Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 53


__ADS_3

" Memangnya kenapa? " Tanya Elenoa.


" Untuk menyembuhkan Trauma ini, aku harus terbiasa dengan perempuan. " Ucap Johannes.


Yang di katakan Johannes memang benar, agar Taumanya hilang, dia harus terbiasa dengan perempuan.


" Saya mengerti. " Jawab Elenoa.


| Tidak masalah, lagi pula aku adalah istrinya. Walaupun memang sebatas kontrak saja. | Pikir Elenoa.


" Bagus. " Johannes mengangguk.


Elenoa penasaran kenapa Johannes bisa memiliki Tauma seperti itu. Dia pun mulai membuka mulutnya lagi untuk bertanya.


" Kenapa.....


" Kenapa anda bisa Trauma seperti ini? " Tanya Elenoa hati-hati.


| Apa aku terlalu berlebihan? | Elenoa bertanya-tanya dalam batinnya.


".....Aku tidak tahu...


" Aku tidak ingat....


Suara Johannes jauh lebih kecil, kurang percaya diri dari sebelumnya.


" Anda tidak ingat? " Tanya Elenoa.


Johannes menatap Elenoa, lalu dia menjawab pertanyaan Elenoa.


" Aku hanya ingat sedikit...


" Jika tidak salah ingat, waktu itu aku sudah menjadi kepala keluarga di usia 10 tahun, di usia 6 tahun, orang tuaku meninggal....


" Meninggal? " Elenoa bertanya-tanya.


Johannes tahu, Elenoa tertarik dengan kedua orang tuanya.


" Ya, mereka di katakan meninggal karena kecelakaan kereta. Aku bahkan tidak tahu wajah orang tuaku, karena mereka tidak pernah menunjukkan wajahnya di depanku. " Johannes menjelaskan dengan suara santai. Dia merasa baik-baik saja.


" Saat kecil aku di besarkan oleh para pengasuh dan Baginda Raja. Meski aku memanggil nama ibu dan ayahku saat aku tidur ataupun sakit. Mereka tidak kunjung datang. " Johannes mengatakan itu dengan senyuman pahitnya.


Elenoa menjadi diam. Ekspresinya aneh dan dia cukup terkejut.


Elenoa tidak menyangka bahwa Johannes tidak pernah melihat kedua orang tuanya.


| Apa dia benar-benar tidak pernah melihat kedua orang tuanya? | Elenoa bertanya-tanya dalam batinnya.


Elenoa kemudian mengingat saat Johannes terluka di hutan Venus, waktu itu dia memanggil nama Ibu.


| Saat sakit dia selalu memanggil nama ibu, pantas saja saat di hutan Venus dia selalu mengigau dengan memanggil nama ibu. | Pikir Elenoa.


" Selain aku menjadi kepala keluarga di usia 10tahun, terbangun dari luka yang di sebabkan oleh pembunuh bayaran, dan air yang sama dengan air itu, aku tidak mengingat hal apapun lagi....


" Luka? pembunuh bayaran? Air yang sama?" Elenoa bertanya.


" Baginda raja mengatakan bahwa aku terluka karena pembunuh bayaran, mungkin air itu juha dari pembunuh bayaran.


" Dan setelah itu aku menjadi tidak suka mendekat dengan perempuan, aku selalu mual dan pusing saat bertemu dengan perempuan. " Ucap Johannes.


" Aku tidak tahu kenapa Trauma ini bisa muncul....


" Karena semua tabib yang ada di istana, waktu itu membungkam mulut mereka. "


Johannes menjelaskan sedikit masa lalu nya, meskipun dia tidak mengingat sebagian besar dari ingatan masa lalunya.

__ADS_1


| Sepertinya, ingatan itu berpecah belah.....apa baginda raja yang menghilangkan sebagian ingatan John? | Elenoa bertanya-tanya.


" Anda bilang, anda tidak pernah melihat kedua orang tua anda? bagaimana anda bisa bertahan, saat itu anda masih kecil? " Elenoa bertanya-tanya, dia ingin tahu bagaimana Johannes bisa menjalankan kehidupannya tanpa orang tua.


" Awalnya memang sulit, tapi akhirnya aku terbiasa, sampai sekarang aku sudah terbiasa kesepian. " Ucap Johannes santai.


| Tapi jujur saja....Karena kau, aku sekarang tidak bisa sendiri dan kesepian lagi. | pikir Johannes.


| Dia terbiasa, sama seperti diriku, tapi John lebih parah. Dia tidak tahu ibunya ataupun ayahnya, sedangkan aku....Aku melihat ibuku sampai hari kematiannya, aku juga melihat ayahku yang memuakkan......| Elenoa berpikir bahwa dia ternyata jauh lebih baik dari pada Johannes.


| Tidak heran jika sikapnya seperti itu, ternyata masa lalunya cukup rumit. | Pikir Elenoa.


" Saya...saya tidak tahu jika masa kecilmu seperti itu....." Elenoa merendahkan suaranya jauh lebih kecil, kurang percaya diri.


Johannes diam, dia bukan diam karena perkataan Elenoa, melainkan karena dia merasakan sesuatu yang mendekat ke arah gua.


Elenoa bertanya-tanya, kenapa Johannes diam, apa dia marah.


" Apa, anda—


Johannes menutup mulut Elenoa dengan tangannya, Johannes menatap Elenoa dan menaruh telunjuknya di bibirnya.


" Sttttthhh.....


| Kenapa? | Elenoa bertanya-tanya.


Johannes waspada, dia melihat sekeliling......


| Aku mendengar sesuatu, itu dengusan hewan....disini adalah hutan, meskipun ini hutan Goblin bukan hutan Venus, tapi tetap saja, hutan tetaplah hutan. Pasti banyak binatang buas.| Pikir Johannes.


' Ggrrrrttt.....' Suara itu terdengar.


Elenoa juga mendengar suara itu, dia melupakan sesuatu.


Johannes berjalan ke luar Gua, tentunya dia melepaskan tangannya dari mulut Elenoa.


" Tunggu di dalam. " Ucap Johannes seraya menuju ke luar Gua.


Elenoa akan menghentikan Johannes, tapi sudah terlambat, Johannes sudah berada di luar.


" Apa Jon masih ada di atas pohon. " Elenoa bertanya-tanya.


...----------------...


Luar Gua.



Johannes terus melihat ke berbagai arah, dia bahkan menyiapkan pedangnya.


' Ggrrrrrraaauuu....'


" Suara ini tidak asing...." Johannes bergumam.


Saat dia tengah mencari, Elenoa keluar dari Gua, dan dia memegang tangan Johannes.


" Grand duke, itu......" Elenoa ragu-ragu untuk berbicara.


| Dia memanggilku Grand Duke lagi, panggil aku John. Itu lebih baik.. | Pikir Johannes.


Elenoa terus menatap ke arah pohon yang di tempati Jon, tentunya, Jon berada di sana. Dia sedang duduk dengan mata yang menatap tajam ke arah Johannes.



' Ggggrrtt....' Jon sedang mengawasi Johannes.

__ADS_1



| Jon, kenapa kau menatap Johannes seperti itu? | Elenoa bertanya-tanya.


Johannes pun bertanya kepada Elenoa, kenapa dia keluar.


" Ada apa? apa ada sesuatu? " Tanya Johannes.


" Sebenarnya, suara yang anda dengar....itu....


" Itu adalah Black Panther.....


Johannes mengerutkan keningnya, dia mulai waspada lagi, dia pun bertanya di mana Black Panther yang di maksud oleh Elenoa.


" Apa?!!! Black Panther??.....


" Dimana hewan itu? hewan itu sangat berbahaya, bagaimana bisa hewan langka sepertinya ada di hutan ini?? " Johannes melihat sekeliling, dan dia akhirnya mendapati Jon yang sedang menatapnya tajam.


Mata Jon terus menatap ke arah Johannes dengan tajam dan sengit.



Johannes yang melihat Jon, seketika matanya melebar, Johannes bersiap mengeluarkan pedang dari sarungnya.


" Dia dari hutan Venus, aku harus membunuhnya.....


Tapi Elenoa menghentikan Johannes.


" Tunggu!! " Elenoa menghentikan Johannes.


Johannes berbalik dan menatap Elenoa, dia memasang ekspresi seperti bertanya-tanya, kenapa Elenoa menghentikan dirinya.


" Kenapa? " Tanya Johannes.


" Dia adalah Jon....hewan yang selama ini membantuku. " Elenoa akhirnya mengaku.


" Jon?...." Johannes memasang ekspresi tidak percaya.


" Ya, dia adalah Jon, dia baik. " Ucap Elenoa tanpa beban.


Johannes tidak merespon dia menjadi diam. Ekspresinya aneh dan dia cukup terkejut.


" Ha...


Johannes menghela nafas pendek, dia tidak percaya bahwa Elenoa bisa menaklukkan Black Panther.


| Hewan itu sangat sulit di taklukkan, bagaimana bisa dia.....Haahh!!! sungguh sulit di percaya. | Pikir Johannes.


" Bisa-bisanya...kau menamai hewan buas sepertinya...." Ucap Johannes dengan mata yang menatap tajam ke arah Jon.



Jon pun melirik Johannes.


' Gggrrrrrrrttttt!!!! ' Dia seolah mengatakan, apa yang kau lihat.



...----------------...


BERSAMBUNG......



" Menyingkirlah kucing bau!! kau memiliki banyak kutu!!....

__ADS_1


__ADS_2