
Keesokan harinya, kediaman Elenoa.
Karena kemarin malam Johannes datang ke kamarnya, dan mengatakan bahwa dia harus ikut serta dalam kontes berburu.
Mendengar hal itu Elenoa tidak bisa tidur sama sekali. Karena dia harus menyusun strategi agar dirinya bisa melewati kontes berburu dengan lancar.
Dia takut, identitasnya terbongkar oleh Johannes dan Isis. Jika mereka tahu bahwa Teo adalah Elenoa sekaligus istri dari Johannes, entah apa yang akan mereka katakan.
" Aku harus bangun dan bersiap-siap. " Elenoa berusaha bangun dari kasurnya.
Dia bangun, ada sedikit lingkaran hitam di bawah kantung matanya. Elenoa berjalan ke arah cermin dengan lemas, dan dia bercermin untuk melihat wajahnya.
" Apa ini?.....
Elenoa bertanya ketika dia melihat wajahnya di cermin tersebut, dia memegang kantung matanya yang sedikit hitam.
" Kenapa ada kantung hitam di bawah mataku?....
" Ini pasti karena kurang tidur, semua gara-gara lelaki itu!! " Elenoa merujuk pada Johannes.
Saat Elenoa meributkan kantung matanya, dia tiba-tiba teringat, bahwa dia harus pergi ke istana untuk menemui Isis.
" Aku lupa, aku sekarang harus ke istana putra mahkota. " Gumam Elenoa.
" Kalau begitu, mari siap-siap. " Ucapnya.
Elenoa bersiap-siap, dia mengubah penampilannya menjadi Teo. Setelah itu dia keluar dari kediaman Johannes lewat lubang kelinci.
Lubang itu muat untuk seukuran Elenoa, dia menemukan lubang itu saat berjalan-jalan di kediamannya.
" Untung saja aku menemukan lubang kelinci, jika tidak, mungkin saja aku sudah panik memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari sini sebagai Teo." Elenoa bergumam setelah keluar dari kediaman Johannes.
...----------------...
Perpustakaan Istana Putra Mahkota.
Perpustakaan itu tentu saja di penuhi dengan buku, tapi yang menjadi sorotan adalah buku di sana terlihat baru dan tidak pernah tersentuh.
" Haaaahh.....
Putra mahkota Isis sekarang tengah berada di perpustakaan, dia sesekali menghela nafas.
Lalu Grace yang menemaninya, dia bertanya alasan Isis menghela nafas.
" Kenapa anda begitu? " Tanya Grace.
Isis menatap Grace yang duduk di sebrangnya.
" Begitu kenapa? " Tanya Isis.
" Anda menghela nafas tiba-tiba seperti itu, apa anda tidak sadar, itu membuat saya dan 2 pengawal yang berada di sana khawatir. " Grace berbicara, seraya menunjuk ke arah 2 pengawal.
Isis berbalik dan melihat kedua pengawal yang berdiri di depan pintu keluar. Dua pengawal itu terlihat cemas dan berkeringat dingin.
" Mereka terlalu khawatir kepadaku. " Ucap Isis, dia kembali menatap Grace.
" Tentu saja yang mulia, anda adalah kejayaan kerajaan ini di masa depan. Jadi mereka khawatir.....
" Terutama, anda menderita sesak nafas, dan itu pun tidak tentu....
" Kau benar, kenapa aku yang penyakitan ini bisa menjadi penerus tahta. " Isis berbicara dengan senyum pahit di bibirnya.
Isis terdiam, ada sesuatu yang menjadi alasan Isis dulu tidak mau menjadi Raja. Itu karena penyakit sesak nafasnya. Isis sempat menolak menjadi penerus, tapi Sang raja tidak menerimanya.
__ADS_1
Karena Isis adalah satu-satunya pangeran kerajaan Lapastatoe, sekaligus putra raja saat ini.
" Para tabib sudah mencoba untuk mengobati penyakit ini, tapi tidak ada reaksi apapun...." Ucap Isis.
" Apa aku akan menjadi raja lemah di masa depan nanti? " Tanya Isis kepada Grace dengan tatapan menyipit.
Grace menjawab dengan jawab yang menenangkan.
" Tidak yang mulia, anda akan menjadi raja kuat. Hanya saja anda harus lebih berusaha. " Grace yang biasanya dingin, mengucapkan itu dengan wajah hangat.
Isis yang mendengarnya, dia pun tersenyum.
" Entah kenapa, melihatmu mengatakan itu dengan senyuman yang jarang kau tunjukkan. Aku merasa terhanyut dan mempercayai kata-katamu. " Ucap Isis.
Di tengah pembicaraan yang redup, Elenoa sebagai Teo datang. Para pengawal Isis lah yang mengatakan bahwa Teo telah tiba.
" Yang mulia, Teo sudah tiba. " Seorang penjaga, datang dan memberi tahu Isis.
Lalu Isis mengizinkan Teo untuk masuk.
" Biarkan dia masuk, karena aku sudah menunggunya. " Ucap Isis seraya menutup buku yang dia baca.
Sedangkan Grace, dia terlihat merapikan pakaiannya.
" Yang mulia, apa saya terlihat cantik. " Tanya Grace.
Isis pun menatap Grace, dan dia menjawab.
" Ya, kau....Cantik. " Ucap Isis yang melihat Grace.
" Ekehm...kau boleh pergi sekarang. " Isis memerintahkan pengawal itu pergi.
" Baik, yang mulia. " Ucapnya.
Pengawal itu pergi, tidak lama kemudian, Teo muncul.
Isis, menyuruh Teo untuk duduk, tentunya Grace juga melakukan hal yang sama.
" Duduklah Teo. " Isis memerintahkan.
Kemudian, Grace pun menatap Teo, dan memberinya tempat duduk.
" Di sini Sir Teo, duduklah dengan saya. " Grace menepuk kursi yang ada di sebelahnya.
Teo alias Elenoa, dia pun memilih duduk di samping Grace, karena dia tidak mungkin duduk di samping Isis.
" Saya akan duduk di samping Dame Grace. " Ucap Elenoa.
| Grace perempuan, dan Isis laki-laki. Aku tidak terlalu biasa dengan Isis. | Pikir Elenoa.
Isis pun berbicara.
" Kenapa kau lebih memilih Grace di banding denganku? " Tanya Isis.
" Saya tidak mungkin berani duduk di samping putra mahkota seperti anda. " Ucap Elenoa.
Lalu Grace membantu Elenoa.
" Anda terlalu agung yang mulia, makanya Sir Teo tidak berani duduk di sebelah anda. " Ucap Grace.
Isis pun mengangguk dengan senyuman di bibirnya.
" Hmmm.....ucapanmu benar....
" Kalau begitu, aku akan memaklumi ini. " Ucap Isis.
__ADS_1
" Anda sangat bermurah hati, terima kasih yang mulia. " Ucap Elenoa.
" Baiklah. Mari kita ke pokok pembicaraan. " Ucap Isis.
Mereka bertiga berbicara, Isis membicarakan tentang pekerjaan Teo. Teo akan menjadi pelayan khusus Isis, sekaligus penasehat Isis. Isis memang sudah memiliki Grace, tapi dia membutuhkan Teo untuk penasehatnya.
Isis pun membahas tentang kontes berburu, dia mengatakan bahwa Teo hanya akan berada di sisinya jika dia memanggil.
Elenoa sempat menolak dan berselisih, tapi karena Isis memaksa, dia pun akhirnya menerimanya.
Elenoa harus datang ke sana sebagai Teo sekaligus istri Johannes. Mau tidak mau dia harus memerankan kedua orang sekaligus.
Kontes berburu akan berlangsung selama 5 hari berturut-turut.
...----------------...
Kediaman Elenoa.
" Aku tidak percaya ini akan terjadi lagi. " Gumam Elenoa.
Elenoa saat ini sudah kembali dari istana putra mahkota. Dia kembali ke kediamannya.
" Kenapa pintu kamarku terbuka? " Elenoa merasa jika pintu kamarnya terbuka.
" Aku ingat, jika pintu kamarku sudah aku tutup. " Gumam Elenoa pelan.
Karena merasa janggal, dia pun berjalan pelan ke arah pintu kamarnya. Sesampai di sana Elenoa terkejut, karena dia melihat Johannes di dalam sana.
| Apa?!! | Elenoa bertanya dalam batinnya.
| Kenapa dia ada di dalam kamarku?!!! | Elenoa bertanya-tanya.
Yang terpenting adalah, dia sekarang masih dalam sosok Teo, dia harus segera merubah sosoknya menjadi Elenoa.
" Aku harus segera pergi, dan merubah penampilanku menjadi Elenoa. " Gumam Pelan Elenoa.
Elenoa berjalan mengendap-ngendap menjauhi kamarnya....
| Aku harus berjalan perlahan....| Batin Elenoa.
Detak jantung Elenoa semakin kencang, dia takut jika Johannes mengetahui identitas aslinya.
' Tap.......
' Tap......
' Tap......
Elenoa terus berjalan mundur.
" Siapa itu? " Johannes berteriak, dari dalam kamar Elenoa.
Johannes memiliki kepekaan yang cukup baik, seperti sebelumnya di hutan Venus, dia mengetahui berapa jumlah orang yang datang.
| Gawat!!! | Elenoa panik, kakinya seolah tidak bisa melangkah.
Elenoa sekarang masih berada dekat di depan kamarnya.
" Serangga, hanya satu orang. " Johannes berbicara lagi dari dalam.
Kemudian, dia terdengar melangkah ke arah pintu keluar.
Elenoa semakin panik, dia takut, kakinya tidak bisa bergerak.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG..............