Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 85


__ADS_3

Ruby kemudian mengatakan apa yang dia mau.


" Lepaskan Lady Veronica, dan bawa beliau kemari. Jika tidak, istrimu tidak akan pernah kembali. " Ucap Ruby dengan mata tajamnya.


Johannes diam sebentar, lalu dia akhirnya menyetujuinya. Segera dia langsung menyuruh kesatrianya untuk membawa Veronica ke sini.


" Kita lihat seberapa lama lagi kau akan berdiri dengan yakin seperti itu. " Gumam Johannes.


Sebenarnya Johannes tidak berniat memberikan Veronica begitu saja. Dia akan membunuh Veronica.


|Aku tidak bisa membahayakan Elenoa. Bersabarlah, ini akan selesai sebentar lagi.| Pikir Johannes dengan mata yang menatap Elenoa.


Saat itu pula Elenoa sadar, mata merahnya akhirnya terlihat lagi, sesekali Elenoa meringis karena sakit kepalanya.


"......Ughh...." Ringis Elenoa.


Johannes yang menyaksikan bangunnya Elenoa, dia pun merasa sedikit lega, karena istrinya ternyata masih hidup.


" Elenoa? " Panggil Johannes.


" Lihat, istrimu bangun. Tapi sayangnya jika kau tidak menepati janji, dia akan mati di hadapanmu!! " Ruby berbicara.


" Jangan dengarkan dia John!! Lebih baik kau menahan Veronica dan lakukan eksekusi mati kepadanya!! " Elenoa dengan nada ringan berbicara kepada Johannes.


" Jangan bergerak dan berbicara, kau tidak baik-baik saja sekarang. Kau tenang saja, aku pasti akan menyelesaikan ini secepatnya!! " Johannes berbicara dengan yakin.


Ruby yang melihat Johannes menenangkan Elenoa, dia malah terkekeh.


" Apa yang kau tertawakan? " Tanya Johannes.


" Tidak, hanya saja. Bagaimana bisa Lady Veronica mencintai laki-laki seperti anda. " Ucap Ruby seolah mengejek Johannes.


" Aku tidak peduli kau mau mengatakan apa, tapi yang jelas, lepaskan istriku sekarang juga!! " Johannes dengan lantang berbicara.


Elenoa menatap ke arah Rakian, dia bertanya-tanya dalam hatinya.


|Rakian? kenapa dia bisa ada di sini? | Elenoa bertanya-tanya.


"....Rakian, kau ada di sini? bagaimana bisa? " Tanya Elenoa.


" Itu tidak penting bagaimana bisa aku berada di sini. " Bisik Rakian.


Elenoa bingung dengan jawaban Rakian.


.


.


.


Setelah beberapa waktu berlalu.


Kesatria datang dengan membawa Veronica. Bahkan Isis dan Grace pun ikut bersama dengan rombongan.


" Kenapa kau tidak langsung membunuh pelayan itu? " Isis yang baru datang mengomel.


" Yang mulia, tolong diam dulu. " Grace berbicara.


" Kau tidak lihat, jika pelayan itu menaruh pedangnya di leher Istriku!! " Johannes dengan garang berbicara.


" Jadi, apa kau akan menyerah John? " Tanya Veronica.


" Siapa bilang, aku tidak akan menyerah. " Johannes dengan yakin berbicara.

__ADS_1


" Cepat berikan Lady Veronica!! " Ruby berbicara lagi.


Di sisi lain, Elenoa yang mencegah Johannes agar dia tidak melepaskan Veronica.


" Jangan lakukan itu John!! " Teriak Elenoa.


" Berisik!!! " Bentak Ruby dengan terus mendekatkan pedangnya ke leher Elenoa.


Rakian sedang menunggu momen yang bagus, untuk menyingkirkan pedang milik Ruby.


" Johannes, lakukan cara lain!! " Isis berbicara.


Karena pusing harus memilih apa, akhirnya Johannes memutuskan untuk memberikan Veronica kepada Ruby.


" .......Baiklah, aku akan memberikan Veronica kepadamu. " Ucap Johannes.


" Cih!! hanya demi perempuan itu, kau rela melepaskan penjahat yang seperti iblis ini?!! " Veronica berbicara dengan nada sarkas.


Johannes menyuruh Isis untuk menukar Veronica dengan Elenoa.


Isis maju dengan tangan memegang rantai yang mengikat Veronica. Dia akan menukar Veronica.


Saat itu, Ruby terus menatap ke arah Veronica, dia tidak fokus dan melonggarkan pedang yang mengarah ke leher Violet.


Maka dari itu, Rakian segera melakukan aksinya. Dia dengan cepat menarik kedua tangan Ruby, kemudian Rakian mematahkan kedua tangan nya.


' Crak!! '


" Arrrggh!! "Ruby berteriak kesakitan.


Veronica dengan wajah terkejutnya, dia melirik ke arah Ruby. Tangan Ruby di patahkan, dia pun berteriak histeris.


Isis segera membawa Veronica kembali ke sisi Johannes, dia pikir bahwa Rakian sedang merencanakan hal jahat.


" ....Lepaskan dia!! " Johannes dengan nada marah meneriaki Rakian.


" Diam.....Aku hanya ingin menolongmu!! " Jawab Rakian.


" ...Apa? tapi kenapa? " Elenoa heran.


Pada saat itu, Rakian tidak menjawab, dia dengan cepat membuka setiap borgol yang membelenggu Elenoa.


Johannes, Isis dan Grace heran kenapa Rakian melepaskan Elenoa, banyak pertanyaan yang muncul karena mereka pikir Rakian adalah sekutu Veronica.


" John, apa yang dia lakukan? " Tanya Isis.


" Entahlah......" Jawab Johannes.


Veronica yang juga melihat tingkah Rakian, dia berbicara dalam hatinya.


|Si brengsek itu sedang apa?!!! Apa dia gila?!! | Pikir Veronica.


Para penjaga yang merupakan sekutu Veronica, mereka akan menyerang Rakian. Tapi Rakian berteriak dan mengancam mereka.


" Jangan bergerak!! jika tidak, Ruby akan mati!! " Ucap Rakian seraya menarik tangan Ruby dan memborgolnya di pohon.


Para penjaga tersebut mundur, dan tidak bisa berkutik.


" Apa....yang kau lakukan?!!!! " Ruby yang meringis bertanya.


" Aku ingin melepaskan dia!! Aku muak menjadi budak mu Veronica!! " Rakian berteriak sembari berusaha melepaskan Elenoa.


Johannes kaget dengan ucapan Rakian, dia mengira bahwa Rakian sekutu Veronica. Tapi ternyata Rakian malah membantu Elenoa.

__ADS_1


" Budak brengsek!! tidak tahu berterima kasih!! Aku memberi mu makan, tempat tinggal hingga pelatihan kesatria!! Tapi apa ini?!! " Veronica yang marah karena pengkhianatan Rakian.


Veronica tidak menyangka bahwa Rakian akan berkhianat. Budak yang dia didik dengan keras sekarang malah berbalik melawannya.


Johannes dengan cepat membantu Rakian untuk melepaskan Elenoa.


" Terima kasih karena kau telah menolong istriku. " Johannes yang membantu Rakian dia berterima kasih.


Rakian hanya diam, dengan tangan yang masih fokus.


Semua borgol akhirnya terbuka, Elenoa di bantu oleh Johannes berdiri dengan lemas.


" Maaf, aku terlambat!! " Johannes memeluk istrinya erat dan membisikkan kata maaf.


" Tidak apa, kau tidak terlambat. " Ucap Elenoa.


Johannes membawa Elenoa ke tempatnya. Sementara Rakian, dia diam dengan mata yang menatap Veronica.


" Rakian!!! Kau brengsek!!! " Veronica histeris dan berteriak mengutuk Rakian.


" Andai saja kau tidak menyiksa ku, mungkin aku tidak akan pernah mengkhianati mu. " Ucap Rakian.


" Kau telah salah Rakian, untuk apa kau berkhianat?!! " Veronica terus berteriak.


" Haaaa, lagi-lagi wanita ini terus berteriak!! " Isis yang malas berbicara.


" Diam yang mulia, kita lihat saja situasinya. " Ucap Grace.


" Apa yang salah denganku?!! " Tanya Rakian kepada Veronica.


" Kau salah telah mengkhianati ku!! " Veronica berteriak dengan emosi yang meluap.


" Seharusnya aku mendidikmu lebih keras lagi dari sebelumnya. Budak tidak tahu berterima kasih seperti memang layak mati di jalanan!! "


Kemarahan Veronica sangat besar terhadap Rakian, di saat dia marah tawa keluar dari mulutnya yang membuat semua orang heran.


" Hahahahah.....lucu sekali Rakian!! kau menghianatiku begitu saja.....Apa karena kau menganggap John sebagai kakakmu? " Tanya Veronica.


Rakian dengan tangan mengepal menjawab.


" Benar, karena dia kakakku!! Meski pun awalnya aku membencinya." Jawab Rakian.


|Dia sekarang tidak membenciku. | Pikir Johannes yang terus memperhatikan Rakian.


" .....Aku salah karena telah menuduh Kakakku, aku pikir dia hidup dengan nyaman sedangkan aku tidak. Tapi setelah aku tahu bahwa dia sama sepertiku, kebencian itu perlahan hilang.....


" Aku pikir, tidak seharusnya aku membenci dia, karena dia tidak tahu bahwa dia memiliki seorang adik di luar sana. " Rakian dengan mata yang menatap Johannes berbicara.


" Bodoh!! " Veronica mengutuk Rakian.


" Kau pikir dia benar-benar kakakmu?!! " Veronica berusaha mengecoh Rakian.


Rakian yang mendengar ucapan Veronica, dia mengerutkan keningnya terpancing.


" Apa yang kau bicarakan? " Tanya Rakian.


" Dia bukan kakakmu Rakian!! " Teriak Veronica.


" Siapa bilang aku bukan kakaknya!! " Johannes akhirnya masuk ke dalam pembicaraan mereka.


Rakian menatap sosok Johannes.


" Jangan dengarkan dia Rakian, kau adalah adikku. Tidak berbeda ayah ataupun ibu. " Johannes mengatakan kebenaran itu secara langsung di depan semua orang.

__ADS_1


...----------------...


MENUJU ENDING..........


__ADS_2