
...----------------...
Aku Rakian, aku tidak memiliki nama tengah ataupun nama belakang.
Saat usiaku 7 tahun, Pengasuhku yang paling menyayangiku bilang, bahwa aku sudah berada di panti asuhan sejak usia 2 tahun.
Aku bertanya kemana kedua orang tuaku, kenapa mereka tidak menginginkanku.
Tapi pengasuhku bilang.
" Orang tuamu? entahlah.....
" Beliau adalah orang ternama di kerajaan ini...
" Tapi...
" Pengasuh tidak tahu, alasan kau ada di sini.
Itulah, kata-kata yang di ucapkan oleh pengasuhku. Tidak ada jawaban yang pasti, dan memuaskan.
Sejak saat itu aku terus bertanya, kenapa, mengapa dan apa yang salah.
Tapi pengasuhku tidak pernah memberikan jawaban apapun. Dia selalu memberikan jawaban yang sama.
Aku pun mulai bosan dan berpikir, bahwa aku sekarang tidak membutuhkan kedua orang tuaku yang asli, karena pengasuhku sudah cukup.
Tapi kenyataannya itu tidak bertahan lama. Ketika aku baru merasakan kasih sayang dari seseorang, aku malah kehilangan orang itu.
Aku tidak tahu, jika kehilangan seseorang bisa sesesak dan sesakit ini.
" Rakian....
" Pergilah dari panti asuhan ini....
" Karena di sini kau tidak akan hidup dengan baik...
" Tanpa ku, kau akan menderita di sini....
" Berjanjilah Rakian.....kau akan hidup dengan baik...
Pengasuhku mati karena sakit keras, dia mati dengan meninggalkan pesan tersebut.
" Pengasuh?....
" Tidak....Jangan mati pengasuh.....
" Jika kau pergi bagaimana denganku??...."
Saat itu aku menangis layaknya anak kecil.Aku tidak bisa menerima kematian pengasuhku dengan mudah.
Karena dia terlalu memberikan kasih sayang
yang membekas di dalam ingatan dan hatiku.
Dia yang selalu ada di saat aku sakit, lapar, ataupun saat aku mendapat siksaan dari kepala panti asuhan.
__ADS_1
Dia sudah menjadi ibuku, tapi pada akhirnya dia juga harus mati.
Setelah kematian pengasuhku, aku sempat berpikir untuk tetap menetap di panti asuhan, karena di situlah kenanganku dengan pengasuhku.
Tapi....
" Anak kurang ajar!!!.....
" Berani sekali kau makan makanan yang baru!!
" Kau seharusnya memakan makanan basi ataupun makanan sisa!!!
" Bersihkan ini dengan benar!!! jangan tidur sampai kau membersihkan lantai ini!!!.....
Kepala panti asuhan semakin menggila setelah pengasuhku pergi, dia menyuruhku untuk melakukan banyak hal tanpa makan. Kadang kala, makan pun hanya makanan sisa ataupun basi.
Aku tidak tahan, meskipun aku ingin tinggal di panti itu untuk mengenang pengasuhku. Aku tetap harus pergi, karena itu adalah permintaan pengasuhku.
Aku melarikan diri dari panti asuhan tersebut, aku melarikan diri ke ibu kota tempat terbesar di kerajaan Lapastatoe.
Tentunya, aku sempat berpikir bahwa hidupku mungkin akan lebih baik karena sudah terlepas dari panti asuhan yang menyesakkan.
Tapi nyatanya tidak, saat aku tiba di ibu kota saat itu usiaku 8 tahun.
Aku pikir nasib di sana akan lebih baik.
Malah lebih parah, aku tidak bisa makan, aku hanya bisa mencuri, dan mengemis di gang-gang kecil bersama anak jalanan lainnya.
Tidak masalah saat musim kemarau, tapi saat musim dingin, itu berbeda. Aku selalu kedinginan di luar sana dengan salju yang menutupi tubuhku.
Tidak ada yang mau menolong anak jalanan seperti kami. Maka dari itu, aku selalu mencuri kain dan makanan hangat dari penjual.
Itulah pikiranku. Lalu di tengah badai salju, saat aku sedang berebut kain dengan anak jalanan lainnya.
Sebuah kereta kuda yang cantik dan mewah berhenti, lalu seorang gadis dengan rambut merah turun dari kereta tersebut bersama dengan seorang laki-laki.
" Ayah, lihat dia mainan yang cocok bukan? " Gadis itu berbicara kepada ayahnya seraya menunjuk ke arahku.
Aku memberikan ekspresi bengis, seolah tidak mau di ganggu.
" Tidak, dia tidak pantas menjadi mainanmu. " Ucap Laki-laki yang datang bersama perempuan berambut merah.
" Ayah, aku ingin dia...." Perempuan itu merengek seraya menunjuk ke arahku beberapa kali.
" Baiklah, jika itu kemauan mu aku akan memberikannya. " Ucap laki-laki itu.
" Hei kau nak, kamari. " Dia memanggilku, aku tidak mau, aku menolaknya.
" Cepat kemari, lebih baik kau ikut dengan kami, karena di sana kau akan lebih baik. " Ucap Perempuan itu.
Aku pun tergiur, saat melihat pakaian dan kereta kuda yang mereka pakai. Dengan bodohnya aku setuju dan masuk.
Aku tinggal di kediaman Viscount, tapi tentu saja aku mendapatkan perlakuan yang sama seperti di panti asuhan, bahkan lebih kejam.
Veronica, dia menganggapku mainan boneka tampan, aku harus menuruti apapun yang dia mau.
__ADS_1
Jika tidak, Viscount yang merupakan ayahnya akan menyiksaku.
Tapi untungnya penyiksaan itu hanya sebentar. Veronica tertarik dengan Johannes selaku Grand Duke termuda.
Aku mensyukuri itu, tapi.
Veronica yang tertarik dengan Johannes, dia mulai meminta kepada ayahnya untuk mencari berbagai kelemahan dan informasi Johannes beserta orang tuanya.
Dari situlah aku tahu, jika dia adalah kakakku.
Sebelumnya aku tidak tahu bahwa dia adalah kakakku, dan aku adalah adik dari dirinya. Kami hanya berbeda ayah.
Aku anak haram dari ibuku, Veronica mengatakan bahwa aku dibuang karena aku adalah anak haram yang tidak mungkin di terima oleh Grand Duke terdahulu yang merupakan ayah dari Kakakku Johannes.
Aku marah kepada Johannes, karena aku berpikir ini tidak adil bagiku. Johannes hidup dengan baik sejak dia lahir, tapi aku berbeda.
Veronica terus mengatakan bahwa ibuku tidak menginginkanku, dia hanya menginginkan Johannes.
Makannya aku menjadi sekutu Veronica. Aku menuruti keinginan Veronica, untuk berteman dengan Johannes yang pada saat itu tidak memiliki teman.
Setelah dia menjadi temanku, aku membawanya ke sebuah Kastil tua. Aku memberinya air beracun sesuai dengan perintah Veronica.
Tentunya dia masuk jebakan, karena dia masih cukup lugu. Dia jatuh pingsan.
Veronica membawanya dan akan menyentuh tubuhnya. Dia mengikat Johannes, Veronica sejal kecil sudah memiliki nafsu yang menjijikan.
Dia menyukai hal-hal yang di lakukan oleh orang dewasa.
" Bagaimana bisa tubuhmu sangat bagus di usia 10tahun. " Veronica dia dengan tatapan menjijikan berkata di hadapan Johanne yang tidak sadarkan diri dengan pakaian terbuka.
" Apa aku harus melukisnya? " Veronica mulai meraba tubuh Johannes kecil.
Aku yang melihatnya merasa sangat menjijikan.
Saat Veronica akan mencicipi tubuh Johannes, tiba-tiba dia bangun, karena dosis racunnya hanya sedikit.
" Siapakau?!!! " Dia berteriak histeris.
Bagaimana tidak, tiba-tiba ada anak perempuan yang setengah telanjang di atas tubuhnya. Aku pun akan kaget.
" Kau sudah bangun? " Dia bertanya dengan geli.
Johannes terlihat sesak nafas dan tidak tahan, dia bahkan mengeluarkan keringat dingin. Aku hanya menikmati nya dari belakang.
" Lepaskan aku!! " Teriaknya dengan susah payah.
Veronica tidak peduli, dia malah terus menyusup ke arah perut Johannes. Johannes terlihat menggigit lidahnya hingga berdarah, karena dia sangat jijik.
Tapi, itu tidak lama. Karena seseorang datang membuat keributan, mereka adalah prajurit keluarga Grand Duke.
Tentunya, Veronica segera pergi. Dia belum sempat mencicipi tubuh Johannes.
Tapi yang pasti, aku melihat jika itu akan membekas di dalam hidup Johannes.
__ADS_1
Benar saja, kejadian itu menjadi masa lalu yang mengerikan untuknya, hingga dirinya berubah menjadi dingin dan tidak menyukai perempuan.
...----------------...