimana Tristan menyuruhnya, dan alasan apa yang dia gunakan.


Ketika Isis mendengar semua cerita dari Johannes dia sangat tertekan, dia merasa bahwa dirinya tidak berguna sebagai putra mahkota.


" John, kenapa aku tidak berguna sebagai putra mahkota, apa aku layak menjadi putra mahkota? sedangkan dukungan saja aku tidak punya. " Isis bergumam setelah mendengar cerita Johannes.


Johannes sudah menduga bahwa Isis akan menyalahkan dirinya.


" Tidak berguna jika kau terus mengeluh seperti itu, lebih baik kau mencoba mencari jalan keluar. " Ucap Johannes.


" Aku akan memohon kepada ayahku, agar kau tidak melakukan perceraian dengan istrimu. Jika itu sampai terjadi, mau di taruh di mana wajahku. " Ucap Isis.


Johannes yang mendengar ucapan Isis dia malah tidak setuju, Johannes tidak mau jika Isis sampai memohon kepada Tristan demi dirinya.


" Jangan memohon. Meskipun dia raja dan ayahmu, kau tidak boleh merendahkan dirimu demi diriku. " Johannes melarang.


Isis dengan wajah kebingungan dia berbicara.


" Lalu apa yang harus aku lakukan? " Tanya Isis.


" Kita harus berbicara dengan Rafaelo, pangeran gila itu yang menjadi alasan atas semua masalah ini. " Ucap Johannes.


Isis yang mendengar nama Rafaelo, dia mengerutkan alisnya.


" Dari ceritamu, sepertinya Rafaelo sejak lama sudah mengincar mu, dia bahkan mengetahui sumpah itu. " Ucap Isis.


" Ya, dia mengetahui hal itu dari pelayan yang ada di kediaman ini. " Johannes sudah tahu, bahwa Rafaelo mengetahui sumpah itu dari pelayan yang ada di kediamannya.


| Aku harus memanggil Eden. | Pikir Johannes.


...----------------...


Kediaman Veronica.



Penjara bawah tanah.



Ruangan dengan nuansa gelap dan pengap, penjara bawah tanah tempat para tahanan di siksa.

__ADS_1



Di sana terlihat sosok laki-laki dengan kaki dan tangan di ikat tergantung, mata yang di tutup oleh kain dengan badan tanpa pakaian.



Hanya celana yang dia gunakan.



Suara pecut terdengar di seluruh ruangan, seorang wanita dengan gaun biru yang di penuhi oleh noda darah.


' Ctak!!.....


' Ughh...' Suara rintihan seseorang.


' Ctak!!.....


" Kau harus di hukum!!.....


' Ctak!!....


' Euughhh....


" Kau sudah gagal melakukan tugas!!...


Wanita itu sangat ganas menerjang setiap sudut tubuh pria itu, pria itu hanya merintih dan mengepal tangannya menahan sakit.


" Memohon Rakian!!! cepat, ini sudah 4 hari!!....


' Ctak!!!....


' Ughhh!!!!.....


' Huk...'


Darah bercucuran, memar, dan luka yang dalam terlihat jelas. Pria yang di borgol tersebut tidak lain adalah Rakian.


Dan wanita yang ganas seperti monster adalah Veronica.


" Ayo cepat memohon!!! " Veronica berteriak layaknya orang gangguan jiwa.


Dengan tangan yang sibuk menghukum Rakian dia terus berteriak, dia ingin Rakian memohon kepada dirinya.


Tapi Rakian tidak mau, dia tidak sudi memohon kepada wanita seperti Veronica.


" Haaahhh......

__ADS_1


" Haaaaaahh....Aku tidak sudi memohon lagi....


Rakian dengan suara yang halus dan lemah menentang Veronica, dia tidak mau memohon meski badannya terluka.


" Bajingan ini!!!!......


Veronica menggertakkan giginya, matanya melebar menatap sosok Rakian yang di borgol dengan badan penuh luka.


Veronika yang kesal, dia melayangkan pecut yang dia pegang dengan kencang.


' Ctak!!Ctak!!Ctak!!.....


" Ughhh..." Tiga pecutan sekaligus di terima oleh Rakian.


" Ayo cepat memohon, apa kau ingin mati!!! " Veronica berteriak seraya mengibaskan rambutnya kesal.


" Aku....tidak mau!!.....


Rakian tidak menyerah. Lalu Veronika, dia pun menaruh pecutnya, dan beralih ke tungku panas yang berada di sebelahnya.


" Oh...


" Jika kau tidak mau aku akan menggunakan cara lain!!...


Veronica mengambil besi yang telah di panaskan, ujung besi itu menyala seperti timah panas.


Inda penciuman tidak bisa berbohong, bau terbakar menusuk hidung Rakian. Dia tidak bisa melihat apa yang Veronica lakukan.


" ......Ugh....apa yang kau ambil? " Tanya Rakian dengan nafas yang tersengal.


Veronica berjalan ke arah Rakian, matanya melihat besi panas tersebut dengan niat terselubung.


| Sangat nikmat melihat seseorang kesakitan seperti ini. | Pikir Veronica.


Veronika dengan besi panas di tangannya, dia ingin menggunakannya ke tubuh Rakian.


Bisa di bayangkan bagaimana jika besi itu menempel di kulit seseorang. Kulit mereka akan terbakar dan meninggalkan bekas luka.


" Mari kita main-main sebentar!! " Ucap Veronica.


Tangan yang memegang besi panas itu, mulai mengarah ke punggung Rakian, perlahan namun pasti.


Rakian yang malang terus bertanya-tanya apa yang akan di lakukan oleh Veronica, dia terus memberontak.


" Apa yang kau lakukan!!! " Teriak Rakian.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2