Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 7


__ADS_3


Elenoa tadinya akan tidur, akan tetapi di luar kediamannya terdengar suara seseorang. Elenoa mau tidak mau harus turun dan menemui pemilik suara tersebut.


" Siapa? " Tanya Elenoa yang berada di dalam tanpa membuka pintu.


" Ini saya Eden, Nyonya. " Ternyata itu adalah Eden.


Eden yang di perintahkan oleh Johannes untuk memberikan Dokumen Pernikahan kepada Elenoa, dia memberikannya larut malam karena alasan tertentu.


" Ada apa? " Tanya Elenoa tegas.


" Saya di perintahkan untuk mengantarkan dokumen pernikahan untuk anda. " Ucap Eden sopan.


" Taruh saja di sana, aku akan mengambilnya. " Ucap Elenoa.


| Aku tidak mungkin menampilkan wajahku di depan Eden. | Pikir Elenoa.


Eden mengangguk mengerti, dan dia menaruh dokumen tersebut di depan pintu kediaman Elenoa.


" Saya mengerti, nyonya. Saya akan menaruh dokumen ini di depan pintu. " Ucap Eden seraya menaruh dokumen tersebut.


Elenoa melihat Eden menaruh dokumen tersebut dari balik jendela dan dia pun berkata dengan tegas.


" Baiklah, kau boleh pergi Eden. " Ucap Elenoa.


Eden membungkuk memberi hormat dengan berkata.


" Saya pamit nyonya, selamat beristirahat. " Ucap Eden seraya pergi.


Ketika Eden sudah jauh dari kediaman Elenoa. Elenoa keluar dan mengambil Dokumen tersebut.


" Pyuhhhhh.....Untung saja, Eden tidak banyak bertanya-tanya. " Ucap Elenoa seraya mengambil dokumen tersebut.


Setelah itu Elenoa kembali ke kamarnya dan mulai membaca isi kontrak yang di tambah oleh Johannes.


" Baiklah. Mari kita lihat, dia menambahkan hal apa dalam dokumen kontrak ini. " Ucap Elenoa seraya memegang dan membaca dokumen tersebut.



" Di sini, Pihak A adalah Johannes, dan B adalah aku. " Ucap Elenoa yang membaca baris pertama.


Elenoa melanjutkan ke catatan paling bawah di mana Johannes menambahkan keinginannya.


" Pihak A tidak perlu menemui pihak B, selama menjadi suaminya. Pihak B di larang muncul di depan pihak A. "


Wajah Elenoa seketika mengeras dengan catatan tambahan Johannes.



" .....Siapa yang mau menemui dirinya, lagi pula aku tidak mau. " Reaksi Elenoa mengenai catatan tambahan Johannes.


" Setelah perjanjian ini selesai, pihak A akan memutus hubungan dengan pihak B. Pihak B harus keluar dari kediaman Pihak A. " Elenoa membaca kalimat terakhir dari catatan tambahan Johannes.


" Tenang saja tuan, aku tidak akan membebanimu. " Ucap Elenoa yakin.


Elenoa selesai membaca catatan tambahan Johannes, dia menyimpan dokumen tersebut di lemarinya.


" Kontrak sudah selesai, dan aku sudah membacanya. Tidak ada yang penting. " Ucap Elenoa seraya menaruh Dokumen tersebut, setelah itu dia beranjak tidur.


" Mari kita tidur, dan bangun di pagi hari. Aku harus keluar dari mansion ini dengan merubah penampilanku. " Ucap Elenoa seraya berbaring di atas kasur. dan memejamkan matanya.


...----------------...

__ADS_1


Keesokan Harinya.



Di Restoracio.



Johannes menghadiri pertemuan di Restoracio, di sana sudah banyak bangsawan yang hadir.


" Menyebalkan, aku kira para serangga itu sudah berkurang. Tetapi nyatanya tidak. " Celoteh Johannes, yang datang terakhir.



Johannes yang datang terakhir dia menjadi sorotan utama untuk mata para bangsawan. Terutama bangsawan perempuan.



" Lihat, Grand Duke sudah datang. Beliau makin hari makin tampan saja. " Ucap Lady bangsawan.


" Benar, beliau sangat tampan dan pintar. Saya dengar Grand Duke sedang menjalankan bisnis makanan dengan bangsawan lainnya. Sepertinya bangsawan itu adalah pembisnis yang menonjol karena dia telah menarik perhatian Grand Duke, biasanya beliau hanya berbisnis dengan Kerajaan lain." Ucap Nyonya bangsawan.


" Ya, anda benar. Saya penasaran siapa yang berbisnis dengan beliau. " Ucapnya.


Mereka tidak henti-henti membicarakan Johannes.


Sementara itu, Johannes pergi ke tempat duduk khusus untuknya. Johannes duduk dengan menyilangkan kakinya.


Johannes terus bergumam karena bau parfum dari berbagai bangsawan sangat menusuk penciumannya.


" Bau parfum yang menyengat ini sangat menyebalkan. " Celoteh Johannes dengan alis mengerut.


" Aku tidak tahu, untuk apa mereka menggunakan parfum. " Ucapnya heran.


" Tuan, anggurnya. " Ucap si pelayan.


Johannes melirik pelayan tersebut. Pelayan itu ternyata adalah Elenoa, yang menyamar sebagai laki-laki.


" Aku tidak perlu di layani, kau pergi saja. " Ucap Johannes.


" Baik tuan, saya mengerti. " Ucap Elenoa seraya menepi.


Mereka berdua tidak mengenali satu sama lain, Elenoa tidak tahu wajah Johannes begitu pula dengan Johannes.


Tapi, Elenoa pastinya akan tahu sebentar lagi. Bahwa orang yang dia tawari anggur adalah suaminya sendiri. Karena banyaknya bangsawan yang membicarakan Johannes.


" Kau tahu, apa yang mereka bicarakan? " Tanya Elenoa kepada teman sepekerjaannya.


" Kau tidak tahu? " Tanya Teman laki-lakinya.


" Tidak, aku baru masuk hari ini. " Ucap Elenoa.


" Para bangsawan tersebut sedang membicarakan orang itu. " Ucap temannya seraya melirik ke arah Johannes.


Elenoa pun ikut melirik dan memperhatikan Johannes.


" Memangnya dia siapa? " Tanya Elenoa penasaran.


Temannya berbisik ke arah telinganya, dan berbicara.


" Beliau adalah Grand Duke Midletton, Yang mulia Johannes Midletton. " Bisiknya.


Ketika Elenoa mendengarnya dia seketika terdiam dan menyembunyikan wajahnya dengan nampan yang dia pegang.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan Teo?!! " Ucap temannya yang melihat tingkah Elenoa.


Temannya memanggil Elenoa dengan sebutan Teo, karena Elenoa memakai nama itu untuk samarannya.


| Musibah?!!!!......Ini namanya musibah!!!....jadi, pria itu adalah Grand Duke?!! | Pikir Elenoa kacau.


| Bagaimana bisa aku bertemu dengannya....Syalan!!! | Pikir Elenoa dengan mencaci dirinya sendiri.


" Ini semua gara-gara pria bodoh itu.... " Ucap Elenoa kesal.


Kils balik Elenoa.


Saat itu, aku berhasil keluar dari mansion, karena samaranku. Aku juga berbohong bahwa aku adalah seorang penjaga kandang kuda kepada penjaga gerbang.


Dan penjaga itu dengan mudahnya percaya. Tentunya aku segera keluar dari mansion dan mencari pekerjaan. Saat aku keluar aku bertemu dengan seorang pria.


Si pria itu menawariku pekerjaan dengan iming-iming gaji yang besar.


" Hei bocah?!! " Ucapnya kepadaku.


" Siapa yang kau panggil bocah? " Ucapku.


" Siapa lagi jika bukan dirimu. " Ucapnya.


Saat itu aku sudah kesal ketika dia memanggil diriku bocah. Tapi, ku akui penampilanku memang mirip bocah.


" Langsung inti. " Ucapku.


" Kau...apa kau mencari pekerjaan? " Tanyanya.


" Tidak.... " Ucapku jual mahal.


" Sudah terima kartu ini dan bekerjalah di sana. " Ucap Laki-laki itu, seraya pergi dan meninggalkan kartu masuk kepadaku.



" Hei!!! Aku tidak butuh ini...Kembali!! " Ucapku yang memanggil pria bodoh itu. Akan tetapi dia sudah pergi jauh.


Karena aku memang harus bekerja, jadi aku pergi ke tempat itu dan masuk menggunakan kartu itu.


Dan terjadilah musibah ini.


Kilas Balik Selesai.


| Jika aku tahu bahwa ini adalah musibah...lebih baik aku membuang kartu itu. | Pikir Elenoa.


| Jika di pikir lagi, dia kan tidak mengenaliku. Dan juga, saat ini penampilanku adalah laki-laki. | Elenoa berpikir kembali dengan tenang.


" Fyuuhh...untuk apa aku khawatir. " Ucap Elenoa seraya menyingkirkan nampan dari wajahnya.


Teman laki-lakinya menatap Elenoa heran. Tapi Elenoa malah tersenyum manis.



" Sebenarnya kau itu lelaki atau perempuan, kenapa wajahmu lebih mirip perempuan di banding laki-laki. " Ucap Temannya.


" Aku laki-laki...kau tidak lihat. Aku tidak mempunyai dua gunung kembar. " Ucap Elenoa bohong.


| Tantu saja aku punya, hanya saja itu terhimpit dengan lapisan kain. Gunung ku yang malang. | Pikir Elenoa.


...----------------...


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN...😉


__ADS_2