
| Dia, dia menuju kemari. | Elenoa dalam batinnya.
Johannes melangkah, menuju keluar.
Lalu Elenoa segera pergi dengan berlari, tentunya Johannes mendengar suara tersebut.
" Beraninya dia melarikan diri!! " Johannes segera melangkah dengan langkah kaki besar.
' Drap...
' Drap....Darp....
Elenoa terus berlari dan mencari di mana ruangan yang aman untuknya bersembunyi.
| Dia mengejarku?!! | Pikir Elenoa panik.
Karena suasana di dalam gelap, Elenoa memutuskan untuk bersembunyi di balik pintu masuk ruang tamu.
| Aku bersembunyi di sini saja. | Pikir Elenoa sangat panik.
Elenoa dengan cepat, bersembunyi di balik pintu ruang makan. Tentu saja, Johannes pun mengejar Elenoa sampai di depan pintu masuk ruang makan.
" Dia pasti berada di sekitar sini. " Gumam Johannes, dia akan masuk ke ruang makan, karena pintu ruang makan terbuka, dan di balik pintu itu ada Elenoa yang sedang bersembunyi.
" Dia pasti ada di ruangan ini. " Gumam Johannes, dia pun masuk ke dalam.
Di dalam sana, ruang makan terbilang cukup luas. Elenoa yang melihat Johannes dari sela kecil.
Dia semakin panik, dia takut jika Johannes membalik pintu tersebut dan menangkap basah dirinya.
| Aku harus segera keluar dari sini. | Pikir Elenoa, yang terus melihat gerak gerik Johannes dari celah kecil tersebut.
| Siapapun jangan sampai aku tertangkap, jika aku tertangkap, dia pasti akan murka. | Pikir Elenoa.
Keringat dingin bercucuran dari tubuh Elenoa, Tapi untungnya, Johannes semakin masuk ke dalam ruang makan.
| Dia sudah masuk kedalam. | Pikir Elenoa.
Elenoa mencuri kesempatan ini, dia pun perlahan tanpa suara sedikitpun, keluar dari balik pintu ruang makan.
Elenoa segera masuk ke dapur tempat di mana ramuan pengubah warna mata di simpan.
Sebenarnya ramuan pengubah warna mata berada di dalam kamarnya, tapi jika dia pergi ke sana, itu akan memakan waktu.
| Di mana ramuan pengubah warna mata itu, aku ingat menyimpan satu di sini. | Pikir Elenoa, dia sekarang sibuk mencari ramuan pengubah warna mata.
" Ketemu!! " Elenoa menemukan ramuan tersebut.
Dia dengan cepat mamakainya. Setelah memakai ramuan tersebut, Elenoa beralih ke kain yang membungkus dadanya.
" Cepat, ayo cepat!! " Elenoa menarik pengikat kain tersebut. Tapi dia bingung dengan satu hal.
" Tunggu!!.....
Elenoa melihat kain di tangannya.
" Jika aku tidak memakai ini, lalu bagaimana dengan kedua gunung kembarku? " Tanya Elenoa.
Dia pun dengan cepat membungkus lagi gunung kembarnya dengan kain, tapi dia membungkusnya sedikit longgar.
__ADS_1
Elenoa segera melepaskan pengikat rambutnya, saat dia akan melepaskan pengikat rambutnya, tiba-tiba Johannes datang dan memergoki Elenoa.
" Ternyata kau di sini!! " Suara Johannes lantang.
Elenoa panik, untungnya dia sekarang dalam keadaan berbalik dan rambutnya sudah terurai. Yang jadi masalahnya adalah, pakaian pria yang dia kenakan saat ini.
" A—anda?!! " Elenoa gugup.
Johannes mengerutkan keningnya, dan dia bertanya.
" Apa itu kau, Elenoa? " Tanya Johannes.
| Ahhkkk sudahlah....sudah terlanjur. | Pikir Elenoa.
Elenoa berbalik dan berbicara.
" Apa?!! kenapa anda kemari?!! " Tanya Elenoa.
Johannes memperhatikan Elenoa, dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" Apa yang sedang kau lakukan. " Tanya Johannes curiga.
Elenoa pura-pura membersihkan meja dapurnya dengan sisa kain pembungkus tadi.
" Ya....
" Saya—saya sedang membersihkan dapur.....
" Anda sudah tahu, bahwa di sini tidak ada pelayan... " Elenoa gugup.
Johannes maju ke depan Elenoa, dia tertarik dengan botol kaca berwarna ungu yang ada di depan Elenoa.
" Apa ini? " Tanya Johannes penasaran.
Elenoa mulai mencari alasan, dia mau tidak mau bilang bahwa itu adalah ramuan pembersih.
" Ahhh!!!
" Itu ramuan pembersih.....ya....pembersih....
Elenoa bercucuran keringat, dia sesekali mengelap keringatnya dengan tangannya.
Johannes melihat ramuan itu dengan teliti, dan dia pun menyimpan kembali ramuan tersebut.
' Tak...' Ramuan itu di simpan.
" Ada penyusup, apa kau tidak melihatnya? " Tanya Johannes.
" Itu—itu mungkin tikus. " Ucap Elenoa.
| Aku jelas melihat bahwa itu adalah bayangan manusia. Lagi pula naluriku selalu benar. | Pikir Johannes.
" Baiklah, sekarang hentikan dulu bersih-bersihnya. " Johannes berbicara dengan menatap Elenoa.
Kemudian dia baru menyadari jika Elenoa memakai pakaian pria.
" Kau?!!....
Mimik wajahnya berubah marah. Johannes melihat Elenoa dengan tatapan marah.
" Kenapa kau memakai pakaian pria? " Tanya Johannes marah.
" Apa kau berkencan dengan pria lain?!! " Tanya Johannes kesal dan garang.
__ADS_1
" Saya— " Elenoa berhenti, dia menyadari bahwa kemarahan Johannes tidak wajar, apalagi dia bilang bahwa Elenoa berkencan.
Elenoa bertanya apa maksud dari ucapan Johannes.
" Apa maksud anda? " Tanya Elenoa serius.
Johannes mengepalkan tangannya dan dia duduk di kursi dapur. Johannes bertanya apakah Elenoa benar-benar berkencan dengan pria lain.
" Aku tanya, apa kau berkencan dengan pria lain? " Tanya Johannes.
Elenoa mengerutkan alisnya dan dia berpikir.
| Apa-apaan dia, apa dia selalu mengira bahwa aku adalah perempuan murahan, yang bisa mengencani banyak pria!!! | Elenoa marah.
" Kenapa anda berpikir saya berkencan, atau anda berpikir bahwa saya tidur dengan lelaki lain? " Tanya Elenoa dengan tatapan dingin.
Johannes menggertakan giginya dan dia berdiri dengan kasar. Johannes marah, aura di sekelilingnya tidak baik. Apalagi di tambah dengan suasana malam yang sunyi.
" Aku tanya apa kau berkencan?!! " Tanya Johannes emosi.
" Siapa? apa itu pelayan? kesatria? " Johannes bertanya.
Entah itu emosi cemburu atau apa, yang jelas saat ini Johannes terlihat marah dan kesal.
" Hanya karena saya memakai pakaian pria!! hanya karena saya tidak pernah mendapat perlakuan khusus dari anda!!
" Bukan berarti saya murahan, sehingga saya mencari pria lain untuk saya berkencan dan saya tiduri!!!
" Apa saya terlihat seperti wanita murahan di mata anda?!!!! " Tanya Elenoa kesal.
Elenoa terus berbicara, dia kesal kepada Johannes, Elenoa berpikir kenapa sikapnya seperti ini, padahal Johannes sendiri yang mengasingkan dirinya.
" Yah....lagi pula, apa hak anda kepada saya??.
" Meskipun saya istri anda, dan anda suami saya....
" Itu semua hanya di atas kontrak saja!!!
" Dalam kontrak tertulis, bahwa kita boleh berkencan dengan siapapun, dan pihak mana pun tidak boleh melarangnya...
Elenoa menegaskan bagian dalam surat kontrak yang telah mereka sepakati.
" Saya juga belum lupa, bahwa anda bahkan tidak datang saat pernikahan, dan sekarang anda bersikap seolah anda adalah suami yang sesungguhnya....
Elenoa menusuk segala titik kelemahan Johannes, dan Johannes yang tadinya marah, dia sekarang diam.
| Haaaahhh.....apa yang kau lakukan John, kenapa kau merasa tidak enak hanya karena perempuan ini memakai pakaian pria. | Pikir Johannes.
" Pergilah, saya tidak mau bertemu dengan anda. " Ucap Elenoa.
Johannes yang sedari tadi diam, dia akhirnya membuka mulutnya.
" Baiklah, kau boleh berkencan dengan pria mana pun. " Ucapnya.
Elenoa pergi, dia pergi ke kamarnya. Sedangkan Johannes, dia masih diam di dalam dapur.
Mereka sekarang saling bermusuhan. Jika bertemu pun pasti ada kecanggungan di antara mereka.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
" Apa? Ternyata dia adalah perempuan? "
__ADS_1
" Eden, pindahkan dia