Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 31


__ADS_3

Istana Kerajaan.



Kereta Johannes tiba di depan gerbang Istana Khusus pesta di adakan.


Di sana banyak kereta dari berbagai keluarga bangsawan, semua keluarga bangsawan menghadiri pesta ini.


Tentu saja, kereta yang paling menjadi perhatian banyak orang adalah kereta Johannes.


Johannes yang jarang menghadiri pesta dansa dan penyambutan, tentu saja menjadi hal yang menarik bagi para bangsawan.


" Tunggu!! " Penjaga istana yang tidak tahu jika itu adalah kereta Johannes dia memberhentikan keretanya.


Karena Johannes menerobos dari antrian kereta yang akan masuk.


" Kenapa? " Tanya kusir Johannes, seraya turun dari atas kereta untuk berbicara.


" Anda harus mengantri tuan. Lihat ke belakang, mereka juga mengantri. " Ucap penjaga gerbang.



Kusir Johannes menatap kereta yang mengantri di belakang. Dan dia bergumam kecil.


" Mereka hanya bangsawan kecil yang tidak berpengaruh....... " Gumamnya kecil.


Lalu kusir itu mengatakan bahwa kereta yang dia bawa adalah kereta milik Grand Duke.


" Begini....


" Jadi, kereta yang anda lihat sekarang adalah kereta milik Grand duke...


" ?!! " Penjaga itu kaget, dia telah memberhentikan kereta yang tidak seharusnya dia hentikan.


" Apa kau serius? " Tanya penjaga itu pelan.


" Ya....." Ucap pak kusir.


| Grand Duke? bangsawan yang sangat berpengaruh dan penyokong keluarga kerajaan? bisa berabe jika dia marah. Aku harus segera membuka gerbangnya. | Pikir Penjaga itu.


Penjaga itu segera membuka gerbangnya dan membiarkan kereta Grand Duke masuk lebih dulu.


" Cih....membuang-buang waktu saja. " Johannes bergumam kesal di dalam keretanya.


Sementara itu kereta yang membawa Elenoa, dia baru akan memasuki gerbang, tentu saja penjaga yang menjaga gerbang itu, segera membiarkannya masuk.


Karena dia melihat lambang keluarga Grand Duke di keretanya.


...----------------...


Johannes turun dari kereta, dia tidak mau masuk dengan Elenoa, karena dia tidak suka berdekatan dengan perempuan.


Tentu saja di sana banyak perempuan, Johannes pun mulai merasakan hal yang tidak enak.


" Ughh.....menyebalkan!! " Johannes membual kesal.


" Dimana Teo dan Eden? " Johannes bertanya-tanya.


Eden yang baru tiba dia berbicara.


" Saya di sini tuan. " Ucap Eden.


" Dari mana saja kau?!! " Tanya Johannes kesal.


Eden bilang bahwa dia harus mengantar Elenoa selaku Nyonya-nya untuk merapikan hiasannya.


" Saya mengantar Nyonya merapikan riasanya. " Ucap Eden.


Johannes berbicara seraya pergi ke depan pijtu masuk Ballroam.


" Perempuan memang menyusahkan, dan rumit. " Celoteh Johannes di depan pintu masuk Ballroam.


" Saya akan mengumumkan kedatangan anda. " Ucap penjaga yang di khususkan menjaga pintu Ballroam.


" Umumkan!! " Ucap Johannes.


Penjaga itu membuka pintu menuju Ballroam, dan mengumumkan kehadiran Johannes.


" Beri hormat!!.....


Semua mata dan perhatian seketika tertuju kepada Johannes yang baru datang.



" Grand Duke Johannes Midletton Telah tiba!!......



Para bangsawan menengah dan bawah menunduk dan memberi hormat sebentar. Banyak di antara mereka yang membicarakan Johannes, seperti ini.



" Aku baru pertama kali melihar Grand Duke, beliau ternyata memang sangat tampan. Tapi sayang sekali dia tidak tertarik dengan wanita. "


" Grand duke biasanya tidak datang ke acara pesta dansa atau penyambutan, dia hanya datang di pesta yang bersangkutan dengan bisnisnya saja. "


" Akan bagus jika Grand Duke tertarik dengan perempuan. "

__ADS_1


Seperti itulah, mereka membiacaran Johannes.


Johannes berjalan menuruni tangga, dan di belakangnya Eden mengikuti.


" Akhirnya dia datang juga, lalu di mana istrinya? " Isis yang melihat Johannes dari jauh.


Johannes pergi menemui Isia dan juga baginda Raja.


" Salam...." Johannes memberi salam kepada sang raja.



" John....


" Akhirnya kau datang juga. " Ucap Sang raja.


Sang Raja terus memperhatikan Johannes, kemudian dia bertanya.



" Kemana istrimu? " Tanya Sang raja.


" Yah.....


" Dia belum tiba...." Johannes mengalihkan pandangannya seolah malas.


" Bocah ini!! " Sang raja kesal.


" Apa kau meninggalkannya?!! " Tanya sang Raja.


Johannes tidak menjawab, dia pun mengundurkan diri untuk kembali ke kursinya.


" Saya akan kembali ke kursi saya, salam. " Ucap Johannes.


Sang raja menghela nafas melihat tingkah Johannes.


" Kasihan sekali istrinya, jika aku tahu dia akan separah ini, lebih baik aku tidak menikahkannya. " Gumam Sang raja.


Johannes kembali ke kursinya, dia duduk dan mengambil minuman.


| Ughhh...aku mual mencium bau para serangga ini. Kapan ini akan berakhir? | Johannes bertanya-tanya kacau.


Lalu tiba-tiba terdengar suara penjaga pintu yang mengumumkan kehadiran Elenoa.


" Grand Duchess Elenoa Midletton memasuki ruangan!!....." Teriak penjaga pintu Ballroam.


Johannes tidak melihat Elenoa, dia tidak tertarik dan tidak peduli. Dia malah berpaling pergi tanpa melihat wajah Elenoa sedikit pun.


" Di sini menyesakkan. Aku harus mencari Teo. " Ucapnya seraya pergi.


Johannes pergi ke teras, dia hanya ingin mencari udara segar.



" Tidak di sangka, ternyata istri Grand Duke sangat cantik. "


" Saat pernikahan, beliau tidak menunjukkan wajahnya, banyak para bangsawan yang bergosip bahwa beliau memiliki wajah yang buruk rupa. "


" Dan nyatanya tidak, beliau sangat cantik. "


Para bangsawan laki-laki mau pun perempuan membicarakan Elenoa. Elenoa adalah yang tercantik dan mencolok di antara semua bangsawan perempuan.


" Haaaahh......apa aku akan berdansa dengan pria itu? " Elenoa bergumam seraya menuruni tangga.




" Lalu aku harus pergi ke mana? " Elenoa bertanya-tanya, karena dia merasa asing.


" Sial!! gaun ini terlalu panjang. " Celoteh Elenoa.


Elenoa pun segera membaur dengan para bangsawan. Dia langsung mengobrol dengan para Lady.


Tentu saja mereka menerima Elenoa, karena dia adalah Grand Duchess. Banyak yang mereka tanyakan.


Setelah selesai membaur dengan para bangsawan, Elenoa pergi ke teras. Dan itu adalah teras yang sama dengan Johannes.


" Haaahh....ini melelahkan. " Elenoa bergumam di teras itu.


Di sana hanya ada Johannes dan Elenoa, Elenoa sendiri tidak tahu jika Johannes saat ini tengah memperhatikan dirinya.


| Siapa perempuan ini? beraninya dia datang ke sini!! | Johannes bergumam kesal dengan menatap istrinya sendiri.


" Pria imponten!!! kenapa dia selalu menyusahkanku?!!......bajingan berotot besar!! " Elenoa berteriak meluapkan emosinya.


Johannes tidak tahu jika yang di kutuk oleh Elenoa adalah dirinya sendiri. Johannes terus memperhatikan Elenoa yang ada di sebrangnya.


| Bangsawan aneh!!..... Tapi dia lucu.| Pikir Johannes.


Elenoa yang merasa ada seseorang yang mengamatinya, dia melirik ke arah kanan, dan ternyata itu adalah Johannes.


| Ya ampun!! kenapa dia ada di sini?!!! | Elenoa bertanya-tanya, dia menatap Johannes begitu pula dengan Johannes.



| Apa yang harus aku lakukan? | Elenoa bertanya-tanya.

__ADS_1


Sedangkan Johannes yang duduk di kursi, dia hanya menatap Elenoa dengan Wine di tangannya.


| Ada apa dengan wanita ini? | Johannes bertanya-tanya.


Elenoa dengan berani menghampiri Johannes dan memberi salam.


| Tidak!! mau apa dia maju?!! | Johannes bertanya-tanya dengan wajah marah.


Elenoa sekarang tepat dia depan Johannes.


" Salam Grand Du— "


" Menjauh!! " Teriak Johannes.


Sebelum menyelesaikan perkataannya,


Johannes memotong Elenoa.


| Ahhh....dia tidak suka perempuan. Tapi, apa dia tidak tahu bahwa aku adalah istrinya? | Elenoa bergumam dalam pikirannya.


" Baiklah, saya akan pergi. " Ucap Elenoa seraya berbalik.


Tapi, kesialan menimpanya lagi. Elenoa tidak sengaja menginjak gaunnya ketika akan berbalik.


" Uwaaa!!!! " Elenoa berteriak, ketika dia akan jatuh.


' Brukkk.....' Elenoa pun terjatuh dengan posisi terduduk.


" Ughhhh.....sial!! " Ucap Elenoa.


Elenoa tidak melihat ke atas, dia meraba pegangan untuk dirinya berdiri.


" Nasibku sial sekali. " Ucapnya seraya memegang sesuatu.


| Kenapa pegangan kursinya terasa besar dan sedikit empuk? | Gumam Elenoa yang belum menyadarinya.


Elenoa pikir, dia memegang kursi, tapi nyatanya dia tidak sadar telah memegang paha Johannes.


" Me—menyingkir!! " Johannes bergumam kecil.


Elenoa mulai menyadarinya, dan dia mendongakkan kepalanya menatap ke atas di mana wajah Johannes berada.



" ..... " Elenoa menatap Johannes dengan kaget dan tidak bisa berkat apa-apa.


Wajah mereka saat ini sangat dekat.



Johannes terlihat kesal, dia berdiri dengan kasar, dan menghempaskan tangan Elenoa.


" Menjauh!!! " Johannes berteriak.


" Jika kau tidak ingin mati, menjauhlah sekarang!! " Johannes marah.


" Maaf....maafkan saya. " Ucap Elenoa seraya berdiri dan pergi.


| Elenoa? kenapa kau malah memegang pahanya? Bodoh!!! bodoh!! bodoh!! | Elenoa mencaci dirinya sendiri.


Johannes yang di tinggalkan sendiri dia terlihat bingung. Wajahnya memerah, baru kali ini ada yang memegang pahanya seperti itu dan untuk pertama kalinya dia melihat wajah perempuan sedekat itu.


Dari pada itu, dia sama sekali tidak merasa jijik.


| Aku akan mual dan pusing sebentar lagi. Perempuan sialan!! | Johannes menyangka akan mual dan pusing lagi.


Tapi setelah beberapa menit berlalu, dia tidak merasakan apapun. Dia tidak terlihat pucat dan juga merasa mual.


Johannes yang menyadarinya dia bertanya-tanya.


" Aku tidak merasa mual, dan pusing?....


" Tidak....itu tidak mungkin. " Johannes menyangkal.


" Tapi dia adalah perempuan, aku akan merasa mual dan pusing ketika aku berdekatan dengan perempuan."


" Siapa perempuan itu? apa ini hanya kebetulan? " Johannes bertanya-tanya.


Dia tidak tahu jika itu adalah istrinya sendiri. Ketika dia berdansa nanti, dia akan mengetahui bahwa wanita itu adalah istrinya.


...----------------...


BERSAMBUNG.......



Wah....ch ini lumayan menguras waktu author, dan author merasa jika ini sangaaaaaat panjang.


Okey, sudah lunas yah...


Author bakal libur dulu, karena mau lebaran🤣🤣


byby......


Spoiler dikit😝......


__ADS_1


" Beliau adalah istri anda....


" Sentuh tubuhku dengan tanganmu...


__ADS_2