
Elenoa terus memegang tangan Johannes dengan erat.
" Dia terus mengerang, bagaimana aku bisa melepaskan tangannya, jika aku melepaskan tangannya, dia akan melukai tubuhnya. "
" Tenanglah, aku mohon.....
Elenoa sangat panik dan takut. Dia takut Johannes akan melukai tubuhnya dan mati.
" Aku harus segera melakukan pengobatan, untuk itu aku harus mengikat lengannya. " Eleona berencana mengikat lengan Johannes, untuk itu, dia merobek pakaiannya.
' Breeettt.....' Elenoa merobek pakaiannya.
" Arghh!!!....." Johannes terus berguling dan mengerang.
" Tahan sedikit lagi, aku akan mengobatimu....." Ucap Elenoa rendah, dan lembut.
...----------------...
Aku mengikat kedua tangan Johannes dengan erat, dia terus mengerang memberontak, jika aku tidak mengikatnya, dia akan melukai dirinya.
" Air itu mengandung racun yang kuat, jika di lihat itu memang seperti air putih, tapi sebenarnya air itu bukan hanya air putih biasa. Air itu mengandung racun Oleander......
Aku mendiagnosa, bahwa air itu sudah tercampur dengan racun Oleander.
" Racun Oleander berpotensi sakit perut, mual, disorientasi, pingsan, detak jantung tidak teratur, dan gejala negatif lainnya.....
" Jika terlalu banyak meminumnya, maka akan menyembabkan kematian. " Ucapku, seraya merobek pakaian Johannes.
| Jika aku tidak merobeknya, dia akan semakin demam, karena pakaiannya basah oleh air hujan. | Pikirku.
Setelah aku membuka pakaiannya, dia akhirnya setengah telanjang, aku terus menatap Johannes dengan hati yang jatuh.
Pria yang terbaring lemah, dengan keringat dingin yang bercucuran di seluruh tubuhnya. Aku tidak percaya itu adalah Johannes. Itulah yang aku pikirkan.
Aku terus bertanya-tanya di depan tubuh yang terus meringis dan bercucuran keringat itu.
" Kenapa kau sampai masuk ke dalam hutan hanya untuk mencariku? " Tanyaku dengan hati yang berat.
Saat aku bertanya dengan kosong, tanpa berharap pertanyaan itu di jawab, tiba-tiba suara rendah dan lemah terdengar.
" Kenapa.....
" Kenapa kau ada di sini?....
Ketika aku mendengar suara lemah tanpa energi itu, aku segera berbalik dan menatapnya.
" John?? " Tanyaku memastikan dengan semangat.
Johannes mengerutkan salah satu alisnya, dia masih merasa kesakitan. Tapi dia berusaha melihatku dengan benar, dia bahkan berusaha membuka mulutnya.
" Teo?.....
" Bagaimana bisa... .
" Kau ada di sini?....
Johannes memaksa berbicara dengan nafasnya yang tersengal.
" Ssttttthhh.....Jangan berbicara...
" Kau tidak boleh berbicara.....
" Aku akan segera mengobatimu...
Aku hanya berbicara omong kosong, aku tidak mau dia membuang energinya hanya untuk bertanya hal yang tidak berguna.
" Ugghhh.......
__ADS_1
" Hahh...
" Haahh...
Semakin aku mendengar rintihan dan raungannya, aku semakin merasa bersalah, jika bukan karena diriku, dia mungkin tidak akan seperti ini.
" Maaf......
" Hiksss.....maafkan aku.....
" Ini semua salahku....
Aku berbicara dengan nada pelan penuh penyesalan, air mataku bahkan keluar lebih deras dari sebelumnya.
Aku terus meminta maaf, di depan orang yang merintih karena menahan rasa sakitnya.
" Kenapa....
" Ughhh....kenapa kau....
" Meminta maaf??......
Pria itu terus bertanya, kenapa aku meminta maaf, mungkin karena dia tidak tahu, bahwa aku adalah Elenoa.
Orang yang dia cari, sampai dia berakhir seperti ini.
| Dia pasti akan marah, dan murka saat mengetahui bahwa aku adalah Elenoa dan juga Teo. Dia akan membenciku....|
| Kenapa, kenapa aku tidak mau di benci olehnya....|
Aku terus bertanya-tanya dalam batinku, aku tidak tahu kenapa aku tidak mau di benci oleh Johannes.
Padahal dia sudah mencampakkanku. Padahal dia tidak terlalu peduli denganku. Lantas, kenapa aku tidak mau di benci olehnya?
| Apa karena aku sudah jatuh cinta dengan Johannes. Karena dia selalu mencariku, tidak peduli kemana aku pergi. | Pikirku, aku merasa bahwa aku memang sudah jatuh cinta dengan Johannes.
Karena Johannes sudah 2 kali, berbalik dan mencariku. Dia bahkan mengkhawatirkan ku. Saat aku di kediaman Marquess, mereka tidak pernah peduli denganku.
" Jangan mati di depanku.....
Johannes hanya terbaring dengan wajah yang meringis.
Aku terus membuat obat-obatan, untungnya aku membawa banyak tanaman herbal dan air untuk berjaga-jaga.
Aku menumbuk dengan alat seadanya saja, setelah aku menumbuk tanaman obat herbal itu, aku mencampurnya dengan air.
Setelah selesai, aku memberikannya kepada Johannes. Tapi dia saat ini tidak sadarkan diri.
Dia hanya mengerang dengan mata tertutup. Aku mencoba memasukkan ramuan itu kedalam mulutnya, tapi itu tidak berhasil.
" Kenapa airnya terus keluar...
Air ramuan itu terus keluar menetes dari mulut Johannes, dia tidak menelannya.
" Jika seperti ini terus, ramuan ini akan habis terbuang. " Ucapku, yang terus menatap bibir Johannes yang sedikit pucat.
Aku pun memutuskan untuk menggunakan mulutku.
" Tidak ada cara lain lagi, karena aku tidak membawa sendok ataupun alat lainnya. " Ucapku.
Aku langsung memasukkan ramuan itu kedalam mulutku, lalu aku mendekatkan kepalaku ke arah bibir Johannes.
Aku sempat ingin menarik kembali kepalaku, karena aku merasa canggung dengan apa yang ku lakukan saat ini.
| Aku tidak mengambil keuntungan apapun, meskipun aku mengakui, bahwa aku memang sudah jatuh cinta. | Pikirku.
Aku menempelkan bibirku perlahan ke bibir Johannes, dan mulai membuka bibirnya. Kemudian, aku memasukkan cairan itu ke dalam tenggorokannya.
Bibir Johannes terasa sedikit kasar, dan dingin. Aku juga merasakan, bahwa suhu tubuhnya sangat dingin.
__ADS_1
| Maaf...| Ucapku dalam hati.
Aku segera menarik bibirku dari bibir Johannes, tapi, tiba-tiba kepalaku di dorong, dan aku merasakan ada lidah yang masuk ke dalam mulutku.
" Mmpphhh!!!!.......
| Apa?!!!.. | Aku kaget dalam batinku.
Tangan Johannes tiba-tiba saja terlepas dari ikatan kain tersebut, dia mendorong kepalaku, bukan hanya itu, dia bahkan menciumku sangat dalam, lidahnya masuk kedalam mulutku.
Daging basah terjalin di dalam mulutku, dia sangat bersemangat, dia terus berkilat-kilat.
Dia terus menggulung lidahku terus menerus.
Tidak ada kehangatan yang terasa, itu dingin, sedikit kasar, tekanan kasar itu sangat agresif, Johannes menarik lidahnya dan mencicipi kembali bibir bawahku dengan ganas.
Aku tersentak mendengar suara aneh yang terdengar di antara bibirku.
" Hmmmpphh...
" Mmmmmpphh
" John!!!....
Dia melonggarkan ciumannya, aku segera memanggil namanya, dengan suara yang rendah.
" John...Mmmphhh...
" Berhenti Johnn!!
Johannes tidak berhenti, dia tanpa sadar mulai meraba pakaianku yang basah oleh air hujan. Saat aku mencoba melepaskan diri, aku mendengar ada sesuatu yang robek.
Aku segera menggigit bibir Johannes, dan berteriak.
" Berhenti, John!!! " Teriakku.
| Aku tidak boleh melakukan hal itu di tempat seperti ini, apalagi jika dia merobek pakaianku, besok aku akan memakai apa jika itu terjadi. | Dalam situasi ini, aku masih memikirkan pakaianku, meski ini cabuk, tapi juga terdengar kikuk.
Johannes melepaskan ciumannya, bibirnya sedikit berdarah. Tapi dia masih menutup matanya, kemudian dia terlihat membuka matanya perlahan.
Dia membuka mulutnya perlahan, dan mengulurkan kedua tangannya.
" Dingin...
" Dingin.....
Johannes yang masih belum sadar dengan benar, dia terus mengulurkan kedua tangannya ke arahku, seraya mengatakan bahwa dia kedinginan.
" Kau kedinginan? " Tanyaku.
Aku menjulurkan tanganku untuk memeriksa suhunya, tapi tidak di sangka, dia malah menarikku ke dalam pelukkannya.
Kita sekarang dalam keadaan terbaring, aku menindih tubuhnya, dan dia mendekap ku dalam pelukannya.
" Hangat......
" Ini hangat.....
Johannes terdengar bersuara, aku yang dalam posisi terbaring di atas tubuhnya, mendengar suara detak jantung Johannes yang pelan dan tenang.
| Entah kenapa aku tidak bisa menolaknya, suara detak jantungnya membuatku nyaman, dan mengantuk. | Pikirku.
Di tambah dengan api unggun yang terdengar terus membakar kayu, dan suara rintik hujan yang sedikit tenang, itu membuatku semakin mengantuk.
Karena aku mulai mengantuk, aku tanpa sadar menutup mataku perlahan, di atas tubuh Johannes.
Aku tidak peduli apa yang akan terjadi nanti. Yang jelas, aku akan memberi tahu dirinya, bahwa aku adalah Elenoa, sekaligus Teo.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG...........