
Setelah fakta terungkap, Elenoa menjadi diam termenung. Sementara Domenix, dia pulang karena Elenoa menyuruhnya untuk pergi.
Johannes pun kembali setelah pertemuannya dengan Isis. Saat dia kembali, dia melihat istrinya melamun dengan butiran air mata di pipinya.
Sontak hal itu membuat Johannes panik, di pun segera bertanya apa yang membuat Elenoa menangis.
" Kenapa kau menangis? " Tanya Johannes dengan wajah paniknya.
Elenoa berbalik dan menatap Johannes, matanya basah. Elenoa dengan cepat memeluk Johannes, seolah ingin menyembunyikan air matanya.
Johannes semakin panik, dia pun bertanya seraya mengelus rambut istrinya lembut.
" Ada apa? Katakan padaku? " Tanya Johannes khawatir.
Elenoa akhirnya memperlihatkan wajahnya, dan dia berbicara.
" Tolong antarkan aku ke rumah ayahku. Aku.....
" Aku sudah salah paham selama ini....
" Ayahku ternyata sangat menyayangi ku...
Elenoa berbicara dengan isak tangisnya, dia pasti merasa bersalah atas kesalah pahamannya.
" Jangan menangis, aku akan mengantarmu ke sana. Tenang, kau tidak boleh stress. " Ucap Johannes lembut.
Elenoa saat itu berusaha untuk tenang, karena dia tahu itu tidak akan baik bagi kehamilannya.
" Lebih baik kau istirahat, aku akan berbicara dengan Eden. " Ucap Johannes.
" .....Baiklah. " Ucap Elenoa di sertai anggukan.
...----------------...
Ruang kerja Johannes.
Johannes duduk memasang wajah serius dan marah. Eden juga di panggil bersama dengan beberapa pelayan yang melayani Elenoa.
" Jelaskan apa yang terjadi ketika aku pergi?!! " Tanya Johannes marah.
" Bagaimana bisa istriku menangis tanpa adanya sebab, jelaskan sekarang?!! " Sekali lagi Johannes berteriak bertanya.
Eden dengan tubuh yang gemetar, menjawab.
" Maaf yang mulia, saya pergi karena perintah Nyonya. Beliau meminta saya membeli ramuan untuk kehamilan nya. Jadi, saya tidak tahu apapun. " Jawab Eden.
" Kenapa kau tidak menyuruh pelayan lain untuk membeli barang tersebut!! Apa harus kau yang pergi?!!! " Johannes dengan emosi membentak Eden.
" Maaf yang mulia saya salah. " Eden pada akhirnya meminta maaf, dia tidak mau terus menjawab di saat Johannes sedang emosi.
" Kau?!! pelayan yang melayani Duchess!! Jelaskan apa yang terjadi, jangan bilang kau juga sama dengan Eden!! " Ucap Johannes tajam.
" T—tidak yang mulia, saya tahu. Waktu itu beliau baik-baik saja, tapi setelah seorang tamu datang dan pergi. Beliau tiba-tiba seperti itu. " Jawab pelayan tersebut.
" Tamu? siapa tamu itu? " Tanya Johannes.
" Beliau bilang, beliau adalah Ketua Guild Informasi. " Jawab pelayan tersebut.
Johannes tahu, bahwa itu pasti Domenix. Tapi yang dia herankan adalah, kenapa Domenix datang dan membuat istrinya menangis.
" Domenix, pasti dia. Sebenarnya apa yang dia bicarakan dengan Elenoa sehingga dia bisa menangis seperti itu. " Johannes bertanya-tanya.
" Apa anda ingin memanggil Domenix kemari? " Tanya Eden.
" Tidak, aku sendiri yang akan datang dan memberinya pelajaran. " Ucap Johannes dengan mata yang di penuhi keseriusan.
" Pergi!! " Bentak Johannes.
Eden dan pelayan tersebut pergi dari ruangan Johannes.
...----------------...
Tempat Guild Informasi malam hari.
Domenix tidak tahu apa yang akan terjadi setelah dia mengatakan yang sebenarnya kepada Elenoa.
Malam itu juga Johannes datang ke sana, dengan pedang di tangannya. Sampai-sampai Domenix terkejut dengan kedatangan Johannes.
Karena saat tiba di sana, Johannes langsung menerjang kerahnya dengan emosi.
" Apa yang kau katakan sehingga istriku menangis seperti itu?!! " Tanya Johanes marah.
Sorot matanya sangat menakutkan, hawa membunuh ada di sekitarnya. Saat itu juga Domenix berbicara dengan nafas tersenggal.
" Itu....
" Saya mengatakan...
" Tentang Marquess Delta....
Domenix mengatakan itu dengan sulit, tangan Johannes terus menempel dan meremas kerahnya.
__ADS_1
" Tenanglah dulu....Tolong lepaskan ini..." Domenix memohon agar Johannes melepaskan dirinya.
Johannes pun dengan kasar melempar Domenix, dan dia segera bertanya lagi.
" Ada apa dengan Marquess ? "Tanya Johannes.
Domenix dengan tangan yang sibuk meraba lehernya, dia menjawab.
" Marquess tidak pernah selingkuh, beliau menyayangi putri dan istrinya. Dia sangat menyayangi istrimu. " Ucap Domenix.
" Jadi, karena itu istriku sekarang menangis?" Ucap Johannes.
" ....Awalnya saya tidak mau mengatakan hal itu, tapi karena istri anda memaksa, jadi saya bercerita. Lagi pula lebih baik sekarang dari pada terlambat. " Ucap Domenix.
" Dia sedang hamil, seharusnya kau tahu itu. " Ucap Johannes.
Saat itu Domenix langsung diam, dia tidak mengira bahwa Elenoa sedang hamil.
" Apa?! Jadi beliau sedang hamil? maafkan saya, saya tidak tahu mengenai itu. " Ucap Domenix merasa bersalah.
Johannes diam, dia sedang berpikir keras.
| Mungkin ini akan menyakitkan baginya, apalagi saat ini dia sedang mengandung. Tapi dia harus mengetahui ini meski Domenix memberi tahu di waktu yang salah. | Pikir Johannes.
" Untuk hukumannya kau tidak akan di gaji selama 4 bulan. " Ucap Johannes seraya pergi begitu saja.
Domenix yang di tinggalkan dia melamun dengan ucapan Johannes.
| 4 bulan? tidak di gaji? yang benar saja!! | Pikir Domenix.
...----------------...
Keesokan harinya.
Johannes mengantar Elenoa ke kediaman Marquess. Elenoa yang baru saja tiba di depan kediaman ayahnya dia langsung masuk untuk bertemu dengan ayahnya.
" Ayah!! Ayah?! " Elenoa dengan wajah yang risau terus mencari ayahnya.
Bahkan kali ini Elenoa memanggil ayahnya dengan sebutan ayah, bukan dia, itu atau Marquess.
" Grand Duchess, tuan ada di belakang. " Salah satu pelayan yang ada di kediaman itu memberi tahu Elenoa.
Elenoa segera berlari ke belakang untuk menemui ayahnya. Johannes pun dari belakang mengejarnya.
" Jangan berlari!! kau sedang hamil!! " Teriak Johannes yang berlari mengejar istrinya.
Tapi Elenoa tidak mendengar.
" Elenoa? " Ibu tirinya memanggil dengan suara halus.
" Kakak?!! " Barra adik Elenoa memanggilnya dengan suara yang ceria.
Lali suara yang ditunggu-tunggu terdengar di telinga Elenoa.
" Elenoa? " Suara itu sangat lembut, di penuhi kasih sayang yang menusuk hati Elenoa. Suara tersebut milik ayahnya, yaitu Marquess Delta.
" Ayah?!! "Segera mulutnya memanggil sosok tersebut.
Marquess sangat terkejut ketika putrinya tiba-tiba pulang dan memanggilnya ayah. Padahal sejak dulu, Elenoa tidak pernah memanggilnya ayah, dia hanya bersikap dingin.
" Ayah? Apa kau memanggilku ayah? " Marquess Delta bertanya-tanya.
Elenoa dengan cepat berlari dan memeluk sang ayah.
" Ayah!!.....
" Ayah....
" Maafkan aku, aku salah....
" Selama ini aku benar-benar salah....
" Aku salah, tolong maafkan aku ayah..." Elenoa terus memeluk ayahnya erat, seraya membisikan kata maaf yang begitu haru.
Marquess tidak mengerti apa yang membuat putrinya berubah.
" Ada apa? Kenapa kau menangis? " Tanya Marquess Delta hati-hati.
" Maafkan aku ayah!!....." Kata maaf terus di lontarkan oleh Elenoa.
Karena tidak tahan dengan tingkah putrinya itu, Marquess yang tidak tahu apa-apa mengatakan bahwa dia memaafkan Elenoa.
Meskipun dia tidak tahu apa yang salah.
" Jangan seperti ini, aku memaafkan kan mu, jangan menangis...." Ucap Marquess Delta.
Barra selaku adik dari Elenoa, dia tiba-tiba berbicara dan memeluk Elenoa.
" Kakak, kakak pulang....aku sangat senang!! " Barra dengan penuh ceria memeluk Elenoa.
" Barra, jangan seperti itu!! kakakmu akan kesulitan!! " Ibu tiri yang bernama Laura tersebut mencegah Barra.
__ADS_1
Dia takut jika Barra akan mengganggu Elenoa dan membuat Elenoa tidak nyaman.
Saat itu pula, Elenoa menatap Laura dan dia meraih tangannya.
" Maafkan aku, karena aku selalu bersikap dingin kepadamu. " Ucap Elenoa seraya memeluk Laura.
Saat itu Laura sangat terkejut dengan perubahan Elenoa. Selama ini Elenoa sangat dingin kepadanya, tapi sekarang berbeda.
Mereka bertanya-tanya apa yang membuat Elenoa berubah, tapi pertanyaan mereka tidak terjawab.
Elenoa tidak mau membuat ayahnya khawatir ketika tahu bahwa dia sebenarnya sudah mengetahui hal yang di sembunyikan oleh ayahnya.
Johannes yang berada di sana, dia diam dengan bibir sedikit tersenyum. Entah apa yang dia rasakan.
Yang pasti dia juga ingin bertemu dengan anaknya yang sekarang masih dalam kandungan Elenoa.
Dia juga ingin merasakan, bagaimana dirinya di panggil ayah oleh anaknya kelak.
|Hari itu akan tiba di mana aku di panggil ayah. | Pikir Johannes.
...----------------...
Setelah suasana haru tersebut, kini suasana berubah menjadi bahagia, ketika Marquess tahu jika putrinya sedang hamil.
Marquess sangat bahagia, tapi di sisi bahagia dia juga takut jika putrinya akan sama seperti istri nya dulu.
" Elenoa, jika ada yang kau rasakan. Cepat katakan, jangan di tahan, ingat itu!! " Pesan Marquess kepada Elenoa.
Elenoa tanpa ragu mengangguk, dia mengerti apa yang di takutkan ayahnya. Meski istrinya mati karena melahirkan Elenoa, dia tetap sayang kepada Elenoa, sampai dia rela menyembunyikan fakta tersebut.
...----------------...
Sementara itu, Isis yang menunggu Elenoa di alun-alun ibu kota.
" Malam akan tiba, kenapa Elenoa belum tiba? " Isis bertanya-tanya dengan terus melihat-lihat jikalau Elenoa datang.
Saking lelahnya, Isis tidak sempat membaca surat dari Johannes, yang mengatakan bahwa jalan-jalan dengan Elenoa di batalkan.
Dan sekarang dia menunggu Elenoa berjam-jam, hingga malam tiba.
" Johannes pasti mempermainkanku. Awas saja jika kita bertemu!! " Ucap Isis kesal seraya naik ke keretanya.
Saat Isis hendak naik kereta kudanya, tiba-tiba seseorang memanggil nya.
" Yang mulia? " Tiba-tiba suara wanita terdengar memanggilnya.
Saat Isis berbalik dan menatap pemilik suara tersebut.
Ternyata itu adalah Grace.
Grace memakai pakaian wanita yang peminim, rambut ungunya bersinar, matanya yang ungu sangat terang.
" Cantik...." Isis yang terus menatap Grace, dia tanpa sadar mengucapkan kata cantik dari mulutnya.
" Apa? " Tanya Grace dengan wajah merah.
" Cantik....benar-benar cantik. " Isis masih belum sadar.
" Saya cantik? " Tanya Grace sekali lagi.
" Ekhem....Tidak, maksudku lampu yang ada di atas cantik...." Isis dengan malu mengelak.
" Oh....saya pikir anda memuji saya. Yah, mana mungkin anda memuji saya, hobi andakan menghina!! " Ucap Grace dengan mata melotot.
" A—apa katamu?!! " Isis dengan wajah tidak pecaya bertanya.
Grace tidak menanggapi, dia balik bertanya dengan melipat tangannya.
" Kenapa anda ada di sini? Jangan bilang anda sedang bermain lagi dengan perempuan!! Apa kebiasaan itu berlanjut lagi?!! " Grace bertanya dengan wajah serius.
" Ck, kau ini!! apa pikiranmu tentangku hanya negatif. Sekarang aku sudah berhenti melakukannya, lagi pula aku sudah tahu siapa yang ku suka. " Ucap Isis seraya menatap Grace.
" Yang anda suka? Siapa? " Tanya Grace penasaran.
" ......Temani aku jalan-jalan, baru aku akan memberitahumu. " Ucap Isis seraya meraih tangan Grace.
" Jangan ikuti kami, aku ingin jalan-jalan berdua saja. " Perintah Isis kepada penjaganya.
" Tunggu!! tapi ini kan hari cuti saya!! " Ucap Grace, yang di seret oleh Isis.
" Nantiku bayar. " Ucap Isis serius.
Grace pun akhirnya pasrah dengan Isis. Tangannya saja di genggam erat oleh Isis, mana bisa Grace memaksa lepas dari tangan Isis.
...----------------...
__ADS_1