Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 62


__ADS_3

" Jadi, Baekhan yang merupakan kekasih Rafaelo, dia dulunya adalah orang terpandang dari kerajaan Quarter, meskipun dia bukan bangsawan. Anda pernah berbisnis dengan kerajaan Shafir bukan? " Jelas Domenix seraya bertanya kepada Johannes.


" Kerajaan Shafir? Memang, aku pernah melakukan bisnis dengan kerajaan Shafir, dan sekarang pun masih berlanjut. " Jawab Johannes.


" Aku mengerti...." Johannes mengerti, dia tahu apa yang terjadi.


" Dia sebelumnya berbisnis dengan kerajaan Shafir, bisnisnya adalah batu sihir? Tapi batu sihir yang aku bisniskan lebih bagus, jadi Kerajaan Shafir memilih berbalik dan berbisnis denganku. " Johannes menyimpulkannya sendiri.


" Anda benar, setelah bisnisnya dengan kerajaan Shafir runtuh, semuanya hancur, mulai dari keluarganya dan kekayaannya. " Ucap Domenix.


" Kenapa bisa merambat seperti itu? " Tanya Johannes.


" Karena keluarganya ternyata memiliki hutang ke bangsawan lain. Selain itu, ibunya pun suka sekali berjudi hingga akhirnya mati di keroyok penagih hutang." Domenix diam sekejap.


Lalu dia melanjutkan.


" Karena jatuh miskin, Baekhan bekerja sebagai ajudan pribadi Rafaelo, Yah. Lebih tepatnya Gigolo. " Domenix menjelaskan semua informasi yang dia dapat.


" Kau mendapatkan informasi ini dengan lengkap, padahal kerajaan Quarter cukup tertutup. " Ucap Johannes dengan wajah heran.


" Karena saya memiliki banyak antek-antek, jadi anda tidak usah merasa rugi sudah mempekerjakan saya di sini. " Ucap Domenix dengan senyum di wajahnya.


" Berhenti tersenyum aku jijik melihatnya. " Ucap Johannes ketus.


" Baiklah, saya tidak akan tersenyum lagi. " Ucap Domenix.


Di dalam ruangan tersebut, Johannes dan Domenix terus berbincang mengenai Rafaelo dan sekutunya.


Setelah beberapa jam terlewat, dan matahari sudah naik, Johannes memutuskan untuk pergi, karena informasi yang dia dengar sudah cukup.


...----------------...


Setelah kepergian Johannes, Domenix terlihat bergumam seraya melihat gelasnya.


" Aku lupa melaporkan satu informasi lagi. Informasi mengenai keluarga istrinya, ayahnya, Marquess Delta, ternyata kehidupannya tidak begitu baik. "


" Dan ibu tirinya, ternyata dia adalah sahabat dari istri Marquess terdahulu. "


" Anaknya salah paham tentang dirinya, tapi dia tetap tidak mau bicara. Ayahnya memendam semua rasa sakit di hatinya, sedangkan putrinya dia membencinya. "


Domenix terus bergumam di ruangan tersebut, dia membicarakan tentang keluarga Elenoa dan apa yang sebenarnya terjadi.


...----------------...



Pagi hari di istana kerajaan, Johannes datang dan menghadap Raja saat ini.


Ruang kerja istana kerajaan.


Saat itu, Johannes langsung menemui Yang mulia raja Tristan di ruang kerjanya.


Saat itu Yang mulia raja Tristan sedang mengerjakan dokumen, tapi begitu Johannes datang, Yang Mulia Raja Tristan mengabaikan tugasnya dan segera menyambut Johannes.



" John? akhirnya kau datang. " Ucap Yang mulia Raja Tristan kepada Johannnes.


Johannes dengan sopan menyapa Yang mulia Raja Tristan.


" Salam yang mulia, saya menghadap. "Ucap Johannes.


Yang mulia Raja berdiri dari duduknya, lalu dia meminta pelayan nya untuk menghidangkan teh.

__ADS_1


" Kau pergi dan bawa teh kemari. " Perintah Yang mulia raja Tristan.


Pelayan itu kemudian mengangguk dan menjawab.


" Baik, yang mulia. " Ucap pelayan itu seraya pergi.


Sang raja kemudian beralih ke Johannes, dia langsung meminta Johannes duduk.


" Duduklah... mari kita bicara. " Ucap Sang raja seraya duduk di sopa.


Johannes pun ikut duduk.



Setelah dia duduk, Raja Tristan mulai serius.


" Kau datang kemari karena Kontrak pernikahanmu? " Tanya Raja Tristan.


| Dia merubah kontraknya sedemikian rupa. | Pikir Raja Tristan.


" Itu sudah pasti. " Jawab Johannes, dia tidak kalah serius.


" Aku tidak bisa menyetujui perubahan isi kontrakmu. " Ucap Raja Tristan.


Johannes mengerutkan kening, untuk sesaat dia terdiam mendengar ungkapan orang kepercayaannya.


Johannes yang sesaat terdiam dia pun membuka mulutnya dengan ekspresi dingin.


" Kenapa? bukankah dulu anda yang menyuruh saya menikah dan mencintai seseorang? Sekarang anda malah tidak menyetujuinya? " Tanya Johannes.


Saat pertanyaan keluar dari mulut Johannes, saat itu pula suara pelayan terdengar dari luar.


" Yang mulia, saya izin masuk. " Itu pelayan yang membawa teh.


" Masuklah. " Raja Tristan mengizinkan.


Yang satu perempuan dan yang satu laki-laki, mereka terlihat membawa beberapa camilan dan minuman.



| Perempuan!! aku mual mencium bau parfum dan melihat wajahnya. | Pikir Johannes, dia terlihat memalingkan wajahnya.


" John, apa kau mau teh? " Tanya Raja Tristan.


" Heh, di situasi ini saya tidak mau minum teh. " Ucap Johannes penuh penolakkan.


Para pelayan itu menuangkan teh ke cangkir Raja Tristan.


Setelah itu mereka pergi ke luar, dan pembicaraan mulai berlanjut lagi.


" Kenapa? " Tanya Johannes, dia menagih jawaban dari Tristan.


Raja Tristan mengambil cangkir teh dan dia meminumnya.



Raja Tristan terlihat tenang dengan menyeruput teh yang ada dalam cangkir tersebut.


Sedangkan Johannes dia terlihat sangat kesal, dia tidak biasa menunggu, karena menunggu sangat melelahkan.


" ......John...." Panggil Raja Tristan seraya menaruh cangkir teh.


" Aku ingin kau menyerah dengan surat kontrak itu. " Ucap Raja Tristan dengan mata tajam dan dingin.

__ADS_1


" Heh....


" Kenapa saya harus menyerah? " Johannes terus bertanya.


" ....Kau harus menuruti perintahku Johannes, karena kau sudah bersumpah, apa kau mau kepalamu berguling di lantai karena melanggar sumpah? " Raja Tristan membawa sumpah Johannes, dia bahkan tidak menjawab semua pertanyaan Johannes.


Mendengar hal itu wajah Johannes kaku, dia terdiam dengan ungkapan yang keluar dari mulut Raja Tristan.


Johannes tidak pernah berpikir bahwa sumpahnya akan menjadi bumerang bagi dirinya.


" .....Jadi anda akan mengikat saya dengan sumpah itu? " Johannes bertanya dengan wajah kaku namun marah.


" Bukan aku yang mengikatmu, tapi dirimu sendiri Johannes. " Ucap Raja Tristan tanpa merasa bersalah.


Yang di katakan Raja Tristan memang benar, yang mengikat Johannes bukan dirinya, tetapi Johannes sendiri.


Karena dia sudah mengajukan diri sendiri untuk melakukan sumpah itu.


"....Saya memang bersumpah, tapi saya tidak pernah menyangka bahwa orang yang selama ini saya percayai ternyata bisa seperti ini!! " Ucap Johannes dengan nada kesal dan penuh amarah.


" Itu kesalahanmu. " Ucap Raja Tristan dingin dengan mata yang menatap ke arah Johannes.



Johannes yang menahan amarahnya, dia bertanya lagi.


" Dari tapi anda tidak menjawab pertanyaan saya yang sebelumnya, anda seolah menghindari pertanyaan saya....


" Kenapa? Siapa? dan untuk apa? " Tanya Johannes dengan suara yang ditekan.


" John, karena Isis akan naik tahta dia butuh kekuatan dan dukungan dari kerajaan lain. Rafaelo, dia bersedia memberi dukungan kepada Isis, tapi dengan satu Syarat, dia ingin kau bercerai dengan istrimu. " Akhirnya jawaban yang ditunggu oleh Johannes terjawab.


Johannes melebarkan matanya seperti piring, dirinya sekarang di penuhi amarah atas penghianatan yang telah di lakukan oleh orang kepercayaannya.


" Apa kekuatan yang aku berikan tidak cukup untuk Bocah itu?!! " Johannes tidak bisa menahan amarahnya lagi dia pun mengubah bahasanya.


" Tidak John, aku takut saat aku sudah tiada dan anak itu naik tahta, para rakyat mengolok-oloknya karena dia tidak mempunyai banyak dukungan. " Ucap Tristan.


" Itu tidak bisa di jadikan alasan! " Johannes berteriak dengan mata lebarnya.


Tristan terdiam, dengan kekasaran Johannes, lalu dia berbicara lagi.


" Bercerai lah, lagi pula kau tidak mencintainya. " Ucap Tristan.


" .....Apa yang kau bicarakan. " Ucap Johannes dengan suara kecil di tekan.


" Kau tidak mencintai nya Johannes. Kau hanya terobsesi dengannya. " Ucap Tristan, dia seolah mendorong Johannes ke dalam jurang keputusasaan.


" Sekarang aku bertanya lagi, apa kau mencintai nya secara tulus? atau kau hanya terobsesi dengannya, karena dia satu-satunya perempuan yang tidak membuatmu mual dan pusing? " Tanya Tristan.


Johannes yang terus mendengar ocehan Tristan, dia pun membuka mulutnya dengan ragu.


" .....Aku memang tidak mencintainya!


Johannes bicara dengan dingin, dia bilang bahwa dia tidak mencintai Elenoa.


" Sudah ku duga...." Ucap Tristan.


...----------------...


BERSAMBUNG.


__ADS_1


" Kenapa kau menulis surat percerai?!!....


" Karena kau...


__ADS_2