
| Pria? Siapa dia? | Grace bertanya-tanya dalam hatinya. Dia masih bersembunyi, dan memantau dari jauh.
Sementara itu, Count Kavin yang mengenali Teo, karena kejadian waktu itu dia berbicara dengan penuh kedengkian.
" Kau?!!! pelayan yang menghancurkan kerjasamaku!! " Count Kavin membulatkan matanya sangar.
Elenoa tidak mengubris, dia memberikan tangannya kepada gadis yang di dorong oleh Count Kavin, untuk berdiri.
" Ayo berdiri. " Ucap Elenoa seraya memberikan lengannya.
Gadis itu menatap tangan Elenoa ragu-ragu, dan dia pun menerima tangan Elenoa.
" Te—terima kasih. " Ucapnya seraya berdiri.
Elenoa tersenyum, dan dia berdiri di depan gadis kecil itu, seolah melindungi.
" Kau!! menyingkir!! ini bukan urusanmu!! " Count mencoba mengambil gadis tersebut.
" Sepertinya Grand Duke sudah tahu jika anda memiliki kepribadian yang buruk, makannya dia membatalkan kerjasamanya. " Ucap Elenoa tegas.
" Diam!!! " Merasa geram, Count Kavin berteriak membentak Elenoa.
" Pelayan rendahan sepertimu berani melawan bangsawan!! apa kau ingin mati??!!! " Count Kavin berteriak mengancam.
Elenoa hanya bersikap biasa saja, dia sesekali menggaruk pelipisnya. Dan semua orang yang ada di sana tertuju kepada mereka.
" Haaaahhh.... " Elenoa menghela nafas.
Lalu dia berbicara lagi dengan mata dingin yang menatap Count Kavin.
" Jangan berteriak, aku tidak tuli!! " Ucap Elenoa dingin, dan bahasanya berubah menjadi informal.
" Kau sudah tua namun menjijikan. Menjadikan gadis di bawah umur sebagai mainan bagi para pria kotor yang ada di sini. Kau seharusnya tidak menerima gelar bangsawan. Kau lebih baik menjadi seorang gelandangan. " Elenoa berbicara dengan nada dingin tanpa ekspresi.
Count yang mendengar hinaan tersebut, dia murka.
" Pelayan sialan!!! "
" Aku seorang bangsawan bergelar Count, mana mungkin bisa menjadi gelandangan. Kau bermimpi? " Ucapnya dengan sombong.
" Gelar bangsawan itu tidak cocok untukmu Kavin. " Elenoa memanggik Count Kavin tanpa gelarnya.
" Kau berani memanggilku dengan nama saja!!!! Ini bisa menjadi penghinaan bagi keluarga bangsawan. Kau bisa di adili, dasar bodoh!! " Ucap Count yakin.
Elenoa tersenyum licik, dan dia berbicara dengan berani.
" Apa kau yakin? " Tanya Elenoa.
" Apa maksudmu? " Tanya Count Kavin bingung.
" Haissss......ternyata kau memang bodoh. " Ucap Elenoa.
" Kau telah melanggar kebijakan kerajaan, di mana bangsawan tidak di perbolehkan untuk melakukan prostitusi anak di bawah umur dan perbudakan. "
" Hukuman dari pelanggaran itu adalah.....
" Kau tidak lagi memiliki gelar bangsawan, dan gelarmu akan di pindah alihkan. " Ucap Elenoa serius.
Count Kavin terdiam sejenak.
" ......" Count tidak menyangka bahwa pelayan tahu mengenai kebijakan itu.
Count menatap Elenoa lekat dan dia mendorong Elenoa seraya menarik gadis tersebut.
" Minggir kau!! " Count mendorong Elenoa dan membawa pergi gadis tersebut.
__ADS_1
" Tidak!!! Lepaskan saya!! " Teriak gadis itu yang di bawa pergi.
Elenoa yang terjatuh, dia segera mengejarnya.
" Kenapa pria sialan bermunculan di mana-mana. " Kutuk Elenoa kesal, seraya mengejar Count Kavin.
Grace yang melihat Elenoa dari kejauhan dia pun ikut berlari dan mengejar Count yang kabur.
" Pria itu terlihat mungil, dia mungkin akan terluka jika count membawa penjaganya. " Ucap Grace yang ikut berlari.
...----------------...
Elenoa mengejar Count Kavin.
" Ternyata dia ada di sana. " Ucap Elenoa yang melihat Count Kavin.
Count Kavin berlari ke arah yang salah, dia berlari ke arah jalan buntu.
" Sial!! Jalan buntu!! " Count mencela.
" Lepaskan!!! " Gadis itu memberontak.
" Diamm!!! " Bentak Count.
Elenoa memotong jalan, dan dia sekarang tepat di belakang Count Kavin.
" Aku harus putar arah!! " Ucap Count yang berbalik.
Dan ternyata di belakangnya sudah ada Elenoa.
" Hallo.... " Ucap Elenoa manis.
" Sial!!! " Cela Count.
...----------------...
Istana Kerajaan.
Tamu kerajaan Quarter sudah datang, semua pelayan, bangsawan tertentu seperti Johannes, Marqueess Delta selaku ayah Elenoa, datang melakukan penyambutan.
Sudah di ketahui, bahwa tamu tersebut adalah pangeran dari kerajaan Quarter.
Penyambutan di adakan sesingkat mungkin dengan beberapa tarian dan jamuan makan seperti yang di usulkan oleh Elenoa.
Pangeran yang bernama Rafaelo itu sangat senang dengan penyambutan dan makanan yang di berikan oleh kerajaan Lapastatoe.
Pangeran Rafaelo San Quarter.
" Apa anda menikmati penyambutan dan jamuan tadi? " Tanya Putra mahkota Isis.
Pangeran Rafaelo, dia yang tengah duduk di ruang khusus tamu, menjawab pertanyaan Isis dengan bahasa kerajaan Lapastatoe.
" Tentu, saya sangat menikmatinya. Tarian di sini sangat indah dan penarinya pun tidak canggung, mereka tersenyum ramah dengan membawa tarian tersebut. " Ucapnya cukup puas.
" Dan untuk makanan, saya sangat-sangat menyukainya. Daging ayam itu di panggang dengan sangat baik."
__ADS_1
" Ketika di kerajaan saya, ayam hanya di lumuri oleh bumbu-bumbu kuning, dan lidah saya mungkin sudah terbiasa memakannya. Makanya ketika saya memakan daging panggang tersebut, lidah saya seakan merasakan hal baru. " Ucapnya puas.
Isis mengangguk puas, dia tidak menyangka bahwa usulan seorang pelayan bisa sangat membantunya.
| Aku harus memberi hadiah kepada Pelayan tersebut. | Pikir Isis.
Ajudan dari pangeran Rafaelo pun ikut berkomentar.
" Pangeran, bukankah anda selalu bertanya mengenai Adipati (Duke) Kerajaan Lapastatoe? " Tanya Ajudannya.
" Benar sekali, aku hampir melupakan itu. " Gumamnya.
Isis yang mendengarnya. Dia berbicara.
" Anda tertarik dengan Grand Duke? " Tanya Isis.
" Ya, saya dengar beliau adalah pembisnis sukses? " Tanyanya kepada Isis.
" Ya, dia tadi ikut menyambut anda. Akan tetapi, dirinya sedang beristirahat di ruang peristirahatan. " Ucap Isis.
| Haaahhh....Kakakku itu selalu seperti itu, padahal ayah yang menyuruhnya. Setelah penyambutan dia malah pulang. | Pikir Isis.
" Saya dengar beliau adalah penyuka sesama jenis. Apa itu kebenaran? maaf jika saya lancang. " Ucap Rafaelo hati-hati.
Isis yang mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa gosip tentang Johannes bisa sampai kerajaan lain. Bahkan kerajaan Quarter.
" Tidak, itu hanya gosip saja. " Ucap Isis.
" Ahh... jadi itu gosip. Tapi kenapa saya merasa itu adalah kebenaran. Mereka bilang jika Adipati tidak menyukai perempuan. " Ucap Rafaelo.
" Mana mungkin, dia sudah menikah dengan Putri marquess. Nanti di pesta dia juga akan berdansa dengan Istrinya, anda bisa melihatnya nanti. " Ucap Isis tanpa berpikir.
| Maaf, ini demi refutasimu dan kerajaan ini. Nanti aku akan mencari solusinya. | Pikir Isis.
" Saya akan menantikannya, saya semakin penasaran bagaimana cantiknya istri adipati. " Ucap Rafaelo.
...----------------...
Beberapa jam kemudian, di ruang kerja putra mahkota.
" Grace? bagaimana ini, jika Johannes kakakku tahu, dia pasti akan membunuhku!! " Isis cemas dengan masalah tadi.
Johannes harus datang ke pesta malam nanti dengan istrinya yang tidak lain adalah Elenoa.
" Dia tidak mungkin mau melakukannya, tapi jika tidak aku akan di cap sebagai putra mahkota pembohong. " Celoteh Isia panik.
Grace selaku ajudan Isis, dia malah tersenyum sendiri. Dia seperti memikirkan orang lain.
Isis pun bertanya kepada Ajudannya yang bertingkah tidak biasa.
" Grace?!! kau tersenyum? " Tanya Isis aneh.
Grace dengan senyumnya, berbicara dengan wajah malu.
" Yang mulia.....
" Sepertinya saya sudah jatuh cinta. " Grace yang tersipu malu.
| Aku jatuh cinta dengan pria mungil itu, dia sudah merebut hatiku. | Grace dalam batinnya.
Pria mungil yang di maksud itu adalah Teo, tidak lain adalah Elenoa.
...----------------...
BERSAMBUNG.........
__ADS_1
" Rasanya aku ingin memenggal leher bocah itu!!! "