
Sementara itu Johannes, dia pergi menemui Domenix.
Mereka sekarang tengah berbincang di ruangan khusus.
Johannes yang duduk dengan pakaian rapihnya, dia terlihat memasang ekspresi serius.
" Kau, apa informasi yang aku butuhkan sudah kau temukan? " Tanya Johannes serius.
Pria dengan rambut kuning cerah, mata hijau, dan di tangannya terlihat dia sedang memegang segelas minuman.
Pria itu adalah Domenix, dia menjawab pertanyaan Johannes.
" Saya sudah mendapatkan informasi yang anda inginkan. Tapi, kenapa anda harus datang di tengah malam seperti ini? " Jawab Domenix seraya bertanya kepada Johannes.
Kebiasaan buruk Johannes memang seperti itu, dia selalu mengganggu jam tidur orang lain. Hal serupa juga pernah terjadi kepada Elenoa.
" Karena aku harus segera menyelesaikan ini. " Jawab Johannes dengan wajah yang seperti berpikir.
" Hmmm.....sepertinya beban anda mulai menumpuk lagi. " Ucap Domenix seraya menyeruput minuman yang dia pegang.
" Jadi, apa informasinya? " Tanya Johannes tidak sabar.
Domenix menaruh gelas yang dia pedang lalu dia menjawab dengan wajah serius.
" Pembunuh bayaran itu suruhan Pangeran Rapaefo. " Jelas Domenix.
Johannes yang mendengarnya dia terlihat biasa saja, seperti dia sudah menduga itu, karena selama ini Rafaelo bertingkah aneh.
Melihat reaksi Johannes yang biasa saja, Domenix bertanya heran.
" ...Anda tidak kaget? " Tanya Domenix.
Johannes menjawab dengan mengangkat alisnya.
" Tidak, karena aku sudah menduganya. " Jawab Johannes.
__ADS_1
" Lalu? jika sudah tahu kenapa anda datang kemari malam-malam? " Tanya Domenix sedikit sarkas.
" Aku hanya memastikan, dan lagi aku memiliki tugas untukmu. " Ucap Johannes serius.
Domenix mulai penasaran dengan tugasnya, karena selama ini Johannes jarang memberi perintah untuknya.
" ...Tugas lagi, sepertinya anda ingin menyelesaikan ini secepatnya? " Ucap Domenix.
" Ya, aku ingin secepatnya selesai. " Gumam Johannes.
| Karena aku ingin memiliki waktu dengan istriku, apalagi istriku masih belum membuka hatinya lebar, aku takut dia akan pergi jauh dari pandanganku jika aku tidak menarik perhatiannya. | Pikir Johannes, dia terus memikirkan Elenoa.
" Jadi apa tugasnya? " Tanya Domenix.
" Cari tahu siapa sekutu Rafaelo, dia pasti memiliki sekutu di kerajaan ini. Tidak mungkin dia merencanakan ini sendiri. " Ucap Johannes.
Domenix tersenyum mendengar tugas yang di berikan oleh Johannes, dia pun menuangkan air kedalam gelasnya, kemudian meneguknya.
Setelah dia meneguk minuman tersebut, Domenix berbicara seraya menyimpan gelas tersebut.
' Tak....'
" Anda memiliki pengikut yang pintar seperti saya, tugas yang anda maksud sebenarnya sudah saya kerjakan. " Ucap Domenix bangga.
" Bagus!...
" Ternyata tidak ada salahnya aku merekrutmu sebagai ketua Guild informasi. " Johannes berkata dengan senyum puas di bibirnya.
" Jadi, gaji saya akan naik? " Tanya Domenix.
" Tergantung informasimu. " Jawab Johannes.
" Baiklah. Jadi, sekutunya ada di keluarga Viscount, dia adalah Veronica. " Domenix memberi tahu Johannes.
Johannes yang mendengarnya dia memasang wajah bingung sekaligus penuh pertanyaan.
" Kenapa dia bisa menjadi sekutu Rafaelo? " Tanya Johannes.
" Karena Rafaelo dan Veronica adalah pasangan, mereka sebenarnya pernah bertunangan, tapi pertunangan mereka di batalkan karena suatu alasan...
" Alasannya adalah, Veronica dan Rafaelo tidak cocok. Rafaelo sebenarnya tidak menyukai wanita, dia adalah Homosexsual...
__ADS_1
Ketika Domenix sedang menjelaskan, Johannes memberhentikannya, dia dengan wajah kaget berbicara.
" ....Kau bilang dia Homosexsual? " Tanya Johannes dengan wajah kaku.
" Ya, dia adalah penyuka sesama jenis. Terlebih dia selalu melakukan hal itu dengan ajudannya yang bernama, Baekhan. " Jawab Domenix serius.
" Lalu, kenapa dengan Veronica? " Tanya Johannes.
" Dia Masokis. " Domenix menjawabnya seraya memalingkan wajahnya.
" Masokis? Masokis salah satu bentuk penyimpangan seksual yang dialami seseorang. Masokis masuk ke dalam kategori gangguan seksual kejiwaan dan perilaku atau dorongan seksual abnormal, yang ditandai dengan fantasi otak serta dorongan seksual. " Johannes bergumam.
" Anda benar, Masokis timbul karena trauma masa kecil. Saya mendapat info dari pelayan yang kerja di rumah Viscount, dia bilang Veronica mendapat siksaan dari ayahnya saat kecil sehingga dia menjadi Masokis...
" Desas desus yang beredar di kalangan bangsawan memang tidak ada yang benar. Mereka mengatakan bahwa Viscount menyayangi anaknya, tapi nyatanya tidak selalu seperti itu....
" Karena kekasarannya dulu, Veronica, dia menjadi wanita Masokis, apalagi saat dia melihat pria tampan, dia akan lebih buas. "
Domenix menjelaskan dengan sungguh-sungguh, dia bahkan masih memiliki informasi lain.
Ketika Johannes mendengar itu, dia langsung tidak mengerti apa sangkut pautnya dengannya, kenapa mereka ingin membunuh dirinya.
" Hah!...
" Tidak terduga....
Helaan nafas panjang keluar dari Johannes, dia kemudian bertanya lagi.
" Kerajaan Quarter, sebenarnya kenapa Rafaelo ingin membunuhku? " Tanya Johannes.
" Itu karena bisnismu telah menghancurkan hidup kekasihnya. " Jawab Domenix.
" Jelaskan!! " Johannes semakin antusias mendengar semua informasi dari Domenix.
...----------------...
BERSAMBUNG......
" Saya seharusnya tidak berjanji waktu itu....
" John, lebih baik kau menyerah. "
__ADS_1