
" Tapi, saya yakin yang mulia putra mahkota akan marah jika mengetahui bahwa saya sebenarnya adalah Elenoa bukan Teo. " Elenoa sadar, dia sudah berbuat salah kepada Isis bahkan Grace.
" Tidak, dia tidak akan marah...biar aku yang mengurusnya. " Ucap Johannes yakin.
Isis memang tidak akan marah, tapi berbeda dengan Grace.
Jika Grace tau bahwa Teo yang dia sukai selama ini adalah Elenoa, dia bisa patah hati dan pasti malu.
Selama ini Grace tidak membuka hatinya kepada siapapun. Baru kali ini dia membuka hatinya kepada Teo.
" Aku tidak mengira bahwa ini akan melebar. " Gumam Elenoa dengan nada pelan.
Saat mereka sedang berbincang, Jon tiba-tiba mengaum dan meloncat ke atas pohon.
' Gggggggrrrrrrrrrrttttt.....'
Johannes pun ikut bereaksi, dia berdiri dari duduknya.
" Ada apa? " Elenoa bertanya-tanya seraya menatap Jon yang naik ke atas pohon.
" Apa ada sesuatu? " Elenoa bertanya seraya melirik Johannes.
" Derap kaki kuda....." Bisik Johannes.
Johannes segera meraih Elenoa, dia takut bahwa itu adalah pembunuh bayaran lagi, tidak apa jika dirinya sendiri.
Tapi saat ini, dia bersama dengan Elenoa.
" Ikuti aku...." Ucap Johannes seraya mengenggam tangan Elenoa.
Elenoa melihat tangan mereka yang kini saling berpegangan.
| Dia memegang tanganku. | Elenoa berpikir dalam benaknya.
" Kenapa melamun? " Tanya Johannes.
" Tidak..." Jawab Elenoa.
Johannes segera membawa Elenoa untuk bersembunyi, mereka bersembunyi di dalam semak-semak yang tinggi.
Sedangkan Jon, dia berjaga di depan, dia terus menatap ke arah suara kaki kuda tersebut.
' Ggggggrrttt.....'
Derap kaki kuda itu terus terdengar hingga akhirnya muncullah beberapa orang dengan seragam rapih seperti kesatria.
" Black Panther?!!!!.......
Rombongan kesatria itu panik, begitu juga dengan kuda mereka.
Jon akan menerjang mereka semua, tapi Johannes berteriak.
" Hentikan!! " Teriak Johannes dari balik semak-semak.
" ....Yang mulia....itu...suara yang mulia. " Salah satu kesatria berteriak.
' Ggggrrrrrttttt......grrraauuuhh...'
Jon, tidak mematuhi Johannes, dia tetap menggeram ke arah rombongan kesatria tersebut.
__ADS_1
" ....Mereka kesatria Grand Duke. " Gumam Johannes.
Johannes yang melihatnya, dia segera menurunkan waspada nya, karena itu adalah kesatrianya.
" Keluarlah....mereka tidak berbahaya. " Ucap Johannes.
Elenoa mengangguk dia pun mengikuti Johannes.
" Jon, hentikan. " Ucap Elenoa yang sudah keluar dari semak-semak.
Jon melirik Elenoa, lalu dia mundur ke belakang dengan mata yang masih menatap tajam ke arah kesatria tersebut.
' Ggggggggrrrrtt. '
Para kesatria itu segera turun dari kuda mereka masing-masing.
" Yang mulia. " Mereka bertekuk lutut layaknya kesatria.
Johannes maju ke arah mereka dan memerintahkan mereka untuk bangun.
" Bangunlah....." Ucap Johannes.
" Yang mulia, apa anda baik-baik saja? " Tanya para kesatria itu.
" Sekarang aku baik-baik saja....jadi lebih baik kita kembali ke ibu kota sekarang. " Ucap Johannes.
" Tapi, yang mulia Isis masih di hutan Goblin menunggu kedatangan anda. " Ucap salah satu kesatria.
Johannes yang sedang memilih kuda untuk dia gunakan, dia menjawab.
" ....Isis?....
" Kalau begitu, bilang padanya bahwa aku pulang duluan. " Ucap Johannes.
| Demi anda, yang mulia Isis rela menunggu di hutan Goblin. Tapi anda malah meninggalkannya begitu saja. Sungguh terlalu....| Pikir Kesatria tersebut.
Para kesatria Johannes menatap Elenoa lekat, mereka bertanya-tanya apakah itu istri Johannes.
" Apa beliau istri yang mulia? " Kesatria itu bertanya-tanya.
" Sepertinya begitu...." Jawab salah satu kesatria.
" Kalau begitu, cepat siapkan satu kuda lagi. Yang mulia kan tidak tahan dengan perempuan. " Ucap kesatria itu.
Mereka akhirnya memilihkan kuda untuk Elenoa.
" Nyonya, berikan kuda itu kepada kami. " Kuda yang di maksud kesatria adalah kuda yang sebelumnya di pakai oleh Johannes dan Elenoa.
Kuda itu terlihat tidak baik, mungkin karena terlalu lama kehujanan.
" Ahhh...baiklah. Terima kasih. " Ucap Elenoa seraya memberikan tali pelana kuda tersebut.
" Berhenti!! " Johannes, tiba-tiba berteriak.
Seketika para kesatria diam membeku ketakutan.
" Ada apa? " Tanya Elenoa.
" Minggir kau!! " Johannes mendorong kesatria yang memberikan kuda untuk Elenoa.
Kesatria itu segera menyingkir, dia bertanya-tanya apakah dia melakukan kesalahan.
" Istriku akan ikut bersamaku....
" Benarkan istriku? " Ucap Johannes dengan tatapan lembut.
__ADS_1
Mendengar hal itu, para kesatria membatu kaku mendengar perkataan Johannes.
Seketika badan mereka pun merinding di buatnya.
Kenapa tidak?
Karena mereka baru melihat sikap Johannes yang seperti ini terhadap perempuan. Selama ini mereka tahu, bahwa Johannes anti terhadap perempuan.
" ......Ya...yang mulia....kenapa anda seperti ini? " Elenoa bertanya-tanya dengan berbisik.
" Kenapa? " Tanya Johannes.
" Tidak.....ini...agak..." Elenoa bingung mengatakannya.
Saat Elenoa sedang berbicara, Johannes tanpa pemberitahuan mengangkat Elenoa naik ke atas kudanya.
" Kyaaaa!!! " Elenoa terkejut, dia tidak sengaja berteriak.
Johannes pun naik ke atas kuda, dan pergi begitu saja.
" Tu—tunggu...yang mulia...." Elenoa gugup.
" Ada apa? " Tanya Johannea yang sibuk dengan kudanya.
" Jon....dia ketinggalan!!! " Elenoa melupakan Jon.
Johannes pun merespon.
" Dia ada di belakang, jika dia menyukaimu dia akan terus menempel kepadamu.....
" Bahkan tanpa kau suruh..." Ucap Johannes, yang fokus melihat jalan.
" Benarkah? " Tanya Elenoa.
" Tentu. " Jawab Johannes.
...----------------...
Sementara itu Isis.....
" Sialan kau Johannes!!!!!........." Teriakan Isis dari dalam tenda.
" Dia pulang begitu saja, dan hanya memberi tahuku lewat kesatrianya....
" Keterlaluan kau...awas saja kau John...."
Isis yang di tinggalkan di hutan Goblin, dia marah dan kesal.
" Astaga, anda tertipu lagi yang mulia. " Ucap Grace.
" Diam!! kau....." Isis berteriak.
" Ayo kita kembali, aku tidak mau kembali ke istana.....
" Pergi ke kediaman Johannes sekarang juga!!!.....
Isis dengan wajah masamnya, dia memerintahkan untuk kembali, tapi bukan ke istananya, malahan ke kastil Johannes.
" ....Apa anda akan melakukan pesta piyama lagi dengan beliau? " Grace mengejek Isis.
" Tidak, kali ini aku akan membuat perhitungan kepada berandal itu!!! " Ucap Isis.
__ADS_1
" Baiklah, saya juga ingin bertemu Sir Teo....seharunya dia berada di sanakan? " Grace yang masih berhadap kepada Teo.
...----------------...